Bisa-bisanya Airi malah berkata bahwa dia tergoda oleh Kayori. Kalau begitu Reina bisa salah paham dengan operasi kali ini. Airi harus segera melakukan sesuatu. Tidak seperti orang biasa, Reina tidak mudah untuk dibodohi ataupun dimanipulasi, tentu saja karena emosinya sudah mati.
Satu-satunya cara untuk meyakinkan Reina adalah dengan memberikan argumen valid objektif sesuai fakta yang sering dilontarkan di acara debat-debat ternama.
Untungnya, Airi alias Megumi adalah salah satu pemain profesional ketika di undang ke acara debat-debatan. Entah sudah berapa banyak idol lain yang berhasil dibungkam dengan argumennya itu entah apa topiknya, Airi tidak pernah kalah.
Sekarang Airi harus membuktikan bahwa apa yang diucapkan tadi cuma kesalahpahaman belaka.
Satu jam berlalu dengan lantunan argumen tanpa henti dan dengan nada bicara yang cukup cepat tapi jelas dan berartikulasi berputar seperti radio era zaman perang dunia kedua. Sebagai seorang host radio kala itu, berbicara seperti ini sangat penting untuk bisa menyampaikan informasi sebanyak mungkin sebelum musuh menye—
Sementara itu, Reina yang sedari tadi diam tak bergerak seperti boneka anime mbak-mbak cantik yang baru saja keluar dari dunia animasi malah menganggap semua kicauan Airi sebagai lagu pengiring tidur.
Mau seberapa serius dan tegas Airi berdebat memberikan argumen, suara emasnya tetap terdengar indah dan merdu. Hingga akhirnya dia pun terlelap dengan mata terbuka.
Sedangkan Airi, sama sekali tidak menyadarinya.
Airi menarik napas dalam-dalam karena baru pertama kali dia mengutarakan argumen sepanjang ini. Namun, semoga dengan ini kesalahpahaman Reina bisa diatasi.
「Bagaimana? Apa sudah jelas?」
Reina kembali terbangun. Untuk pertama kalinya dia bisa tidur setelah sekian lama meski dengan mata terbuka. Walau sebentar, kepalanya sedikit merasa fresh.
「Ya, saya mengerti.」
Mendengar itu, Airi pun menarik napas lega. Namun, faktanya Reina sama sekali tidak menyimak dan justru malah bermimpi bahwa Airi tengah mengutarakan seribu alasan untuk menyukai Kayori.
Tiba-tiba napas Airi terasa tersengal-sengal. Mulutnya jadi berat untuk dibuka dan badannya mendadak lemas. Dia pun merutuk sejak kapan jadi lemah begini? Jangan sampai kalau nanti ada peran sebagai filibuster Airi bakalan langsung mundur.
「Reina bisa bawakan minuman? Tenggorokanku sedikit lelah.」
「Baiklah, Airi-sama. Tapi saya cuma punya black coffe yang dibeli di black market.」
「Terserah, ambil saja.」
Reina beranjak segera menyiapkan minuman yang diminta. Tidak lama, dia kembali kemudian menyerahkannya.
Airi menerima segelas kopi dingin itu. Matanya langsung melotot ketika melihat warna airnya yang sudah mirip tinta spidol hitam permanen di kelas. Seharusnya dia minta air putih saja tadi.
「Ya, namanya juga black coffe.」
Tepat saat Airi sedikit menyeruput seteguk air hitam entah dari mana itu, Reina mengatakan sesuatu yang cukup menggemparkan.
「Airi-sama, bagaimana kalau Anda berteman sungguhan saja dengan Kayori?」
Airi langsung terbatuk-batuk. Cairan kopi yang seharusnya menuju lambung malah belok ke paru-parunya. Bukan cuma itu, rasa pahit luar biasa yang bikin mata langsung melek membuat gadis itu benar-benar melupakan rasa lelahnya barusan.

KAMU SEDANG MEMBACA
GL, PARACEMIDOL
Teen FictionID 🇮🇩 • [Hiatus] • Kirimiya Kayori sangat mengagumi idol bernama Hayase Megumi. Bisa satu sekolah dengannya adalah anugerah terindah yang bisa didapatkan walau tidak bisa berteman dan hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Berkat suara, penampilan...