Jaehyuk berlari di lorong rumah sakit dengan tergesa-gesa.
Pada pukul 3 dini hari, Jaehyuk dikabari bahwa kondisi ayahnya tiba-tiba drop.
Tidak memperdulikan tubuhnya yang lelah dan rasa kantuknya karena baru tertidur dua jam lalu. Jaehyuk langsung mengambil kunci mobilnya dan menuju rumah sakit.
Nafas Jaehyuk memburu saat sampai didepan ruangan ayahnya.
"Ayah" lirihnya.
Perawat melarangnya masuk ketika dokter sedang menangani ayahnya.
Sampai,
"Kondisi ayah anda memburuk karena banyak pikiran"
"Dalam kondisi tubuh yang sudah komplikasi, sebaiknya ayah anda jangan sampai diberikan beban pikiran yang berlebih" begitulah kata dokter setelah satu jam menangani ayahnya.
Jaehyuk menatap ayahnya yang sudah kembali memejamkan matanya.
Tubuh yang semakin tua dan ringkih itu membuat hati Jaehyuk merasakan sedih yang mendalam.
Semenjak ditinggal ibunya, kebangkrutan perusahaan. Membuat kesehatan ayahnya terus menurun.
Jaehyuk sebenarnya sangat lelah dengan keadaan hidupnya yang seperti berjalan ditempat.
Kapan akan membaik?
Jaehyuk berniat akan mengistirahatkan tubuhnya disofa panjang yang ada di kamar ayahnya.
Tapi,
Ia teringat sesuatu.
Dokter mengatakan bahwa ayahnya memiliki banyak pikiran?
Hei?
Bagaimana bisa?
Jaehyuk tidak pernah menceritakan apapun-
Tunggu!
Jaehyuk bergegas ke resepsionis.
"Permisi, apa ada yang keruangan ayah saya selain saya?" tanya Jaehyuk.
"Ada pak. Perempuan"
Siena?
"Anak SMA?"
Perawat itu menggeleng, "Bukan pak. Mungkin usianya hampir seperti ayah anda"
Jaehyuk langsung menghela nafas berat.
Lagi dan lagi.
Pasti ibunya.
Apalagi sih yang dia mau?
Jaehyuk tanpa berpikir panjang langsung pergi meninggalkan rumah sakit tapi,
"Sialan" Jaehyuk mengumpat saat mengingat bahwa kunci mobilnya tertinggal dikamar ayahnya.
Tapi untungnya,
"Pak, maaf apakah bapak menerima penumpang saat ini? Saya benar-benar sedang buru-buru"
Entahlah, mungkin ada salah satu kerabat sopir taksi itu ada yang menginap dirumha sakit. Setidaknya, sopir taksi yang mungkin akan pulang kerumah, mau mengantarnya.
Kemana?
Ke,
Jaehyuk membayar dengan uang yang ada disaku celana belakangnya.
Dan ternyata,
Ia juga tidak membawa dompet disakunya.
Ponsel?
Apalagi.
Demi Tuhan.
Jaehyuk sudah berada didepan rumah ibunya.
