Gila.
Ini benar-benar gila.
Apa yang ada dipikiran seorang Yoon Jaehyuk.
"Kenapa sih pak? Tegang banget"
"Deg-degan ya mau ngenalin calon mantu ke ayahnya?"
Diam.
Sedari berangkat saja. Jaehyuk sudah sepertu orang bodoh yang 'kenapa bisa semuanya terjadi?'
Besoknya, sore hari. Jeongwoo benar-benar menunggu Jaehyuk pulang dari kampus.
Kemudian keduanya sekarang ada diparkiran rumah sakit.
Gila.
Jaehyuk melirik Jeongwoo yang berjalan disebelahnya. Seperti itu terus sampai,
"Pak, kenapa? Gitu banget ngeliatin saya" Jeongwoo menghentikan langkahnya dan menghadap pada Pak Jaehyuk.
Jaehyuk sendiri melepas dasinya yang dirasa mencekik leher.
"Kenapa kita disini?"
Jeongwoo mengernyitkan dahinya. Lah?
"Ya karna tadi kita kesini naik mobil" kata Jeongwoo.
Benar. Jawabannya sangat benar malah. Jeongwoo dan Pak Jaehyuk ke rumah sakit menggunakan mobil Pak Jaehyuk. Dengan Jeongwoo yang menyetir.
Tapi bukan itu. Astaga.
Jeongwoo menatap Pak Jaehyuk yang mulai berjalan lagi disampingnya.
Pikirannya sangat penuh. Sepertinya.
Bahkan dua kali Jeongwoo memanggilnya, beliau tidak menoleh.
Sampai, "Pak Jaehyuk"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"
"Eh?"
Pak Jaehyuk akhirnya menoleh. Dan, damn!
Jeongwoo melipat bibirnya ke dalam. Ia sedikit membeku saat ini.
Karena,
Dosen muda disampingnya ini sangat tampan!
Jaehyuk menepuk pundak Jeongwoo, "Heh, kenapa manggil?"
Karena saat ini berganti Jeongwoo yang tidak fokus.
Jeongwoo yang bahunya ditepuk kemudian sadar.
"Eh nggapapa. Ayo jalan lagi" kata Jeongwoo. Ia terlupa ingin mengatakan apa.
Pesona Pak Jaehyuk sangat menyilaukan mata.
Baiklah, cukup!
.
.
.
Keduanya berdiri didepan pintu kamar ayah Pak Jaehyuk.
