Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Terlihat nyonya besar sedang bergelut dengan berbagai kesibukan di hadapannya itu, walau sibuk senyuman manis tetap nyonya itu perlihatkan. Pagi yang masih diselimuti oleh embun di luar sana, tak akan membuat sosok ini bermalasan dan mengabaikan hal wajib yang sudah menjadi kebiasaanya ini. Bukan sekedar nyonya, dia juga sosok istri dan ibu yang harus menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Walaupun kehidupan bergelimang harta, Litta tidak akan membiarkan ada asisten rumah tangga untuk membantu menangani masalah dapur tersebut. Sudah menjadi hal yang biasa dikala masih tinggal dengan orang tuanya, maka hal sederhana seperti ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.
Menu sarapan yang akan Litta masak sekarang adalah sup tahu sayur dan sambal hati ampela, dua menu andalan yang tentu saja itu kesukaan untuk keluarganya itu. Berusaha menyelesaikan masakan dengan cepat, tak disadari oleh Litta suami dan kedua anaknya itu sudah rapi dengan pakaian kerja mereka tak lupa dengan ekspresi yang masih mengantuk pada wajah anak-anaknya. Ayah yang melihat hal itu kendati sekali ingin mengejek sebab jika tak dibangunkan oleh sang istri, bisa dipastikan kedua anaknya akan merengek dan tantrum tidak jelas karena kesiangan.
"Nahh gitu dong, kan seger udah mandi. Mana udah rapi lagi kesayangan bubun," ucap ibunda saat menyadari kedua anaknya yang sudah duduk di meja makan.
"Makasih bubun udah bangunin, walaupun tadi sempet tidur lagi, hehehe," ujar Ranggel dengan cengiran tak bersalahnya.
Ibundanya hanya tersenyum tak mempermasalahkan, setidaknya sang anak sudah beres dan tinggal menunggu sarapan lagi. Tuan Supratman sekaligus kepala rumah tangga hanya bisa menatap kedua anak itu sembari menikmati kopi di depannya yang telah disiapkan sang istri tadi. Masakan sudah siap, Litta segera menata makanan ke meja makan yang dibantu oleh peri kecilnya. Rahel membantu membawa sambal sedangkan ibunda membawa sup hangat itu. Sementara Ranggel mengeluarkan nasi dari magicom dan segera meletakkan di atas meja yang sudah dilapisi dengan kain pelapis yang tahan panas.
"Ayah sarapan dulu, minum kopinya nanti dilanjut." Litta memperingati suaminya.
"Iyaa bunda, ini juga baru mau ayah ambil makanannya," ucap Supratman pada istrinya. Berusaha untuk menurut saja daripada mendapatkan berbagai ceramah yang tidak berkesudahan nanti.
"Abang, adek, juga makan. Ambil sepuasnya asal nanti harus habis," ajak Litta pada kedua anaknya seraya mengingatkan agar mereka tidak membuang-buang makanan. Mengangguk dengan bersama, akhirnya kedua bersaudara itu mengambil makanan masing-masing yang diikuti oleh ibunda mereka. Sebelum menyantap sarapan pagi ini, keluarga kecil itu kompak berdoa, selesai berdoa mereka pun menikmati sarapan bersama yang hangat pagi ini.
"Bun, Rahel nanti mau ajak Awa main ke rumah. Boleh enggak bun?" tanya Rahel meminta izin kepada ibundanya. Sebab sehabis bertemu dengan Alwa di perusahaan nanti dia berniat untuk mengajak Alwa berkunjung ke rumahnya. Ibunda yang mendengar penuturan Rahel segera saja mengangguk pertanda setuju.
"Boleh lah, udah lama banget dia gak main kerumah. Terakhir dia main lima tahun lalu," ucap sang ibunda. Litta sangat ingat kalau sahabat anaknya itu seperti menghilang tanpa kabar.
"Emang Alwa di Bandung dek?" tanya Ranggel penasaran. Seingat Ranggel sahabat adeknya itu masih di Thailand. Soalnya Ranggel sempat bertemu secara tak sengaja saat dia tengah menyelesaikan studinya tahun lalu.
"Awa udah netap di Bandung pun bang. Emangnya kenapa? Enggak usah lo naksir sahabat gue, enggak mau gue restuin. Soalnya lo dimana-mana hts nya banyak!" jawab Rahel. Pelototan tajam Rahel tunjukkan pada abangnya dengan tidak bersahabat.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
Literatura Feminina[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
