Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Dalam mobil berwarna silver, seorang pria tiada hentinya mengdumel tidak jelas. Jika dilihat, dari penampilan seperti orang benar dan berwibawa. Tetapi, malah sebaliknya. Pria tersebut seperti anak kecil saat tidak mendapatkan keinginan yang dia mau. Seorang pengemudi berada di sebelahnya, acuh saja dengan earphone melekat pada kedua telinganya. Demi apapun, kalau bukan karena uang sang pengemudi tidak akan sudi untuk menemani pria tidak waras ini. Sebenarnya, demi relasi juga sih, hehehe.
"Michel ... Michel ...," panggil Zoen, tapi tidak mendapatkan sahutan dari sang pemilik nama.
"Heh bocah! Anak Parimin!" teriaknya tepat ditelinga Michel.
"Ck! Apasih bang!" balas Michel kesal.
"Apa kamu mau marah-marah! Abang udah manggil sesopan itu aja kamu gak dengar," ujar Zoen kembali seperti anak kecil.
'Istighfar Chel, istighfar. Tahan, tahan, demi uang dan relasi. Fuckk! Gak bisa sesabar itu aku' batin Michel.
"Kenapa sih, Bang? Rasanya otak Michel mau keluar, dengerin ocehan abang daritadi yang gak sudah-sudah," ujarnya.
"Kalo mau ikut inga, harusnya abang batalin aja pertemuannya. Gampang, gak perlu ngoceh gak jelas kek gini." Sekali lagi, rasanya Michel akan benar-benar pingsan.
"Kalo bisa udah abang batalin dari kemaren. Sudah lanjut aja, lupa abang mau ngasih tau apa ke kamu tadi!" ucap Zoen, sebenarnya ia memanggil Michel ada sesuatu yang ingin ia bahas. Tapi, Zoen keburu lupa.
Michel pun tidak peduli, ia tetap melanjutkan perjalanan mereka. Kenapa ia tidak fokus nyusun skripsi saja ya, daripada harus memusingkan diri terhadap abangnya. Perlu diketahui, Michel seorang mahasiswa kesehatan semester akhir, tapi dengan santainya Michel meninggalkan skripsi di kosan. Kalo kata Michel sih,
"Sehari gak buat skripsi itu gpp, asal jangan berhari-hari."
'Terserah kamu saja deh, Chel. Asalkan wisuda tepat waktu, kecuali kamu mau berhadapan lagi sama abangmu itu!' author pov.
Zoen kesal, sungguh! Harusnya ia bisa membatalkan pertemuan ini tapi mengingat ia terlalu sering seenaknya membatalkan pertemuan, jadinya Zoen sudah tidak berani untuk mengambil resiko terlalu buruk untuk kedua pihak.
°°°
Kamu tahu hal apa paling terburuk? Ya tentu saja, para orang tua yang memakai kekerasan fisik terhadap anaknya disaat anak tersebut membangkang. Pita dan Maya tidak sengaja melihat perseteruan antara seorang perempuan dengan seorang pria nampak rapi dengan setelan kaos rumahan. Harusnya Pita dan Maya pergi saja, tetapi seolah tertahan langkah mereka oleh bumi. Maka, keduanya mampir ke tukang batagor yang berada di dekat trotoar.
"Kamu harus pulang. Jangan jadi liar seperti ini! Ayah tidak ingin mendapatkan laporan tentang kamu yang keluar masuk club dan hotel bersama pacarmu itu!" pekik pria itu dengan menahan diri agar tidak melayangkan tamparan kepada perempuan itu alias sang anak.
"Anda bukan ayahku! Jadi, stop mengatur hidupku. Lebih baik anda pergi!" usir perempuan tersebut.
"Entah dari mana kamu mendapat info kalo aku ini bukan ayahmu, Daca. Dengar, ayah tidak pernah mengatur hidupmu, lihat saja saat kamu mau kuliah di kota ini ayah izinkan. Kamu mau apapun ayah berikan, Daca. Sampai saat kamu pacaran dengan lelaki itu ayah izinkan! Walaupun ibumu tidak setuju sekalipun, ayah tetap membelamu! Karena apa? Karena kamu satu-satunya anak gadis ayah," ujarnya.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
