Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Suasana pagi di Universitas Jawa Timur Indonesia terasa begitu berbeda dari biasanya. Ratusan orang mulai berdatangan dengan antusias untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Universitas tersebut. Terlihat Lany dan Salsa paling duluan mendatangi stand bazar jajanan yang menggoda nafsu makan mereka. Tujuan kedua ini datang ialah untuk membantu meramaikan acara kampus temannya saja, tapi siapa sangka akan seramai ini. Tanpa kehadiran mereka pun, juga tidak akan berpengaruh sama sekali. Alta menangkap sosok kedua gadis itu tengah menikmati makanan dari bazar, segera menyapa mereka.
"Kelaparan banget ya, Mbak? Sampe-sampe harus makan banyak dibazar?" kata Alta. Ia ingin menganggu kedua temannya sebelum sibuk bertugas.
"Lo diem. Mending jaga sana, siapa tau nanti ada zombie yang tiba-tiba nyerang pembicara dalam semnas. Kan, gak seru harus kabur-kaburan kek drama All of Us Are Dead," ucap Lany, sembari menautkan telunjuk lentik itu di depan bibirnya mengisyarakatkan supaya Alta berhenti bicara.
"Iyadeh iyaa. Emang gak bisa diajak becanda," balas Alta mengalah.
"Kalo becandanya dapet Park Solomon kami mau kok, Ta," ujar Salsa dengan berbinar.
"Ngimpi!" kata Alta. Ia langsung berlari menuju auditorium fakultasnya.
Salsa mendapatkan perlakuan berupa ejekan dari Alta merasa kesal, apa salahnya dengan Park Solomon? Lany mengetahui temannya ini kesal merangkul bahu Salsa dan segera mengajak untuk berpindah haluan. Sampainya dipintu masuk auditorium fakultasnya, Alta melihat Sahru tengah registrasi untuk hadir dalam seminar nasional.
"Woii, Ru. Widih penampilannya rapi kali, mau menarik perhatian siapa lo," ucap Alta.
"Kagak ada elah, berpenampilan rapi biar nyaman aja, Ta. Beneran jadi panitia keamanan nih anak. Semangat bro," kata Sahru menepuk bahu Alta.
"Pasti. Enjoy ya disemnas," balas Alta.
"Tentu!" ucap Sahru.
Kemudian, keduanya berpisah saat Sahru sudah memasuki auditorium itu. Seminar nasional bertema "Hukum Kemanusiaan dan Pembangunan : Sinergi Untuk Keadilan" diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Jawa Timur Indonesia. Berbagai kalangan hadir mulai dari akademisi, aktivis HAM, mahasiswa, peneliti dan praktisi hukum, masyarakat umum, hingga perwakilan Pemerintah. Tampak di luar sejumlah wartawan menunggu untuk meliput seminar kali ini, semua orang bersemangat untuk membahas tentang isu-isu terkini yang relevan.
Sesi dimulai tepat pukul 09.00 WIB, moderator Dr. Metriana Sukowati seorang profesor hukum yang berpengalaman melangkah ke depan dengan percaya diri. Dr. Metriana mengenakan setelan blazer putih gading dengan senyuman hangat menghiasi wajahnya.
"Selamat pagi! Bapak, Ibu, dan mahasiswa sekalian. Terima kasih telah hadir pada seminar kali ini," sapanya.
"Hari ini kita akan membahas sinergi antara hukum kemanusiaan dan pembangunan dari berbagai perspektif. Mari kita eksplorasi bersama bagaimana kita dapat memastikan bahwa pembangunan dinegara kita tidak hanya mencapai angka, tetapi juga memenuhi hak asasi manusia." Para audiens yang hadir bertepuk tangan.
Seusai rangkaian sambutan, Dr. Metriana menghadirkan pembicara pertama, yaitu Profesor Ardhana Juanda, seorang ahli hukum dengan spesialisasi dibidang HAM dan pembangunan berkelanjutan. Dengan suara tegas, Prof. Ardhana mulai berbicara.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
