"Kenapa sih? Kena wasir?"
Komentar Haruto yang daritadi ngeliat Jeongwoo gusar. Tidak fokus.
Pandangan kosong.
Bentar lagi kesurupan aing maung.
Ngga deng.
Jeongwoo mengarahkan tangannya untuk menarik kepala Haruto. Agar Haruto memusatkan atensinya padanya-
"Anjing apa-apaan? Jijik" Haruto langsung menepis tangan Jeongwoo.
Apa-apaan? Dikira Haruto mau diajak selingkuh sama Jeongwoo? Cuih.
Jijik sampai ubun-ubun.
"Bukan kaya yang dipikiran lo bego. Gue juga ogah selingkuh sama lo" balas Jeongwoo. Udah terlampau hafal sama pikiran sahabatnya itu.
Haruto hanya menjulurkan lidahnya dan kembali fokus pada laptopnya. Ia harus mengumpulkan tugasnya malam ini, tapi Jeongwoo si kera sakti ini malah terus saja mengganggunya.
"Ke dukun aja sana lo, ngebet amat sama Pak Jaehyuk" komentar Haruto akhirnya. Pasalnya sedari pagi hingga makan siang ini, Jeongwoo tidak jauh-jauh dari membahas Pak Jaehyuk.
Yang katanya pesona pria matanglah, pesona dosen mudalah, pesona lelaki ramahlah. Intinya semua pesona dikeluarkan.
Jeongwoo mendecih, "Tapi Ru, gue ini beneran naksir Pak Jaehyuk atau emang cuma penasaran ya?"
Haruto menghela nafas pelan. Menghadapi Jeongwoo yang puber memanglah cukup menguras energi dibandingkan mengurus Kak Junkyu yang rewel karena tidak mau mandi selama 2 hari.
"Jalani aja dulu. Maksudnya kalau emang masih pengin ngejar ya kejar. Ntar juga lama-lama keliatan"
Jeongwoo mengernyitkan dahinya, "Keliatan apanya?"
Ngga mungkin lubang pantatnya kan?
Haruto menghentikan jemarinya yang tengah menari diatas keyboard. Lidahnya sudah bermain didalam mulutnya.
Tanda emosinya seperti sudah sampai puncak.
Haruto menoleh kemudian tersenyum pada sahabatnya.
Jeongwoo masih menatap dengan pandangan seolah bertanya, 'Keliatan apanya?'
Sampai,
"DASAR MONYET DONGO! MAMPUS AJA LO!"
Jeongwoo sontak mengerjapkan matanya kaget. Suara Haruto gede juga ya.
"Hehe"
.
.
.
.
Jaehyuk menghela nafasnya lelah. Ada-ada saja masalah dirumahnya.
"Dek, kenapa bisa ketahuan ngerokok kaya gini?" tanya Jaehyuk saat setelah pulang dari sekolah adiknya.
Yoon Sienna. Remaja 17 tahun yang,
"Bulan lalu berantem, dua minggu lalu pembullyan. Sekarang ketahuan ngerokok?" Jaehyuk kadang ngga habis pikir sama tingkah adiknya yang terlalu nakal.
Jaehyuk sepertinya sudah mencoba memenuhi kebutuhan Sienna dalam bentuk materi dan kasih sayang, tapi kenapa masih seperti ini?
Sienna yang duduk dihadapan Jaehyuk hanya mengangkat bahunya acuh, "Nggapapa, iseng aja"
Jaehyuk mengusap hidungnya, "Tapi jangan kaya gini, dek. Kakak bingung kalau kamu terus-terusan nakal"
"Kamu bisa ngga anteng gitu-"
