"Stop ngendus-ngendus ke saya, Jeongwoo" kesal Jaehyuk.
Soalnya,
"Ya kenapa sih? Orang kamu wangi" bela Jeongwoo.
Sedari Jaehyuk tiba dirumah Jeongwoo. Jeongwoo terus saja mengendus dan mencium bahu Jaehyuk. Bahkan sesekali ke lehernya.
Setelah malam itu. Jaehyuk memang selalu menyempatkan diri untuk singgah ke rumah Jeongwoo. Entah satu atau dua kali dalam seminggu.
Dan seperti sekarang ini,
"Kenapa deh, kamu kalo kesini pasti kegiatannya masak" kata Jeongwoo.
Karena saat ini Jaehyuk memang tengah memasakan makan sore untuk keduanya.
Benar makan sore.
Kenapa?
Toh mereka akan makan pada sore hari jadi menyebutnya makan sore, bukan?
"Ya emangnya mau ngapain? Main ludo?" kata Jaehyuk dengan memastikan spaghetti buatannya tidak terlalu lembek.
Jeongwoo yang berdiri dibelakang Jaehyuk kemudian meraih pinggang Jaehyuk dan diusapnya perlahan, "Ya mungkin ganti...."
"Aku makan kamu"
Dug!
"Akh!"
Sret!
"Aduh!!! Sakit!" teriak Jeongwoo saat setelah perutnya di tersikut kemudian sekarang telinganya di jewer.
"Aduh, sayang! Sakit!"
Jaehyuk hanya diam dan masih terus menjewer telinga Jeongwoo.
Anak remaja itu harus diberi pelajaran.
"Maaf, ngga bercanda gitu lagi"
"Janji?"
"Janji"
Barulah Jaehyuk melepaskan tangannya dari telinga kanan Jeongwoo.
Jeongwoo mengusap telinganya yang sedikit memerah. Cukup sakit.
Dasar dosen muda galak!
Jeongwoo cemberut tapi kemudian tidak kapok untuk kembali memeluk Jaehyuk dari belakang. Jaehyuk sendiri tidak menolak atau setidaknya mendorong kemudian menendang pantat Jeongwoo agar tidak menganggunya.
Jaehyuk membiarkan apapun yang Jeongwoo lakukan padanya. Asalkan masih batas wajar.
"Malem ini jagain ayah ngga?" tanya Jeongwoo. Menyandarkan dagunya pada bahu Jaehyuk.
Jaehyuk menggeleng, "Engga, ada temen ayah yang mau nginep katanya"
Jeongwoo mengangguk.
"Ih, itu tomatnya banyak banget. Ngga enak nanti" protes Jeongwoo saat melihat banyak tomat yang dipotong. Akan dijadikan campuran untuk spaghetti?
"Tapi saya suka"
"Yaudah deh, aku juga suka"
Jaehyuk tersenyum tipis. Kemudian punggung tangannya mengusap gemas pada pipi Jeongwoo.
Jeongwoo balas tersenyum dan mengecup pipi Jaehyuk. Yang dibales helaan nafas dari yang lebih tua.
"Kalau malem ini nginep sini, mau ngga?"
Jaehyuk menghentikan gerakan tangannya yang memotong tomat. Kemudian mematikan kompor. Spaghettinya sudah matang.
"Engga, nanti kamu pasti ngelakuin hal aneh-aneh ke saya"
Jeongwoo mendecih. Ia membalikkan tubuh Jaehyuk agar menghadapnya, "Engga, sayang"
Jaehyuk menaikkan kedua alisnya. Tanda bahwa ia tidak percaya dengan perkataan Jeongwoo.
