12

129 88 115
                                        

Haii, gimana kabarnya hari ini!??

Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️

Selamat membaca!


Hujan subuh di Bandung nampaknya tidak memperlihatkan gerangan untuk mereda sejenak. Saat ini, sudah  terang benderang hujan masih saja betah meruntuhkan tangisannya. Membuat siapa saja nyaman bergelut dalam selimut pemberi kenyamanan, tapi lain hal dengan orang yang memiliki tanggung jawab pada pekerjaan mereka. Bagi mereka, hujan hanya toping kehidupan bukanlah masalah yang harus diperbesarkan. Terlihat berbagai angkutan umum berlalu lalang menembus dingin dan derasnya hujan pagi ini.

"Puji Tuhan, hari ini Bandung dirahmati dengan hujan yang menyejukkan," katanya sambil tersenyum senantiasa memandangi guyuran hujan dibalik kaca mobil.

"Kamu suka hujan?" tanya pria yang mengemudikan mobil tersebut.

"Enggak terlalu sih, cuma bersyukur aja. Udah lama juga kan hujan enggak turun sederas ini," jawabnya dengan atensi penuh pada pria itu.

"Benar juga. Ngomong-ngomong kamu nanti mau ke rumah? Soalnya nenek aku ngundang kamu untuk makan bersama," ungkap Elan pada Rahel. Sebab sang nenek sudah terlalu sering menanyakan gadis ini. Padahal ia bisa mengajak langsung, kenapa harus Elan jadi perantara.

"Aku mau aja, tapi enggak hari ini. Soalnya aku mau ajak Alwa main ke rumah. Gimana kalo minggu aja?" tawar Rahel, menjelaskan alasan dan belum bisa memenuhi undangan nenek Elan.

"Oke minggu, nanti biar aku aja yang jemput," final Elan.

Setidaknya Rahel masih bisa memenuhi ajakan sang nenek. Walaupun bukan hari ini, bukankah setiap hari itu sama? Yang membedakan hanya bagaimana kita berusaha menjalaninya dalam keikhlasan.

"Iyaa," balas Rahel.

Kembali fokus dengan jalanan serta pemandangan, Rahel dan Elan pun sama-sama terdiam. Sekian lama menit berjalan, mereka telah sampai di area khusus parkiran sebuah perusahaan. Mereka keluar bersama, ternyata perusahaan tempat mereka bekerja tidak sepi dengan manusia. Banyak yang berlalu lalang untuk segera melaksanakan rutinitas mereka. Elan dan Rahel pun memasuki perusahaan tersebut, serta menuju ruangan yang telah menjadi medan tempur saja. Mereka berpisah di lift, Rahel menuju lab penelitian sedangkan Elan harus ke ruangannya yang masih berada di atas.

。。。

Layaknya hujan bukan penghalang dalam hidup, itulah yang menjadi motivasi bagi sebagian mahasiswa. Sebagiannya lagi sudah dipastikan, nikmati hujan dengan memanjakan diri dalam selimut tebal sambil menikmati makanan hangat atau tidak melanjutkan tidur. Suasana universitas Bandung yang diguyur buliran hujan menambahkan kesan elegant tersendiri untuk kampus tersebut. Bukan hanya kampus saja, mahasiswanya juga tidak kalah elegant dan pejuang. Sebab, mereka menerobos hujan dengan jas hujan, payung, ataupun sengaja basah di mana nanti bisa berganti pakaian di kamar mandi. Beruntung yang memiliki mobil karena tidak perlu khawatir akan basah. Meski hujan, kampus satu ini tidak akan lenggang akan penghuninya sebab selalu ramai kecuali memang libur panjang.

"Mang, Lany mau bakso seporsi sama teh tawar anget,"  ujar  Lany setelah berada di depan Mang Danang.

"Oke Lan, tunggu ya," balas mang Danang. Ia langsung menyiapkan pesanan Lany.

Lany mengangguk sambil mendudukkan bokongnya disalah satu bangku kantin itu. Lany pikir kantin akan sepi, tapi ternyata banyak juga manusia-manusia berdatangan hanya ingin sekedar menghangatkan diri dengan menyantap makan dan minuman hangat.

Finding Herself (Selesai & Revisi)Where stories live. Discover now