8

1.4K 173 13
                                        

Jaehyuk sesekali terkekeh melihat interaksi Jeongwoo dengan ayahnya.

Jeongwoo yang memang pandai membangun obrolan dengan berbagai macam topik dan melucu membuat lelaki berusia hampir 70 tahun itu tertawa.

"Terus om, saya jadi suka ambil mangga si om Burhan. Orang sombong gitu mah harus dikasih pelajaran"

"Lah engga salah dong, om Burhan marahin kalian. Kan kalian dulu yang bikin teras rumahnya kotor"

Jeongwoo menggeleng tidak setuju, "Lah tapi kan om, udah kita pel tau. Tapi malah masih dilaporin ke pak RT. Katanya tuh teras pakai lantai marmer jadi mahal. Dih"

Jaehyuk hanya menggelengkan kepalanya mendengar segala celetukan Jeongwoo yang never ending itu.

"Tapi-"

"Ayah udah jam 8 malem, waktunya istirahat" Jaehyuk datang dan memotong obrolan.

Membuat ayahnya dan Jeongwoo menoleh.

"Jaehyuk mah ngga asik. Malas" kata Jeongwoo dengan menekan nama dosen itu.

Meledek. Kapan lagi memanggilnya tanpa embel-embel 'pak'?

Eh tapi mungkin nanti ya. Minggu depan?

Bulan depan?

Eh tidak tau lah. Hehe.

Akhirnya ayah Jaehyuk menurut setelah ia bujuk selama beberapa saat.

"Bapak yakin mau nginep disini?" tanya Jeongwoo saat keduanya berada di lift. Jaehyuk mengantar Jeongwoo sampai ke halaman parkir.

Jaehyuk mengangguk, "Iya, biasanya juga udah sering kok"

Jeongwoo menoleh, ia menyandarkan kepalanya pada lift, "Capek ngga? Mau makan dulu?" tanya Jeongwoo.

Secara Pak Jaehyuk ngajar dari pagi. Sorenya kesini. Terus nginep di rumah sakit ditambah besok pagi pasti ada kelas pagi.

Kalau Jeongwoo mah besok cuma ada kelas sore.

Jaehyuk mengisyaratkan untuk Jeongwoo memperbaiki posisi berdirinya saat keduanya akan sampai di lantai 1 rumah sakit.

"Capek ya capek tapi ngga yang capek banget" kata Jaehyuk.

Walauapun sebenarnya Jaehyuk udah ngga tau definisi capek itu yang seperti apa.

"Yaudah, makan dulu yuk pak" ajak Jeongwoo. Membuat Jaehyuk yang sedang berjalan didepan menghentikan langkahnya. Ia menoleh.

"Udah mau jam 9, kamu ngga mau pulang emang?"

Jeongwoo terkekeh kemudian menyenggol bahu Jaehyuk pelan, "Pulang ya mau lah pak. Tapi kan bisa makan dulu"

"Kamu laper?" tanya Jaehyuk.

Jeongwoo diam sesaat sebelum, "Iya, jadi ayo makan. Apa yang enak sekitaran sini?"

.       .        .       .         .

Sate.

Keduanya berakhir memakan sate bersama.

"Enak" komentar Jeongwoo.

Jaehyuk melirik sekilas, "Olahan sate mana mungkin bisa ngga enak? Kecuali kalau sambelnya basi"

"Ada kok pak"

Jaehyuk menatap Jeongwoo, "Apa?"

Jeongwoo kemudian tersenyum, "Sate yang pas makannya ngga bareng pak Jaehyuk"

Astaga.

Jaehyuk hanya menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir.

Ia baru saja digombali remaja berusia 20 tahun?

The OlderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang