Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
"MAHELITA! KAU MEMANG KAKAK KU! TAPI KAU ADALAH AYAH PALING BURUK DI DUNIA INI! TIDAKKAH KAU BEREMPATI ATAS KEPERGIAN IBU DARI ANAK KANDUNG MU HAH! APA SALAHNYA KAU DATANG UNTUK SEKEDAR MERENGKUH ALWA DAN ELIAS! WALAUPUN MEREKA SUDAH DEWASA, BUKAN BERARTI KAU HARUS BERSIKAP SEPERTI BAJINGAN BUSUK!" maki seorang pria yang sepantaran dengan Mahelita.
"AMBISIMU ITU MENGHANCURKAN SEGALANYA, ASAL KAU TAU!" lanjutnya penuh amarah. Dia muak dengan segala ambisi dalam diri Mahelita sampai kapan orang ini akan seperti manusia bajingan.
"Kau tidak perlu mengeluarkan kata-kata itu, Abun Latief! Tidak usah ikut campur, urus saja keluargamu!" balas Mahelita. Ia tidak sudi mendengarkan ujaran kalimat dari adiknya yang sok bijaksana.
Abun mendengus, dia lelah mau sebanyak apapun makian dan nasehat yang dia lontarkan pada sang kakak. Semua terasa tidak berguna, lagi dan lagi Mahelita hanya akan membalas dengan dingin. Abun melangkah keluar saat istri sang kakak muncul dari dapur. Untuk melihat wajah wanita menjijikkan itu saja, Abun tidak ingin. Ketika mendengar namanya saja, sudah menaikkan tekanan darah Abun dan sang istri.
"Ada apa, Yah. Kenapa adikmu ke sini?" tanya Zalmi.
Mahelita tidak berminat merespon, ia masih menikmati kegiatannya bersama batang nikotin yang hampir habis. Kepalang kesal karena tidak mendapat respon, Zalmi mulai meninggikan suaranya.
"TUAN MAHELITA YANG TERHORMAT! ANDA BERPENDIDIKAN TINGGI TAPI MINIM ETIKA!" celanya dengan emosi.
Nikotin tersebut diletakkan dengan kasar oleh Mahelita, ia menatap sinis pada wanita yang menjabat sebagai istrinya.
"TIDAK USAH MEMBAHAS ETIKA DI SINI, RAYDAH! JIKA KAU MENGERTI SOAL ETIKA, KAU TIDAK AKAN TEGA MELAKUKAN SEMUA INI! JADI, BERKACA SEBELUM BERKATA!" cibir Mahelita tepat menusuk perasaan Zalmi.
Perseteruan kedua orang itu berlanjut, dengan saling melontarkan makian yang memekakkan telinga. Rotma masih berada di kamar atas, berusaha untuk menutup telinga dengan kedua tangannya. Hari ini, pertengkaran kedua orangtuanya dimulai lagi. Sehingga membuat Rotma harus bisa menenangkan diri berulang kali.
"Kak Alwa, tolong Rotma. Di sini sungguh mengerikan, Kak. Jemput aku, ajak aku menjauh dari neraka dunia ini," lirih Rotma sangat pelan. Suaranya kalah dari perdebatan kedua manusia di bawah sana.
"Oh, jadi tuan mahelita menyesal menikahi seorang wanita janda seperti saya?" ujar Zalmi, dengan lagaknya begitu angkuh.
"Jangan membanggakan diri atas gelar janda itu, Raydah. Harusnya kamu malu!" sela Mahelita dengan tawa remehnya.
Zalmi semakin naik pitam, sebelum benar membalas ucapan Mahelita sebuah telpon mengambil alih fokusnya.
" ..., "
"Bawa dia ke tempat biasa. Pastikan dia sadar, agar dia tau sedang berurusan dengan siapa!" ucap Zalmi, ia menutup telpon kemudian pergi.
"Jangan melakukan hal di luar kesepakatan kita, Raydah. Jika kau melakukannya, aku tidak segan lagi untuk menghancurkan semua yang tersisa!" ujar Mahelita tanpa ragu, ia menatap kepergian sang istri entah apa yang akan dia perbuat.
°°°
Rumah pohon biasanya menjadi tempat rekreasi anak-anak dengan keluarga, serta tempat nyaman nan indah untuk dipandang. Harusnya rumah pohon terasa seperti itu, sebaliknya yang seseorang rasakan adalah bau busuk entah bangkai apa. Yang jelas, dia sudah tidak mempunyai tenaga untuk melawan orang-orang tidak dikenal secara tiba-tiba menyiramnya dengan cairan KOH hingga menyebabkan rasa panas dan nyeri hebat pada punggungnya. Dia tidak mengerti, salahnya apa dan kenapa harus diperlakukan seperti binatang.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
