Jeongwoo sedikit uring-uringan saat jam kelasnya.
Kenapa?
Ingin ke kamar mandi? Tidak kok.
Hanya saja.
Dosen muda kesayangannya kembali sulit ditemui.
Ini sudah sebulan sejak keduanya menjadi sepasang kekasih.
Sama seperti pasangan normal lainnya. Sesekali masih harus beradaptasi dengan sifat satu sama lain. Yang,
"Gelisah amat. Lagi mikirin gue?"
Jeongwoo melirik jijik kearah teman disebelahnya.
"Gue ludahin lo ya"
Haruto cuma ketawa pelan. Kelas kosong, dosen sedang memiliki rapat.
Haruto kembali mencatat materi hari ini. Jangan salah, Haruto itu rajin. Rajin belajar. Rajin mandi dan rajin mencontek, eh?
"Ru, Kak Junkyu suka ngilang-ngilangan ngga?"
Haruto yang ditanyai secara tiba-tiba cukup kaget.
Tumben sekali.
"Engga juga. Kak Junkyu mah clingy. Ngga bakal kuat ngilang dari gue meskipun cuma 10 menit"
"Sumpah gue ludahin lo ya, Ru" jengkel Jengwoo.
Haruto semakin tertawa.
Namun melihat raut wajah Jeongwoo yang sepertinya memang membutuhkan jawaban yang masuk akal lantas,
"Ya sesekali pasti ada. Misal kalau Kak Junkyu lagi main sama temennya, marah sama gue. Gitulah"
Jeongwoo membasahi bibirnya, "Wajar ngga sih gue khawatir kalau Pak Jaehyuk ngilang-ngilangan?"
Oh?
Ia memang sudah tau hubungan Jeongwoo dengan Pak Jaehyuk. Namun Jeongwoo itu memang tipe yang sangat tertutup. Jadi ia sama sekali tidak pernah menceritakan apa yang ia rasakan.
Meskipun Jeongwoo seperti manusia yang mudah bergaul dan ceria. Nyatanya, tidak seperti itu.
"Ya wajar. Tandanya sayang"
"Kalau gue ngerasa kesal juga, wajar?"
Haruto masih mengangguk, "Wajar"
"Tapi gimana ya, Ru. Gue ngerasa kesal sama Pak Jaehyuk karena dia kek susah banget ditemuin semingguan ini. Ngabarin gue aja kek bisa sehari cuma sekali"
"Apa gue lebay?"
Haruto mengangguk. Mendengarkan.
"Menurut gue mah, kalau kesal wajar. Tapi lo ngga bisa langsung menyimpulkan apapun"
"Lo belum ketemu sama Pak Jaehyuk secara properly"
"Mending ketemuan dulu. Obrolin baik-baik"
Jeongwoo diam. Ia mendengarkan.
"Gue ngga bisa kasih banyak saran juga. Lo sama Pak Jaehyuk yang menjalani. Jadi kalian yang lebih tau harus gimana" kata Haruto kemudian menepuk bahu Jeongwoo. Sebagai bentuk menyemangati.
Jeongwoo menghela nafas.
.
.
.
Srak! Srak! Srak!
Suara apa?
Suara...
Jeongwoo mengorek tanah di sekitar parkiran mobil dosen dengan batang kayu.
