Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Sebuah rumah penuh kenangan, di mana sudah menjadi salah satu tempat tongkrongan bagi Alwa dan temannya telah nampak pada pandangan Alwa. Walau sudah malam, cahaya terang penuh akan keramaian tidak membuatnya kelam dan sunyi. Ternyata, sudah ada orang berkumpul di rumah sang dosen demi menyambut Alwa yang hanya sebentar dalam berkunjung. Wahid sudah tidak heran, sebab tantenya selalu menceritakan hal mengenai Alwa. Terlebih lagi si Hendi, pasti selalu merecoki dirinya untuk menjaga Alwa selama acara berlangsung.
"Eiraaa! Aku sangat merindukanmu! Asal kamu tau ya, dosen killer yang paling ditakuti oleh seluruh mahasiswa selalu aja ngeluh nanya-nanya 'gimana ya kabar, Eira? Apa dia baik-baik saja? Atau dia nggak bisa gapai mimpinya? Hohoho ..., anak itu sangat merepotkan saya! Saya lelah memikirkan tentangnya!' Killer aja tapi hatinya bak kapas kalo udah nyangkut keluarga!" teriak Yuyun penuh semangat menceritakan tingkah yang pernah sang dosen lakukan dulu.
"Itu benar, Ra. Belum lagi kami selalu diajak kumpul agar rindunya sama kamu terobati. Sungguh merepotkan sekali dosen-dosen itu!" sambung Putri ikut mengadu pada Alwa.
"Ekhem! Maaf sebelumnya menganggu suasana alay para wanita. Saya izin masuk duluan karena ini bukan hal yang saya sukai!" potongnya.
Suara tamparan terdengar, mendarat dengan mulus pada bahu Wahid.
"Kalau nggak suka diam! Masuk saja sana, kau ini membuat tante kesal saja!" ujarnya.
Wahid terbiasa, ia memilih untuk segera meninggalkan mereka lebih memilih istirahat dengan dunianya sendiri. Alwa tidak heran, ternyata masih sama sisi sang dosennya satu ini.
"Makasih banyak! Kalian meluangkan waktu malam ini untuk berkumpul dan merayakan kunjungan ku! Kalian sangat baik, sampai-sampai rasanya aku ingin kembali lagi mengulang kenangan dulu!" ungkap Alwa. Jangan tanya bagaimana perasaan Alwa, tentu saja dia tengah menangis dan membuat mereka di sana mendekati Alwa sembari merengkuh tubuh kecil milik Alwa.
"Sudah cukup ya menghilang dari sosmednya. Ini bukan petak umpet, kabar itu sangat penting, Ra. Saya di sini begitu amat merindukan dan selalu memikirkanmu. Bagaimana kamu menjalani hidup di tengah dunia yang penuh akan kepalsuan!" ucap ibu Westy.
"Kami mampu untuk mendatangimu ke Bengkulu, Ra. Tapi, kami ingat ceritamu kalau selesai wisuda kamu nggak lagi di sana. Jangan pernah berpikir kalau nggak ada yang menyayangimu dengan tulus. Kami semua begitu menyayangimu di sini. Kota Rusa adalah rumah penuh kehangatan yang senantiasa terbuka untukmu," tambah ibu Ifhta.
Alwa semakin menangis kala kedua dosennya mengatakan hal tersebut, belum lagi pelukan yang diberikan oleh mereka mampu membuat hati Alwa terenyuh seakan tahu kalau mereka telah memendam rindu begitu mendalam. Bukan hanya mereka, Alwa juga merasakan hal yang sama. Sekarang penantian mereka diberi akhir yang indah untuk saling melebur sebuah dekapan mampu mengingatkannya akan suasana di masa lalu. Keluarga bukan hanya dari ikatan darah, tetapi juga dari ikatan yang mampu untuk saling memahami dan mengasihi.
Puas dengan dekapan rindu, mereka mulai duduk lesehan pada halaman yang sudah diubah sedemikian rupa sehingga membuat semua orang nyaman untuk berkumpul ataupun bermain.
"Eira atau Alwa, ya?" tanya Yuyun. Dia sedari tadi masih memikirkan untuk memanggil Alwa dengan panggilan apa. Padahal kedua itu boleh saja asal Yuyun nyaman
"Alwa aja. Lagian dua nama itu satu orang juga, Yun," saran Putri. Dia jenuh sekali memberikan saran yang sama tapi sang empu masih bimbang.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
