20

2K 177 27
                                        

Jaehyuk sedang mengerjakan jurnal penelitiannya saat,

Jeongwoo calling...

Jaehyuk mengernyit. Pukul berapa ini?

1 malam?

Jeongwoo menelfon?

"Hal-"

"Pak! Ini Haruto- anjing! Jeongwoo diem lo!"

"Pak astaga ini, babi bapak ngamuk!"

Prank!

Jaehyuk menjauhkan ponsel itu dari telinga. Suara diseberang telfon sangat gaduh.

Ada apa ini?

"Pak astaga! Tolongin saya! Jeongwoo ngamuk, pak!"

"Sumpah kaya kingkong pak, ngga kuat saya"

"Di bar Zero-One, tolong pak-AKHHHHHH"

Tut!

Jaehyuk menatap layar ponselnya yang menampilkan sambungan telfon sudah terputus.

Jaehyuk menghela nafas kemudian bangkit. Mengambil jaket dan bergegas menuju tempat yang diinformasikan Haruto.

.

.

.

Jaehyuk mengusap hidungnya pelan.

Bau alkoholnya sangat pekat.

Jaehyuk tidak begitu suka. Lagipula ia juga bukan penggemar alkohol meskipun toleransi alkoholnya tinggi.

Jaehyuk mengedarkan pandangannya. Mencoba mencari objek yang-

"Bajingan!"

Teriakan dengan suara berat itu mampu membuat Jaehyuk langsung menemukan,

Astaga!

Jeongwoo yang tengah berkelahi dengan entah siapa itu. Haruto yang mencoba menahan tubuh besar Jeongwoo. Namun juga dengan menjaga Junkyu yang sudah mabuk parah.

Jaehyuk menghela nafas.

Berat sekali beban Haruto ya.

Jaehyuk mendekat dan,

Sret!

Jaehyuk memisahkan Haruto yang tengah menahan tubuh Jeongwoo. Dan meraih lengan Jeongwoo.

"Udah" kata Jaehyuk.

Jeongwoo menoleh, "Kamu?"

Jaehyuk menoleh ke arah Haruto, "Pulang dulu aja, Jeongwoo biar saya yang urus"

Haruto terlihat ragu meninggalkan Jaehyuk. Pasalnya Jeongwoo cukup sulit dikendalikan jika sudah menyangkut dengan emosinya yang naik.

Jeongwoo itu jelmaan babi hutan yang tidak tau aturan. Itu kata Haruto.

"Saya bilang, pulang" kata Jaehyuk sekali lagi. Membuat Haruto agak segan dan akhirnya memilih menggendong Junkyu kemudian pergi dari tempat itu.

Meninggalkan,

"Oh? Bawa-bawa abang sekarang?"

Seseorang yang Jaehyuk tidak kenal. Tiba-tiba marah dan menunjuk dirinya.

Dia yang sedang berkelahi dengan Jeongwoo.

Jeongwoo menepis tangan lelaki itu, "Anjing, ngga usah nunjuk-nunjuk kaya gitu"

Jeongwoo kembali maju, untuk melayangkan pukulan. Namun,

"Jeo, udah. Ayo pulang" kata Jaehyuk.

Jeongwoo hanya menoleh sekilas sebelum kembali tersulut emosi karena,

The OlderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang