Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Masa Kini
"Kamu harus kendalikan dirimu, Alwa! Panjatkan doa, agar ibumu baik-baik saja!" nasehat Aggres.
"Kamu enggak tau bagaimana rasanya harus kehilangan lagi dan lagi, Aggres!" teriak Alwa serak.
"Saya pernah kehilangan, Alwa! Tapi, saya tidak membuat diri saya terjebak seperti kamu saat ini!" bantah Aggres, dia tidak terima atas ucapan Alwa.
Karena sebenarnya, Aggres pernah kehilangan meskipun sebuah kehilangan bisa tergantikan dengan pertemuan yang selalu diusahakan olehnya.
Alwa menatap Aggres dengan wajah penuh akan jejak air mata serta penampilan berantakan, semakin membuat hati Aggres seperti dihimpit sebuah kapak tajam. Mereka setia menunggu di depan ruang ICU, entah kapan mereka yang berada di dalam sana akan segera keluar. Alwa hanya takut skenario pada otaknya saat ini benar-benar terjadi. Hingga membuat Alwa harus kembali pada kenyataan untuk selalu ikhlas? Setiap kalinya! Apa karena Alwa sudah bisa hidup sendiri, hingga kehilangan harus terus menimpa dalam kehidupannya. Kalau memang iya, bisakah ditukar? Hancurkan saja karier Alwa dengan syarat kembalikan sang ibu dalam dekapannya.
Aggres tetap mengawasi Alwa, bersiaga jika seandainya nanti Alwa melakukan sesuatu hal di luar pengawasannya. Jika sudah seperti ini, keputusan Aggres saat itu tepat sekali memaksa Alwa untuk memikirkan persetujuan mereka pada pertemuan yang lalu. Jelas Aggres tahu, kondisi sekarang tidak memungkin akan tetapi ia bersedia menunggu disaat apa yang ia usahakan dan nantikan itu dengan sendirinya terwujud.
Pintu ruang yang ditunggu terbuka, sontak Alwa dan Aggres mendekati seorang wanita dengan jas putih menghiasi tubuh eloknya.
"Dengan keluarga, pasien?" ucapnya menunjuk sopan pada dua orang di depannya.
"Saya anaknya, Dok. Bagaimana keadaan ibu saya?" jawab Alwa cepat. Alwa benar-benar berharap ada kabar baik hari ini, sungguh untuk hari ini saja.
"Pasien mengalami kerusakan otak irrerversibel dan tulang rusuk pasien juga patah, sehingga membuat kondisi pasien memburuk. Setelah segala upaya, kami tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien. Dengan berat hati saya nyatakan pasien atas nama ibu Tini meninggal dunia pukul 18.00 WIB. Saya turut berduka, kamu harus kuat!" jelasnya. Dokter wanita segera mengelus pundak Alwa pelan, seakan memberikan kekuatan dalam menerima kenyataan.
Alwa tidak bisa berbuat apa-apa, selain air mata yang tiada henti membasahi pipinya. Alwa masuk bersama Aggres setelah mendapatkan izin dari dokter. Untuk terakhir kalinya dalam hidup, Alwa melihat kondisi sang ibu begitu tenang dengan mata tertutup dalam ruangan ini. Tidakkah sang ibu ingin membuka matanya? Ayolah! Alwa sadar, ibu sudah tiada kamu harus bisa menerima ini semua. Alwa hanya mengeluarkan air mata, dengan mengenggam tangan sang ibu yang sudah kehilangan kehangatannya. Aggres terdiam di belakang Alwa, hanya mengamati tanpa berniat mencegah ataupun menyela. Biarkan Alwa menyelesaikan apa yang akan ia lakukan, sementara dokter sedang mengurus berbagai dokumen mengenai pasien dan sudah dibantu konfirmasi oleh Aggres mewakili Alwa.
Berbagai prosedur telah diselesaikan, sehingga sekarang waktunya membawa jenazah sang ibu kembali ke kota kelahiran. Mereka menggunakan jalur udara supaya tidak memakan waktu yang cukup banyak, Alwa ingin jenazah sang ibu segera dikebumikan sebelum Alwa merasa sakit kembali dalam memandangi jenazah tersebut. Aggres setia mendampingi Alwa, biarkan pekerjaan diambil alih oleh temannya untuk sementara. Dirasa kondisi dan situasi Alwa membaik, ia akan segera pulang untuk melanjutkan tanggung jawab dalam pekerjaan.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
