13

114 77 15
                                        

Haii, gimana kabarnya hari ini!??

Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️

Selamat membaca!

Setiap manusia terlahir dengan kesanggupan yang telah mereka sanggupi. Selain itu, manusia juga memiliki keistimewaan yang tidak diketahui oleh mereka. Perlu bertahan dan bersyukur untuk melihat hal-hal istimewa yang dikatakan itu. Hujan yang awet itu pun telah reda, yang digantikan dengan sinar mentari yang perlahan keluar dari persembunyiannya. Terlihat jelas kedua insan sedang menikmati makan siangnya dan diselingi dengan obrolan ringan.

"Sahabat kamu beneran ke sini nanti?" tanya Elan. Dirinya masih setia menunggu laporan itu sampai ke tangannya.

"Alwa pasti ke sini, tapi sehabis dia ngajar," jawab Rahel, seakan tau keresahan pria di depannya.

Elan menganggukkan kepala, Elan paham dengan keyakinan Rahel terhadap sahabatnya itu. Walaupun, ia masih resah karena tugas yang diamanahkan padanya belum terselesaikan. Elan berusaha tetap tenang agar tidak terlalu membuat dirinya kelimpungan sendiri.

Sementara dilain tempat, terlihat Alwa yang sedang membereskan barangnya dengan tergesa-gesa. Sebab, ia harus segera memberikan laporan milik Rahel agar mereka bisa segera menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Untungnya ia hanya punya dua mata kuliah hari ini, sehingga ia tak harus sampai sore di kampus. Alwa segera berangkat menggunakan mobilnya yang terparkir rapi ditempat parkir khusus dosen Fisip. Alwa memasuki mobil dan ia meletakkan barang bawaanya di kursi samping kemudi. Perlu diketahui ini adalah pertama kali Alwa mengendarai mobil ke kampus, itupun karena pagi tadi diguyur hujan lebat. Mobil pun melaju dan menghilang dari pandangan universitas Bandung, Alwa melajukan mobilnya membelah jalanan yang basah bersama dengan pengendara lain dijalanan itu. Ia pun memberi kabar pada Rahel bahwasannya ia sedang dalam perjalanan.

Rahelinaa

gue otewee, Hel

Tinggg...

Notifikasi masuk diponsel Rahel, segera saja ia membukanya. Ternyata itu pesan dari Alwa. Rahel membalas untuk memberi tahu jikalau mereka berada di restoran bukan di perusahaan, karena sekarang adalah jam istirahat mereka.

Awaa d. M

gue otewee, Hel

Waa, gue sama Elan di restoran
Location
Ke alamat itu aja Wa

Mendapatkan balasan seperti itu, Alwa segera membuka alamat yang telah dikirimkan oleh Rahel. Segera saja ia melajukan mobil sedikit berbelok arah dari tujuan yang seharusnya. Untung saja masih dijalan, jika sudah sampai di perusahaan dapat dipastikan Alwa tidak akan menyusul ke restoran. Lebih baik ia menunggu saja di perusahaan menikmati taman yang indah dipandang mata.
Karena Alwa akan segera ke sini, Rahel pun memesan makan siang untuk Alwa. Rahel yakin sahabatnya itu belum makan dari pagi, mengingat kebiasaan Alwa dari dulu yang tidak suka makan pagi apalagi jika sudah terburu-buru. Setelah memesan Rahel kembali duduk ditempatnya, melanjutkan kembali makan siang hari ini. Rahel juga akan sekalian mengajak Alwa ke rumah setelah jam kerja mereka selesai.

Sebelum Alwa benar-benar sibuk dengan kegiatannya, ia tau kalau Alwa ini sangat suka mencari kesibukkan. Katanya, setiap detik yang terlewatkan mempunyai banyak peluang dalam perubahan. Mobil Alwa telah terparkir di restoran yang Rahel kirimkan alamatnya, Alwa keluar dari mobil dengan membawa barang yang mereka titipkan padanya kemaren. Memasuki restoran dengan nuansa dinamis, bercampur corak timur tengah membuat banyak pelanggan yang datang untuk memamerkan betapa indah interior restoran itu. Alwa melihat sosok Rahel, ia segera menghampiri mereka.

Finding Herself (Selesai & Revisi)Where stories live. Discover now