26

83 53 8
                                        

Haii, gimana kabarnya hari ini!??

Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️

Selamat membaca!

Tragedi yang ditakutkan Alwa terulang kembali, sampai-sampai Alwa tidak tahu harus bagaimana selain terus berlari mencari satu sosok yang memenuhi pikirannya. Ini terulang, bukankah seharusnya Alwa bisa biasa saja tanpa harus tergesa seperti orang yang tengah kacau seakan dunia akan meruntuhkan apapun yang berada di dalamnya. Mendapatkan telepon dari seorang pria, memberitahu sebuah informasi mendadak mampu menghancurkan Alwa dalam waktu singkat. Alwa terus mengayunkan kaki tanpa peduli semua orang melihat aneh kearahnya. Ia tidak menghiraukan, perjalanan menuju ke sini telah menghabiskan banyak waktu bagi Alwa terpenting ia harus bisa melihat sosok penopang hidup di dunia ini.

Seorang pria melihat sosok Alwa timbul, dia segera berdiri agar Alwa melihat kehadirannya. Alwa mendekat, ingin langsung menerobos masuk ruang tertutup di depannya tapi sayang tertahan oleh pria tersebut. Alwa memberontak memberikan perlawanan yang mampu membuat sang pria kewalahan dan pasrah menerima segala perbuatan spontan sang gadis. Alwa hanya ingin melihat kondisi sosok di dalam sana berbeda dengan seorang pria ini, ia lebih mementingkan ketenangan mental dan kesadaran dari Alwa. Bukan tidak memiliki hati ataupun rasa iba, dia melakukan tindakan seperti ini atas kalimat terakhir dari sosok tersebut. Dia terkejut sangat terkejut, saat melihat sebuah bus umum menabrak seorang wanita tua yang tengah menyebrang zebra cross. Harusnya bus berhenti dan memelankan kelajuan, akan tetapi seakan bodoh entah kenapa bus tersebut malah tetap melaju hingga dengan sengaja menabrak wanita tidak berdaya itu. Sekali lagi dia shock, karena anak dari wanita ini adalah orang yang menjadi kelemahan sekaligus rumah baginya.

Dia bergegas mendekat, tidak peduli dengan pelaku sebab korban saat ini lebih membutuhkan pertolongan lebih dari apapun. Sebelum benar menutup mata dalam waktu lama, sosok wanita hanya menyampaikan seuntaian kata yang membuat hatinya  menjerit seketika.

"Tolong telepon kontak 'gadiskudan tolong tenangkan dia," lirihnya dengan terbata-bata menahan rasa sakit luar biasa pada sekujur tubuhnya. Dengan sedikit kesadaran yang tersisa, ia berikan tas yang ia peluk itu kepada pria tersebut.

Tidak menghiraukan, dia segera mengangkat tubuh wanita bercucuran darah kental ke stretcher dan diambil alih oleh petugas ambulance yang baru sampai. Korban telah kehilangan kesadaran, maka dengan cepat mereka melakukan pertolongan sesuai prosedur. Mobil ambulance melesat dengan cepat menuju rumah sakit agar korban ditangani lebih lanjut.

Alwa sudah cukup harusnya ditinggalkan oleh orang-orang yang disayanginya. Apakah sekarang harus sang ibu diambil kembali oleh Allah SWT. Alwa jelas tahu Dia memiliki kekuasaan atas semua yang terjadi, tapi alangkah Dia mau berbaik hati dengan memberikan kesempatan untuk sekedar melihat wajah keriput nan hangat sedang mengobrol ria pada Alwa.

29 Tahun Yang Lalu

Pernikahan yang dianggap akan membawa kebahagiaan bagi kedua insan itu malah menjadi boomerang kehancuran. Ternyata benar, lelaki yang effort penuh tapi disertai dengan ambisi tersembunyi adalah sosok bajingan dan pengecut dunia. Seorang wanita masih SMA sebentar lagi ujian kelulusan dimulai, tapi wanita tersebut tengah bermain bersama di kos temannya. Pendidikan pada zaman tersebut adalah hal yang masih tabu, tetapi tidak untuk wanita ini. Sang wanita bertekad untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, dan berniat akan melanjutkan ke perguruan tinggi demi impian mulianya yaitu menjadi seorang guru.

Naasnya seorang lelaki tertarik padanya membuat ia harus merelakan impian tersebut. Sebab, sang wanita termakan habis akan rayuan dan segala effort dari lelaki yang lebih tua darinya. Maka, tepat hari ini kedua insan itu sah menjadi pasangan suami istri. Sang wanita tidak bisa melanjutkan pendidikannya sedangkan lelaki itu masih menempuh perkuliahannya di mana sedang proses KKN. Sudah menikah, akan tetapi lelaki itu jarang pulang untuk sekedar menjenguk wanita dan putranya. Lelaki tersebut memilih untuk pulang ke kediaman orang tuanya dan berdiam di sana daripada harus melihat wanita tersebut. Hingga sang wanita, tidak mengharapkan lagi kepulangan lelaki tersebut alias suaminya. Lebih baik ia  fokus pada putra dan anak dalam kandungannya.

Finding Herself (Selesai & Revisi)Where stories live. Discover now