10

1.5K 179 16
                                        

Dan inilah harinya.

Hari apa?

Jeongwoo mengusap leher belakangnya pelan. Gugup?

Jaehyuk yang berdiri disampingnya tersenyum tipis, "Apa ngga jadi aja nih?" tanyanya.

Jeongwoo sontak menoleh dan protes, "Apasih, pak"

Soalnya,

Sore ini setelah Jeongwoo dengan sabar menunggu Pak Jaehyuk selesai mengajar.

Ia sangat sabar sampai Jaehyuk bahkan harus mematikan datanya sebentar karena Jeongwoo menelfonnya 10 kali dalam 5 menit. 

Dasar.

"Dirumah biasanya ada siapa?" tanya Jaehyuk.

Benar.

Keduanya sekarang akan pergi kerumah Jeongwoo. Sesuai dengan obrolan keduanya beberapa hari lalu.

Jeongwoo menyalakan mesin mobilnya, "Kosong pak"

Jaehyuk mengangguk. Ia sudah menebak jawabannya, hanya ingin memastikan mungkin saja ada pembantu atau supir  Jeongwoo.

Selama perjalanan, Jaehyuk lebih banyak diam. Memang dia tipikal yang seperti itu , bukan?

Berbeda dari Jeongwoo yang bahkan menyetir mobilnya dengan banyak bergerak.

"Mending balik dikampus aja ngga sih?"

Jeongwoo mendecak dan melirik sinis pada Jaehyuk, "Diem deh pak"

Jaehyuk tertawa pelan, "Lagian kamu kenapa sih keliatan gugup banget? Kamu yang ngundang saya ke rumah, tapi kamu sendiri yang gugup"

Jeongwoo menghela nafas, "Ngga tau deh pak"

"Apa mungkin udah lama ngga ada yang kerumah saya makannya gugup ya?"

Jaehyuk mengernyitkan dahinya, "Selama ini ngga ada?"

Jeongwoo menggeleng.

"Haruto?"

Jeongwoo menggeleng.

"Kenapa? Kalian deket kan? Atau kamu ngga nyaman?"

Jeongwoo lagi-lagi menggeleng, "Biasa aja sebenarnya sih pak, cuma saya emang ngga pernah ngajak aja"

"Haruto juga ngga pernah minta" katanya.

Jaehyuk mengangguk.

"Lagian pak, anehlah kalau tiba-tiba saya atau Haruto main kerumah. Berdua? Ntar dikira kumpul kebo, ih najis" kata Jeongwoo dengan bergidik ngeri. Membuat Jaehyuk yang duduk dikursi penumpang tertawa.

Cukup renyah.

Jeongwoo melirik dan tersenyum tipis.

"Tapi kamu ngajak saya kerumah kamu tuh? Ntar di tuduh kumpul kebo?" tanya Jaehyuk menimpali candaan Jeongwoo.

Jeongwoo menoleh sebentar. Mengedipkan matanya sebagai bentuk menggoda.

"Kalau itu mah sengaja, biar dituduh kumpul kebo sama Pak Jae-, akh! Kok dicubit?!" 

"Mau saya tendang malah awalnya" balas Jaehyuk.

Jeongwoo mendesis dan mengusap lengan kirinya pelan, "Ya kan biar ngga repot-repot lagi saya ngejar bapak. Grebek aja udah, grebek"

"Ntar kita dinikahin- akhh! K-E-N-A-P-A D-I C-U-B-I-T LAGIIII!" protes Jeongwoo menekankan perkataannya.

Membuat Jaehyuk sebenarnya sangat terhibur dengan segala celotehan dan respon Jeongwoo ketika digoda. Benar-benar menyenangkan.

The OlderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang