Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Selamat membaca!
Sebelumnya Part 8-10 aku jadwalkan, jadi teman-teman semua bisa membacanya berturut-turut. Beda sehari? Bolehlah!!
Menginjakkan kaki diteras rumah yang terlihat sederhana, tetapi dalamnya yang sangat mewah sampai membuat orang berkunjung tak berkedip saking takjubnya. Tapi biasa saja bagi pria itu, karena ia terbiasa melihatnya.
"Assalamualaikum, Pakde." Pria bersarung itu mengucapkan salam sembari menunggu balasan dari pakde yang tengah ia cari.
"Waalaikumsalam, loh kamu toh Dhan. Ada apa toh kesini, bukannya jam segini kamu masih mancing sama Yoki dan Ahmad di tempat pakde?" jawab pria gembul itu, terheran melihat sosok di depannya.
"Dhani emang mancing tadi pakde. Tapi, tadi bukde nyuruh Dhani ke rumah buat ambil barang yang ada di bawah meja ruang tamu," ujar Dhani menjelaskan keberadaannya yang datang kerumahnya.
"Oalahh, sebentar ya pakde ambil dulu. Kamu duduk dulu biar kagak cape berdiri nunggunya." Pakde menyuruh Dhani untuk duduk, sementara dirinya langsung mencari barang yang dipinta oleh istrinya.
Dhani hanya mengangguk, tetapi ia tak duduk melainkan hanya berdiri saja ditempat. Nanggung pikirnya kalo duduk sebentar. Benar saja, tak lama pakde kembali dengan menenteng berkas yang ditutupi dengan maps plastik anti air.
"Noh ini barangnya," ucap pakde segera memberikan barang itu pada Dhani. Dengan sigap Dhani mengambil barang tersebut.
"Matur sembah nuwun, Pakde. Dhani pamit balik ke pemancingan. Assalamualaikum."
"Sami-sami. Ati-ati yo, Dhan."
"Nggih, Pakde." Dhani segera melajukan motornya kembali ke pemancingan.
Dalam perjalanannya, pikiran Dhani dipenuhi oleh sosok gadis tadi. Beristighfar, Dhani pun berusaha tak memimikirkan bayang-bayang gadis itu. Tak butuh lama, motor Dhani kembali terparkir di parkiran pemancingan. Segera ke pondok dengan membawa barang yang diminta oleh buk Wanti, Dhani berdoa agar ia tidak terlalu lepas kendali saat melihat gadis yang sempat menghilangkan fokusnya.
"Assalamualaikum," salam Dhani sesaat sudah berada di teras pondok.
Mereka yang tengah duduk santai di teras itu menjawab. "Waalaikumsalam."
Dhani segera bergabung dengan mereka, duduk sembari memberikan barang yang dibawanya kepada buk Wanti. "Ini bukde barangnya."
"Alhamdulillah, matur suwun ya Dhan." Buk Wanti berterima kasih dan bersyukur karena Dhani telah mau direpotkan oleh dirinya.
"Nggih, sami-sami atuh bukde."
Atensi buk Wanti beralih pada gadis di sampingnya, seraya memberikan barang yang menjadi alasan gadis itu kesini.
"Ini neng, barang yang eneng cari. Sekali lagi sampeiin maaf ibukk ya, pada nak Rahel," ujar wanita berumur itu pada Alwa agar mau menyampaikan permintaan maafnya pada Rahel. Padahal Rahel tak masalah dan sudah memaafkan. Tetap saja rasa bersalah selalu ada padanya.
"Pasti Alwa sampaikan kok buk. Ibuk jangan terlalu merasa bersalah seperti ini, Alwa yakin Rahel nerima permintaan maaf ibuk ini," balas Alwa berusaha memberikan pengertian. Kalau sahabatnya itu telah memaafkan wanita berumur yang sedang mengobrol dengannya.
"Syukurlah, kalo memang seperti itu neng." Buk Wanti merasa sedikit lega setelah mendengar ucapan Alwa.
"Iyaa buk."
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
ChickLit[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
