Akhir Pertemanan?

45 6 0
                                        

Sebulan sudah berlalu semenjak Jisung menjadi teman Sion. Sejauh pengamatan Wonbin, kini Sion semakin jarang bermain dengannya dan lebih sering menghabiskan waktunya bersama Jisung, ditambah, mereka berdua berada di kelas yang sama. Wonbin tidak menyukai fakta itu. Ia jadi membenci Jisung karena menganggap Jisung sudah membuat persahabatannya dengan Sion menjadi renggang.

Di sisi lain, Jongseong semakin membenci Sion karena ia iri dengan terpilihnya Sion sebagai anggota tim bola basket sekolah. Ia merasa jika tidak ada Sion, pasti dirinya yang akan dipilih oleh pelatih. Selain itu, sikap Sion yang sok jadi pahlawan dan menganggap remeh dirinya lama-lama membuatnya kesal. Jongseong merasa sudah saatnya ia memberi Sion pelajaran yang sebenarnya agar anak itu tidak lagi meremehkannya.

*****

"Kak, kurasa rencanamu terlalu gila. Bagaimana kalau dia menghabisimu?" Sunghoon mengutarakan kekhawatirannya saat Jongseong memberitahunya sebuah ide untuk menjebak Sion. Mereka saat ini tengah berada di ruang tamu sebuah mansion mewah.

"Kau tidak perlu khawatir. Dengan cara itu, reputasinya di sekolah akan buruk. Selain itu, aku juga ingin membuatnya berhenti bermain basket."

"Kakak, apa lagi rencanamu? Ingat, jangan sampai melewati batas. Jangan lupakan kalau Oh Sion bukan dari kalangan sembarangan."

"Aku tidak takut sekalipun dia anak seorang raja. Kau lihat saja nanti." Jongseong menyeringai.

*****

Sion sampai di sebuah ruangan yang dikatakan oleh Jongseong. Nafasnya memburu. Ia buru-buru datang karena Jongseong mengiriminya sebuah video yang memperlihatkan Jisung disekap. Tangannya diikat ke belakang dan mulutnya juga dilakban. Sion melihat ke sekeliling dan mendapati Jisung persis seperti di video. Ia buru-buru hendak melepaskan Jisung, namun tiba-tiba Jongseong menghalanginya.

"Lawan aku dulu kalau kau ingin menyelamatkannya."

"Menyingkirlah! Aku tidak punya waktu untuk meladenimu."

"Bilang saja kau takut. Kau hanya berani padaku kalau di keramaian agar dirimu aman. Sudah kuduga, ternyata kau pengecut." Jongseong merasa Sion sudah mulai tersulut emosi. Matanya melirik Sunghoon, memberi kode agar memindahkan Jisung ke sudut ruangan.

"Baik kalau itu maumu." Sion lalu mulai memukul Jongseong tepat di wajahnya sampai tersungkur. Tak berhenti sampai di situ, Sion terus memberi pelajaran untuk Jongseong. Setelah dirasa puas dan Jongseong tidak bisa berkutik untuk menghalanginya melepaskan ikatan Jisung, ia berhenti.

Prok prok prok.

Sunghoon bertepuk tangan. Sion bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tak lama, terlihat Wonbin memegang sebuah kamera dengan kedua tangannya. Sion sama sekali tidak menyadari itu.

"Sudah cukup, berhenti merekam," perintah Sunghoon pada Wonbin. Wonbin menurut dengan tangan bergetar. "Video ini sudah cukup untuk membuatmu dihukum." Setelah berkata, Sunghoon membantu Jongseong untuk berdiri. Awalnya Sunghoon panik karena Jongseong terlihat tidak bergerak sama sekali, namun ia lega saat melihat suadaranya kembali sadar dan bisa bergerak.

"Wonbin, apa yang kau lakukan? Kenapa kau bersekongkol dengan mereka?" Sion menatap tajam mata Wonbin.

"Maafkan aku... mereka mengancam akan membuat ayahku dipecat," ucap Wonbin lirih.

Rencana Jongseong masih berlanjut. Tiba-tiba datang dua orang berbadan kekar.

"Apa lagi ini? Siapa kalian?!" tanya Sion penuh emosi. Tidak butuh aba-aba, dua orang itu langsung menghajar Sion. Sion awalnya masih bisa mengimbangi, tapi lama-lama, ia kewalahan karena hanya seorang diri.

All About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang