19

1.6K 156 37
                                        

Jeongwoo menghapus jejak air mata Jaehyuk.

Jaehyuk sudah jauh lebih tenang dan sudah tidak menangis.

Keduanya sekarang sudah berada dirumah Jeongwoo. Diruang tengah rumah besar itu.

Jeongwoo memperhatikan penampilan Jaehyuk yang cukup berantakan.

"Saya ngga tau ibu maunya apa. Tapi saya benar-benar sakit hati sama beliau" kata Jaehyuk.

Jeongwoo mendengarkan semua cerita Jaehyuk dari awal sampai akhir. Tanpa memotong. Tanpa menjudge.

Jeongwoo mendengarkan semuanya dengan tenang.

Sampai,

"Saya tau saya salah ngebentak ibu, sa-"

"Ngga kok. Kamu ngga salah" barulah Jeongwoo memotong. Ketika ia sudah sedikit muak mendengar Jaehyuk yang malah banyak menyalahkan dirinya sendiri,

Jaehyuk menatap Jeongwoo.

Jeongwoo tersenyum.

"Kamu ngga salah, sayang"

"Kalau aku jadi kamu malah mungkin udah berubah jadi gatot kaca saking marahnya"

Jeongwoo menarik Jaehyuk untuk masuk ke dalam pelukannya.

"Tapi sayangku ini ngga main tangan ke ibu kan?" tanya Jeongwoo.

Jaehyuk mendongak untuk menatap Jeongwoo. Kemudian menggeleng

"Engga, ibu kan perempuan. Saya ngga mungkin main tangan sama perempuan" kata Jaehyuk.

Jeongwoo menunduk dan tersenyum. Kemudian mendekatkan wajahnya. Menggesekan ujung hidung keduanya pelan.

"Sayangku emang keren" kata Jeongwoo.

Tanpa sadar, Jaehyuk menarik bibirnya untuk tersenyum tipis. Kenapa Jeongwoo sangat manis?

Kenapa Jeongwoo sangat lembut padanya?

Jaehyuk mengeratkan pelukannya dan memperbaiki posisinya untuk berada pada posisi back hug.

Jeongwoo ikut membenarkan posisinya untuk membuat keduanya lebih nyaman.

"Selama ini saya udah berusaha jadi sebaik-baiknya anak. Ngga banyak nuntut karena kondisi orang tua yang sepert itu"

"Saya rela ngga makan asalkan keluarga saya makan"

"Tapi ternyata balesannya gini?"

"Bukannya pamrih, tapi perkataan ibu ngga pantes. Iya kan Jeo?"

Jeongwoo menyandarkan dagunya pada bahu kanan Jaehyuk sebelum memberi kecupan pelan pada bahu dosen muda itu.

"Iya sayang"

Jaehyuk menghela nafas. 

Jeongwoo mengeratkan pelukannya sebelum bersuara, "Sayang, manusia itu tempatnya kecewa"

"Kamu ngga bisa ngelakuin semuanya demi manusia, pada akhirnya mereka bakal ngecewain kamu"

"Kalau dulu kamu rela ngga makan demi keluargamu, sekarang jangan kaya gitu lagi"

"Tapi gimana caranya kamu bisa makan seperti yang keluarga kamu makan"

Jaehyuk terdiam. Mendengarkan.

"Kamu cuma punya diri kamu sendiri. Jadi kamu harus sayang sama diri kamu sendiri. Yah meskipun sekarang aku juga bakal yang jadi paling pertama buat teriak pakai speaker bluetoothnya Haruto kalau aku sayang banget sama kamu"

"Tapi, yang paling utama adalah kamu sayang sama diri kamu sendiri"

"Mau sedewasa apapun kamu, sekuat apapun kamu. Kalau kamu masih ngga tau caranya sayang sama diri kamu sendiri, itu namanya sia-sia, sayang"

The OlderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang