Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Air dingin yang dipinta oleh Alwa telah berada dalam kamar setelah diantar oleh pelayan yang Hendi percayakan. Selesai bersih-bersih walaupun dengan tertatih menahan sakit dilengan, Alwa berhasil menyelesaikannya. Sekarang Alwa akan mengompres lengannya dan segera makan sebelum meminum obat. Alwa sangat tidak menyukai obat-obatan, tetapi ia paksakan agar sakit ini tidak terlalu menyiksa.
Alwa sudah terbiasa dengan kesendirian dalam merawat diri kala jauh dari rumah. Tumbuh tanpa peran ayah tidak membuat Alwa hancur dan terpaku pada kejadian masa lalu. Walaupun ia masih tidak percaya bisa melaluinya, tapi Alwa sangat bersyukur di jalan penantiannya ternyata ada hasil yang pantas untuk didapatkan oleh sosok Alwa. Mengingat kembali di hotel inilah masa program mereka usai, banyak sekali hal terjadi ada yang menangis ada juga saling berpelukan sebagai tanda perpisahan untuk sementara. Alwa merindukan teman-temannya, apakah mereka tetap bertahan atau menyerah? Semoga mereka mendapatkan hal luar biasa dari dugaan mereka.
Layar ponsel Alwa menampilkan notifikasi membuat ia berhenti mengompres, belum sempat di buka sebuah panggilan masuk hingga ia langsung mengangkatnya.
"WOII ALWA! WHY DIDN'T YOU TELL ME THAT YOU GOT HIT BY MR. AGRAM, HUH?" sembur Hendi tanpa jeda.
"Minimal salam, Hen!" peringat Alwa.
"Sudah dalam hati. Sekarang, gimana lengan lo? Kalo parah gue ke sana jemput lo untuk pulang aja. Urusan materi itu enggak usah dihadiri, enggak penting!" kata Hendi. Sudah jelas dia khawatir dengan Alwa, trauma akibat kehilangan secara mendadak dari sahabat mereka masih basah dalam artian tidak pernah sembuh.
Apaan si Hendi, kemaren ngotot sekali sekarang malah ngotot nyuruh pulang? Dasar!
"Sejak kapan Hendi berubah menjadi orang plin plan gini, ha? Tenang aja, Hen. Lagian ini juga enggak terlalu parah, buang jauh-jauh pikiran lo yang berlebihan. Ini juga udah ada obatnya, jadi enggak akan terlalu terasa sakit," ujar Alwa. Ia berusaha untuk menenangkan pikiran Hendi ketika selalu berlebihan setelah ditinggalkan oleh Avira.
Terdengar jelas suara hembusan nafas memberat di seberang sana, dapat dipastikan jika Hendi tengah mengendalikan pikiran kalutnya.
"Hen, you have to be able to control it. I understand, but don't let yourself stay trapped in that shell, I'm afraid it can take over you later," lanjutnya.
"I'm always trying, Wa. Please always let me know if something happens to you! Wherever and whenever!" pinta Hendi.
Tidak akan ada yang mengerti, seberapa kuat Hendi berusaha tapi tetap kembali lagi dan lagi pada posisi ini. Hendi hanya bisa berharap terus dalam perjalanan waktu, semoga ia bisa menghilangkan pikiran khawatir yang teramat berlebihan pada dirinya.
"Masa gue lagi honeymoon harus ngabarin lo, Hen? Kan, enggak mungkin," canda Alwa dengan tawa lepas.
"Gue masih waras juga lah, Wa. Kalo lo ada suami mah, yakali gue gangguin kalian lagi begituan. Sudahlah, lo mah becanda mulu," ucapnya dengan kesal.
"You know I'm joking, but you're still upset? Hey, you better take care of the deal you already agreed to!" balas Alwa.
"Iya, pasti gue urus itu. Pokoknya lo inget pesen gue tadi!" tegas Hendi.
"Siap-siap!"
"Okedeh, gue tutup. Bye!" ucap Hendi.
Belum juga Alwa balas, sudah main dimatikan saja. Emang dasar Hendi ini tengilnya masih melekat, agaknya mandarah daging.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
