9

191 138 40
                                        

Haii, gimana kabarnya hari ini!??

Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️

Selamat membaca!


Udara cerah yang begitu menawan, mampu membuat orang-orang terhipnotis untuk pergi memancing. Bukan sekedar menyia-yiakan waktu, malah memancing dapat menghilangkan stress dan menetralisir akan kepenatan yang menghampiri dalam kekosongan. Bagi orang-orang yang suka memancing pasti akan mengatakan hal begitu. Itulah sebabnya seorang pria yang tengah sibuk menyiapkan alat pancingan yang akan ia bawa ke pemancingan. Pria itu berusaha menikmati waktu luangnya dengan melakukan hobi yang tidak pernah lepas dari dirinya. Berpamitan kepada wanita hebatnya, pria itu langsung saja menyalakan motor sederhana itu menuju pemancingan kompleks.

Sementara itu, tempat pemancingan yang dituju sudah sangat ramai didatangi oleh orang kompleks ataupun dari luar kompleks Melati. Tak heran, sebab selain pemandangannya yang memanjakan mata, pemancingan itu menjadi salah satu tempat penelitian bagi mahasiswa ataupun seorang peneliti yang sangat bisa mencuci mata para pemancing. Sebatas mencuci mata saja, bukan mencuci alat kelamin. Tak sembarang, pemiliknya juga membuat aturan yang harus dipatuhi sehingga para pemancing sangat tertib. Motor yang dibawa pria tersebut terparkir rapi di tempat parkiran disana, segera saja pria itu bergabung dengan teman yang sering bertemu tiap kali memancing disini.

"Nyampe juga lo broo, kita kira lo gak jadi datang," ucap seorang pria dengan rambut yang dikuncir itu.

"Gue pasti datang, walaupun harus sedikit telat," jelas pria yang mengenakan sarung batik produk lokal Indonesia.

Pria itu langsung mengambil tempat yang sudah disediakan oleh temannya. Kemudian pria itu langsung menyiapkan pancingannya, segera pria itu melayangkan umpan miliknya ke dalam air. Mereka sering mengobrol, saat menunggu mangsanya memakan umpan yang telah mereka lempar. Menikmati waktu tanpa memikirkan urusan yang memuakkan isi kepala.

Sepertinya cuaca sangat-sangat tak mau diajak bekerja sama pada dirinya. Terbukti dalam perjalanan menuju ke tempat Pemancingan Melati, tiba-tiba saja hujan mengguyur bumi Bekasi.

"Aduhh, Mbak. Beneran mbak gak mau neduh? Takutnya nanti mbak kedinginan dan berujung demam." Cewek ojol tersebut khawatir pada gadis yang menjadi penumpangnya itu.

"Udahh, enggak masalah kak. Malah aku yang takut kakaknya enggak bisa tahan dinginnya hujan," ujar gadis itu.

"Kalo aku sih gapapa mbak, soalnya lagi kepengen mandi hujan, hehehe." Cewek ojol itu menyengir dengan menikmati hujan.

"Nahh baguslah kak. Aku juga lagi mau main hujan, udah lama enggak main hujan kayak gini, apalagi sambil motoran," ucapnya dengan hati yang sangat senang.

"Kalau begitu kita nikmatin hujannya mbak. Kebetulan tempat pemancingannya juga gak terlalu jauh kok," katanya seraya menikmati buliran hujan yang sangat menyejukkan kulitnya.

"Siapp kakk!" balasnya memulai menggerakkan tangan seolah-olah terbang di tengah-tengah hujan.

Pada akhirnya, kedua gadis itu menerobos guyuran hujan yang membuat pakaian keduanya basah. Persetan dengan pakaian, terpenting sekarang apa yang keduanya mau sudah terwujud. Hujan Bekasi ini, mengibaratkan kalau turut terharu bahagia akan kedatangan gadis manis yang membuat orang ingin melindungi raga kecil yang masih terjebak pada tubuh dewasa itu.

"Kok mendadak banget turun hujan? Perasaan tadi cerah menghangatkan?" tanya pria yang setia dengan peci di atas kepala.

"Lahh, lo gak tau ya kalau ini hujan pertandakan langit tengah menyambut kedatangan seseorang setelah sekian lamanya." Pria berkuncir itu bersuara sembari menatap pria disebelahnya.

Finding Herself (Selesai & Revisi)Where stories live. Discover now