24

1.4K 164 24
                                        

Jaehyuk menatap Jeongwoo yang sedari tadi hanya diam.

Ia terlihat masih sedih. Tentu saja. Siapa yang tidak sedih saat kejadian seperti tadi terjadi?

Jaehyuk yang duduk disebelah Jeongwoo kemudian menjauhkan piring yang sedang Jeongwoo mainkan isinya.

Benar.

Keduanya berada dimeja makan. Akan memakan hasil masakan Jaehyuk. Tapi sepertinya, Jeongwoo tidak begitu berselera sekarang.

Jeongwoo menoleh dan menatap Jaehyuk, "Aku kan lagi makan" kata Jeongwoo sebagai reaksi piringnya yang dijauhkan.

"Coba ajakin Haruto sama Junkyu kerumah gih"

Hah?

Jeongwoo langsung menatap Jaehyuk. Bingung.

"Punya nomernya Haruto kan? Apa ngga punya?"

"Ya punya"

"Yaudah telfon. Ajak kesini"

"Buat apa?"

"Ngabisin masakan saya. Kebanyakan kan ini" balas Jaehyuk.

Jeongwoo menatap meja makan. Dan ia benar-benar baru sadar jika makanannya memang banyak untuk ukuran dimakan 2 orang.

"Kenapa kamu masak banyak?" tanya Jeongwoo.

"Karena saya pengin"

"Kok gitu?"

"Kamu mau saya kasih nilai E gara-gara kebanyakan nanya?"

Eh?

Jeongwoo cemberut. Kemudian mengeluarkan ponselnya. Menelfon Haruto untuk mengajaknya kesini.

.

.

.

"Selamat sore" Junkyu yang lebih dulu menyapa.

Jaehyuk tersenyum menyambut kedatangan Haruto dan Junkyu saat membuka pintu.

"Tadi nyasar ngg-"

Eh?

Perkataan Jaehyuk terhenti karena Junkyu mengulurkan tangan didepannya.

"Saya perlu salim ngga pak?" tanya Junkyu.

Haruto?

Menepuk dahinya pelan. Duh! Bodoh.

Jaehyuk tersenyum dan menggeleng, "Udah biasa aja. Toh ini diluar kampus"

"Lho tadi Jeongwoo cerita, bapak mau ngasih nilai E" ini Haruto yang bercerita.

Jaehyuk mengalihkan pandangannya pada Haruto, "Kamu juga saya kasih E abis ini"

Haruto sontak mengatupkan kedua tangannya didepan tubuhnya, "Saya minta maaf dengan kesadaran penuh"

"Tapi E+ ya pak. Saya ngga mau kalah dari si Jeongwoo-Jeongwoo itu"

Junkyu?

Siap menendang wajah Haruto.

Jaehyuk tertawa.

"Saya mau minta tolong" kata Jaehyuk menyadarkan mahasiswanya untuk kembali pada kenyataan.

Haruto dan Junkyu hanya saling menatap satu sama lain sebentar sebelum mengangguk.

"Jeongwoo lagi sedih sama suatu hal, jadi saya minta tolong banget. Hibur dia tapi jangan sampai menyenggol egonya"

"Jeongwoo ngga mau keliatan lemah"

Haruto dan Junkyu benar-benar terdiam.

Sampai Junkyu yang pertama kali tersenyum dan menatap Jaehyuk.

The OlderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang