Haii, gimana kabarnya hari ini!??
Dimana pun kalian berada, semoga hal-hal baik selalu berdatangan ya☄️☄️
Terimakasih banyak karena kalian semua bersedia meluangkan waktu untuk menemani Alwa dalam cerita ini. Maybe, kisah Alwa hanya sebatas ilusi.
Tapi, perjuangan, pengorbanan, dan tetap bertahan harus selalu ada dalam genggaman kalian. Sebab, misteri kehidupan belum terjawab!!
Selamat membaca!
Penanganan Alwa dilakukan dengan maksimal, semua keluarga Alwa berkumpul menunggu ruang operasi segera dibuka. Menunggu seperti ini adalah hal yang sangat tidak asing untuk mereka. Tapi, untuk kali ini tolong beri Alwa kesempatan agar bisa hidup tenang tanpa menanggung banyaknya beban. Hendi saat mengetahui berita tidak mengenakkan itu, menyuruh sang teman untuk memukulnya sekeras mungkin agar tahu seberapa tidak berguna dia menjadi sahabat. Kedua kalinya, Hendi harus mengemban yang namanya rasa sakit dan tidak berdaya dengan tiba-tiba.
Rahel dengan keluarga Supratman juga datang, sesaat Ranggel melihat berita terbaru mengenai kasus kriminal yang lewat pada ponselnya. Ranggel telah kewalahan dalam menenangkan sang adik, yang sama sekali belum berhenti meracau dalam dada bidangnya. Sedangkan Litta pingsan dalam dekapan tuan Supratman. Keluarga Alwa yang jauh, masih dalam penerbangan tidak berbeda mereka juga menangis dalam pesawat. Belum lagi Fion, asisten Alwa menaiki jet pribadi milik keluarganya agar tiba dengan cepat di Indonesia. Berita atas penikaman Deira Alwa Mahelita telah tersebar, membuat Zalmi dipenjara selama dua puluh lima tahun. Itu untuk putusan sela, meski begitu tetap membuat semua orang protes tidak terima.
Seorang pria rapi dengan jaz yang cocok sekali melengkapi tubuh tegapnya, berjalan masuk dengan berkas ditangan dan sebuah tas hitam yang dibawa oleh teman sekaligus sang asisten. Mata memerah akibat menangis dan menahan semua letupan amarah, tidak mampu menutupi aura dominan intimidasi dan ketampanan miliknya. Pria tersebut melempar berkas ditangannya kearah meja hakim, tidak ada yang berani mencegah sebab di dalam sana banyak sang mata penjaga pria tersebut. Tas yang dibawa, diberikan kepada hakim dan membuka tepat di atas meja. Hakim dan semuanya terkejut, melihat isi dalam tas biasa berwarna hitam pekat. Terlihat jelas sebuah mayat dijahit menyatu semacam rangkaian yang tidak lagi utuh. Zalmi dengan pengacaranya menegang, bukti kuat yang selama ini mereka sembunyikan telah ditemukan oleh pria asing secepat kilat.
"Dua puluh lima tahun tidak akan bisa menghidupkan kembali rangkaian tubuh orang ini! Dan tidak akan bisa memastikan keselamatan calon istri saya! Jika gedung ini dan isinya tidak ingin dilenyapkan, penjarakan wanita gila itu seumur hidup! Atau, saya sendiri yang akan melenyapkannya ditangan saya!" perintahnya dengan sangat tegas tidak terbantahkan.
Persidangan dilakukan ulang, di mana Zalmi Raydah ditetapkan dengan hukuman penjara seumur hidupnya. Pihak Zalmi tidak bisa melawan, mereka menerima putusan tersebut dengan kemarahan. Zalmi dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan, bergabung dengan banyaknya pelaku kejahatan. Pria itu belum puas, ingin sekali ia membunuh wanita gila tersebut. Melihatnya masih bernapas saja sudah mengundang sisi gelapnya agar keluar dengan segera. Sang asisten menepuk pundaknya, mengembalikan kesadaran dari lamunan.
"Aggres! Ayo pergi, kau masih memiliki jadwal lain," ucapnya mengingatkan.
"Tunda! Saya ingin ke rumah sakit menemui Alwa, tolong gantikan saya sementara waktu!" potong Aggres cepat. Sang asisten menurut, tidak mudah menerima semua ini apalagi gadis tersebut adalah kelemahan dan rumah bagi Aggres.
°°°
Aggres luruh ke lantai, tidak berdaya dan tidak akan pernah bisa menerima kenyataan memilukan baginya. Kenapa tidak menunggu ia sampai dulu baru ini semua terjadi. Aggres ingin sekali untuk sekedar mengenggam tangan saat Alwa masih bernyawa. Apakah sangat sulit, Tuhan? Lalu, Aggres menatap nanar diri sendiri, apa yang akan terjadi jika rumahnya pergi. Kematian Alwa telah tercatat rapi dalam dokumen yang ditulis oleh dokter. Semua diselesaikan dengan baik dan cepat sehingga hanya menunggu Alwa dimakamkan. Tepat pada kediaman keluarga Alwa, semua kembali dilanda kesedihan akan kehilangan. Begitu rapuh dan remuk seluruh hati mereka yang ditinggalkan, banyak orang berdatangan untuk menguatkan keluarga dan orang yang ditinggalkan. Semuanya menangis dengan menopang diri masing-masing, seakan tidak menyangka Alwa begitu cepat meninggalkan dunia. Dengan cara yang teramat membuat mereka ingin membalas akan tindakan wanita gila nan keji tersebut.
YOU ARE READING
Finding Herself (Selesai & Revisi)
Genç Kız Edebiyatı[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan...
