Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Terlalu santai menikmati waktu di tempat makan, keempat mahasiswi langsung merapikan bawaan mereka dan segera membayar pesanan mereka.
"Berapa mbak total pesanan kami?" tanya Ira.
Segera kasir tersebut menghitung total pesanan keempat mahasiswa di depannya itu. "Totalnya Rp.140.000, kak," jawab kasir itu seraya menatap Ira.
Ira segera membuka dompet mini berwarna hitam yang menampilkan uang merah empat lembar di dalamnya, Ira segera mengambil dua lembar uang tersebut dan langsung memberikan kepada kasir tadi. "Ini mbak."
Mengambil uang tersebut dan segera memberikan kembaliannya kepada Ira. "Ini kembaliannya ya, kak. Terima kasih." Kasir itu menampilkan senyum keramahan.
"Sama-sama kak," jawab Ira. Ia segera berlalu dari hadapan kasir tersebut yang diikuti ketiga temannya, mereka berjalan ke parkiran bersama-sama.
"Ir, nanti hitung berapa masing-masing pesanan kami tadi, biar kami tf atau ganti di kelas," kata Lany. Temannya mengangguk seakan setuju perkataannya itu.
"Amanlah itu, ntar gue itung dan kirim ke kalian, yang penting sekarang kita harus ke kampus keburu telat," jawab Ira cepat.
Lany dan Ira segera menghidupkan motornya diikuti kedua temannya duduk di jok belakang tak lupa mereka memakai helm mereka. Motor mereka pun melaju meninggalkan tempat makan, yang langsung saja kembali memasukki jalan raya bersama pengendara lainnya. Kembali diterpa sinar mentari yang masih saja sama, belum lagi gas knalpot yang masuk ke penciuman mereka yang membuat mereka ingin segera sampai di kampus. Menambah kecepatan, mereka tak peduli lagi sebab telat di hari pertama masuk pada semester dua tidak akan pernah ada dikamus keempat mahasiswi itu.
Menarik napas lega, tibalah mereka di parkiran gedung kelas dan langsung mencari parkiran kosong. Akibat pertama masuk jadinya parkiran selalu saja penuh, tapi untung saja ada sedikit ruang tersisa hanya sekedar untuk menempatkan dua motor mereka ini.
Ela menghela napas dan melepaskan helmnya. "Huhhh. Sampe juga, gue engap lama-lama make helm, bjirtt."
"Aslii. Pusing banget pake helm!" decak Ira. Ia merapikan rambut yang berantakan karena harus memakai helm.
Lany dan Salsa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua temannya yang sangat malas memakai helm, padahal helm bisa melindungi kepala dan organ dalam kepala dari benturan saat kecelakan menimpa. Hanya untuk berhati-hati saja kedua temannya ini kadang tidak mau.
"Udah ngeluhnya nanti aja, mending sekarang lari. Soalnya tuh bu Julmi udah jalan ke kelas," ucap Salsa sambil menunjuk ke arah bu Julmi yang berjalan ke kelas mereka.
Seketika mereka bertiga melotot melihat keberadaan bu Julmi, berlari meninggalkan parkiran berusaha mengayunkan kaki secepat mungkin agar mereka duluan yang sampai sebelum dosennya itu. Ternyata kadang kita sudah berusaha sekuat dan semampu kita, tapi ada kalanya hasil akhir yang diinginkan tidak sesuai dengan usaha tersebut. Menarik napas dengan terengah-engah akibat berlari, sebelum masuk ke kelas mereka kompak mengatur napas agar lebih tenang dan tidak terlihat seperti orang yang habis berlari untuk memenangkan lotre. Serasa sudah lega dan tenang, mereka mengetuk pintu dengan mengucapkan salam.
"Assalamulaikum, permisi ibuu," sapa Salsa dengan sopan mewakili teman-temannya.
Kompak seisi kelas dan bu julmi melirik ke mereka, untuk beberapa detik bu Julmi menarik napas dan menghempuskannya serta menjawab salam Salsa.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
