"Jeongwoo"
"Iya, sayang?"
Jeongwoo menoleh saat namanya dipanggil.
Jaehyuk memasuki kamar Jeongwoo. Saat tadi ia sedang memasak.
Keduanya menghabiskan hari Sabtu bersama dirumah Jeongwoo. Dan besoknya juga seperti itu.
Sepertinya.
"Ada tamu" kata Jaehyuk.
Ia masih mengenakan apron.
Jeongwoo mengernyitkan dahinya.
Siapa?
Sepertinya tidak ada yang mengetahui rumahnya kecuali keluarganya dan Jaehyuk.
Eh?
Berarti?
Jeongwoo bangkit dari kegiatannya yang sejak tadi tengah merakit legonya.
Jaehyuk menggeser tubuhnya untuk membiarkan Jeongwoo lewat lebih dulu.
Jaehyuk mengikuti Jeongwoo dari belakang.
"Sayang, masaknya udah selesai?" tanya Jeongwoo tanpa menoleh.
"Belum"
"Selesain dulu ya, nanti baru nyusulin aku ke depan"
Jaehyuk merasa bahwa Jeongwoo saat ini terasa berbeda. Tanpa banyak bertanya, Jaehyuk mengikuti perkataan Jeongwoo.
Ia kembali ke dapur dan menyelesaikan kegiatannya. Sedangkan Jeongwoo,
"Siapa tadi?"
Jeongwoo yang baru saja sampai diruang tamu langsung menatap omnya.
Benar. Kakak dari ayahnya.
"Kenapa?" tanya Jeongwoo.
"Kok bisa disini?"
"Aku yang ngajak"
"Kena-"
"Om ada keperluan apa kesini?" potong Jeongwoo dan duduk diseberang depan om-nya.
Om nya terlihat menghela nafas.
"Kamu lagi kenapa?"
"Kenapa apanya om?"
"Kamu udah jarang laporan ke om masalah perusahaan"
Benar. Meskipun itu adalah perusahaan dan usaha dari ayahnya. Tapi saat ini Jeongwoo dibawah arahan om-nya.
"Ya nggapapa om. Latian mandiri"
Om terlihat kurang setuju, "Tapi om harus tetap mantau kamu. Gimana kalau terjadi-"
"Tapi buktinya aman-aman aja kan om? 6 bulan ini, saham stabil kan om?"
Om menatap Jeongwoo dengan pandangan berbeda.
"Kamu udah ngga mau nurut sama om lagi?"
Jeongwoo menghela nafas, "Bukan gitu om. Jeongwoo udah gede kan. Udah ngelola perusahaan dari SMA. Jadi buat sekarang, aku pengin benar-benar mandiri"
Om terkekeh pelan.
"Jadi benar ya"
Om menatap Jeongwoo.
"Kamu takut om manfaatin kamu? Harta ayahmu? Jeongwoo, kamu sejelek itu punya pikiran kaya gitu?"
Jeongwoo mengusap leher belakangnya. Ia mulai kesal.
Iniliah yang membuat Jeongwoo semakin malas berhubungan dengan om-nya. Terlalu banyak drama.
"Engga sama sekali. Aku-"
