Jeongwoo tersenyum saat Jaehyuk memasuki kamarnya.
"Ngga usah senyum" balas Jaehyuk.
Jeongwoo langsung mengendurkan senyumnya.
Jaehyuk meletakkan tas ranselnya dan memasukkan kedua tangannya pada saku celana kainnya.
"Sini, berdiri depan saya"
Jeongwoo yang dari tadi memainkan game diponselnya lantas meletakkan ponselnya. Sembarangan.
Jaehyuk menunjukan spot dimana Jeongwoo harus berdiri.
Jeongwoo mengangguk dan menurut.
Dan saat Jaehyuk melipat kedua tangannya didepan dada. Jeongwoo sontak langsung menumpukkan kedua tangannya didepan tubuhnya.
Sedikit menunduk.
Jaehyuk menghela nafas.
Ctak!
Jeongwoo meringis saat pipinya disentil Jaehyuk dengan sedikit keras.
"Kenapa lagi?" tanya Jaehyuk.
Jeongwoo semakin menunduk, "Siap salah, sayang"
"Minta maaf dengan kesadaran penuh"
Jaehyuk kembali menghela nafas.
"Baru seminggu lalu kamu berantem. Sekarang lagi?"
"Mau jadi apa sih kamu? Preman?" tanya Jaehyuk.
Jeongwoo menggeleng pelan, "Engga, sayang"
Jeongwoo menaikkan pandangannya dan,
"Mau jadi anak punk"
Duar!
"Park Jeongwoo!"
Hug!
Jeongwoo langsung memeluk Jaehyuk. Meskipun Jaehyuk sama sekali tidak menggubris.
"Sayangku, cintaku, marmut unyu-unyuku~"
Jeongwoo mengecup pipi Jaehyuk beberapa kali, "Kalau aku berantem, mana berani ngabarin kamu terus minta sayangku kesini"
Jaehyuk melirik. Menaikkan kedua alisnya. Tanda bahwa ia memerlukan penjelasan lebih.
Jeongwoo melepas pelukannya dan menghela nafas, "Digampar om"
Raut wajah Jaehyuk langsung berubah.
Ia menyentuh pipi Jeongwoo dengan lembut.
"Kok bisa? Kenapa?"
Jeongwoo mengendikan bahunya. Ia berjalan melewati Jaehyuk. Memilih duduk ditepi tempat tidurnya.
Jaehyuk menyusul.
"Kenapa?"
Jeongwoo lagi-lagi masih diam. Ia bukannya tidak percaya atau merasa bagaimana dengan Jaehyuk. Ia hanya...
Merasa aneh?
Ia tidak pernah bercerita pada siapapun. Jadi saat ada yang memintanya menceritakan perasaannya, ia merasa bingung?
Harus dimulai dari mana?
Jaehyuk meraih lengan Jeongwoo. Menyelipkan tangannya. Untuk memeluk lengan besar Jeongwoo.
Jaehyuk mendekatkan wajahnya.
"Boleh saya dengar suara kamu?"
Jeongwoo melirik Jaehyuk.
Jaehyuk tersenyum dan mengendikan dagunya, "Suara kamu bakal seberat apa kalau bahas masalah serius"
"Saya penasaran"
