Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Senja semakin meredup membuat semua orang ingin kembali kehaluan mereka masing-masing. Begitu juga dengan Alwa, ia tersadar bahwasannya ia telah terlalu lama berada di resto ini. Alwa pun berdiri setelah membereskan barangnya, tidak lupa membayar pesanan dan berlalu pergi meninggalkan restoran itu menggunakan mobil. Karena terlalu hanyut akan pekerjaannya, ia tidak sempat untuk sekedar memeriksa ponselnya. Menambah laju kendaraan, Alwa ingin cepat-cepat sampai di rumah untuk bersih-bersih agar tubuh dan pikiran Alwa terasa segar kembali.
Memasuki bangunan yang sudah menjadi tempat ia berlindung, segera saja ia menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Sebelum itu, Alwa mencharge ponsel terlebih dahulu serta membereskan barang-barangnya yang berantakan. Selesai mandi dan berpakaian, Alwa menyeduh matcha hangat untuk menemaninya dikala santai seperti ini. Ia tidak lupa nanti Rahel akan menjemputnya untuk makan malam di rumah sang sahabat, jadi Alwa tidak masak agar nanti ia tidak kekenyangan saat makan di keluarga Rahel. Ia sempat mendapat pesan dari Rahel kalau mereka sudah menuju ke rumahnya. Tapi, Alwa mendapat pesan dari sang adik tanpa menunggu lama Alwa langsung menelpon nomor adiknya itu.
Berdering beberapa saat, membuat Alwa harus menunggu. Tidak lama kemudian panggilan pun tersambung.
"Assalamualaikum. Kenapa, Pita?" tanyanya.
"Waalaikumsalam. Kak, anuu ...," ujar Pita di seberang sana. Pita bingung mengatakan pada kakaknya bagaimana.
Kening Alwa mengernyit heran, kenapa Pita ini gugup dan kebingungan.
"Kamu kenapa? Ada sesuatu yang mau dibahas sama kakak? Atau ada masalah?" tanya Alwa sembari menikmati minumannya, ia juga ingin tahu apa yang telah terjadi kepada kedua adiknya.
"Kak, Pita sama Maya minta maaf! Kami berdua udah lalai, kami ngilangin laptop kami kak," jelas Pita dan Maya bersamaan.
"Ceritain kronologinya gimana. Biar kakak enggak bingung di sini." Alwa berusaha untuk mendengar penjelasan dari kedua adiknya.
Pita dan Maya menjelaskan semua yang terjadi kepada Alwa secara bersama, mereka tidak peduli lagi bagaimana respon kakaknya nanti. Terpenting ialah permasalahan ini kakaknya harus tahu, mereka tidak ingin menutupi hal ini dari sang kakak. Disela saat mereka menjelaskan semuanya tidak kurang dan tidak tinggal ceramahan dari Alwa. Belum lagi setelah selesai dengan menjelaskan semua itu, mereka kembali mendapatkan ceramahan dan omelan Alwa yang sangat-sangat membuat mereka diam tidak berkutik sedikit pun. Ingin membela diri tidak bisa, sebab emang murni kelalaian mereka sendiri.
"Kenapa baru sekarang ngasih tau kakak?" tanya Alwa tidak suka, sebab mereka sudah menjadi tanggung jawabnya disaat mereka itu ingin kuliah.
"Kami takut dan bingung gimana ngasih tau kakak," jawab Maya.
Terdengar hembusan napas yang berusaha bersabar, Maya dan Pita tidak berharap akan dibelikan laptop baru. Mereka berdua sadar kalau itu tidak mungkin dan tidak semudah mengedipkan mata untuk mendapatkannya. Mereka sadar diri, Alwa juga mempunyai kebutuhan yang lain bukan hanya tentang kebutuhan mereka saja.
"Enggak usah nangis terus, apalagi sampai stress sendiri. Fokus kuliahnya, sementara untuk tugas, kalian buat pakai ponsel dulu bisa?" ucap Alwa menenangkan kedua adiknya.
"Iya kak, kami bisa. Kalo pun harus menggunakan laptop kami berdua masih bisa gunain labkom untuk sementara, kami ada flasdisck kok," jelas Pita.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
