Napas Airi tersengal-sengal sambil menopang tangan di lutut. Dia tidak menyangka akan berkeliling selama dua jam bagai labirin di sepanjang gedung sekolah hanya demi mencari ruangan OSIS yang akhirnya ketemu juga.
Dia merutuk kenapa ruangan ini ada di tempat terpencil seperti ini?! Sudah seperti markas rahasia saja.
Meski begitu, Airi tidak punya banyak waktu untuk meluapkan kekesalannya. Tujuannya ke sini adalah ingin menjadi anggota OSIS, tapi jujur dia masih merasa ragu. Apa benar Kayori hanya terbuka pada anggota organisasi sekolah ini saja?
Mengingat kembali sikapnya sewaktu berbicara dengan wakil ketua OSIS Katsuya Temari kemarin, kalau dipikir-pikir cukup masuk meyakinkan.
Sejauh ini, Airi juga tidak pernah melihat Kayori berbicara dengan orang lain. Akan tetapi, tidak ada jaminan juga begitu Airi masuk OSIS, Kayori akan meliriknya.
Airi menghela napas sejenak. Mau dipikir-pikir juga cuma ini jalan-jalan satu-satunya yg memungkinkan bisa mendekatkannya dengan Kayori.
「Sebaiknya dicoba dulu, kalau gagal bukan berarti game over.」
Airi mulai memperbaiki postur tubuhnya dan bercermin memperbaiki diri. Setelah semuanya rapi dia pun siap untuk langkah selanjutnya.
Ketukan pintu diberikan untuk memberitahu bahwa ada yang ingin bertemu bagi orang-orang yang saat ini ada di dalam ruangan. Namun, tidak ada jawaban atau suara yang terdengar setelah cukup lama mengetuk.
「Apa tidak ada orang?」
Padahal sebuah tanda yg terbuat dari kertas origami berwarna biru bertuliskan ‘Open’ dengan emoticon (◠‿◕) digantungkan dengan tali seperti di toko-toko pinggir jalan terpasang pada pintu.
Airi berjalan sedikit ke samping untuk melihat ke dalam ruangan dari balik jendela. Sayangnya, jendela gelap seperti kaca mobil ini mencegah seseorang untuk langsung melihat ke dalam.
Hanya ada kerutan kekesalan terlihat di wajahnya kalau sampai tidak ada seorang di dalam. Bisa sia-sia usahanya ketika mati-matian mencari tempat terkutuk ini.
Tiba-tiba saja, suara kunci terbuka menyentak Airi. Refleks, dia segera kembali ke depan pintu yg terbuka untuk menyapa penghuni tapi tidak ada orang di sana.
「...?」
Airi mencoba mengintip sedikit ke dalam.
「Permisi … apa ada orang?」
Ruangan tampak gelap karena gorden tertutup rapat menghalangi sinar matahari sore dan hanya suara detikan jam dinding yang terdengar.
Airi memberanikan diri untuk masuk berniat mengecek ruangan secara menyeluruh. Meski ruangan kekurangan cahaya, matanya masih bisa menangkap sedikit gambaran ruangan yg cukup luas ini. Namun, tidak ada apa pun yg menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Tiba-tiba, pintu masuk kembali tertutup cukup keras dibarengi suara erangan terdengar mengerikan entah dari mana. Airi sontak mengedarkan pandangan ke segala penjuru sudut ruangan.
「Halo …」
Suara Airi melemah dan perasaannya jadi tidak enak. Sesuatu dalam pikiran mengatakan bahwa sebaiknya dia pulang saja. Belum lagi hari yang sebentar lagi malam begini menguatkan saran itu.
Ketika hendak berjalan keluar ruangan, dia merasakan genggaman tangan dingin di kakinya. Airi langsung terperanjat sontak berteriak.
Sentuhan dingin dan juga mengerikan itu sukses membuat Airi membeku. Dia perlahan-lahan menundukkan kepalanya dengan gemetaran untuk melihat sesuatu yang menyentuhnya di lantai.

KAMU SEDANG MEMBACA
GL, PARACEMIDOL
Teen FictionID 🇮🇩 • [Hiatus] • Kirimiya Kayori sangat mengagumi idol bernama Hayase Megumi. Bisa satu sekolah dengannya adalah anugerah terindah yang bisa didapatkan walau tidak bisa berteman dan hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Berkat suara, penampilan...