"Gitu pak" kata Jeongwoo saat menjelaskan kejadian yang mengejutkan.
Jaehyuk yang mendengarkan sesekali mengangguk dan sesekali menyuapkan makanannya pada mulutnya.
"Oh iya" balas Jaekyuk. Hal itu membuat Jeongwoo meradang.
"Kok cuma iya sih pak?" protes Jeongwoo. Jaehyuk yang tadinya sedang fokus ke bukunya kemudian menolah. Menatap Jeongwoo.
"Lah emang saya harus gimana?" tanya Jaehyuk balik pada mahasiswanya.
Jeongwoo menggeser buku yang ada didepan Pak Jaehyuk. Dan menyodorkan sekotak coklat yang terlihat mahal itu.
"Saya abis ditembak cewek pak. Ditembak, terus dikasih coklat" jelas Jeongwoo lagi.
Jaehyuk melirik coklat yang sekarang ada didepannya, "Iya tau, kan tadi kamu juga udah cerita"
Jeongwoo menepuk dahinya gemas. Gini amat ya ngomong sama orang tua?
"Masa bapak ngga bereaksi apapun? Cemburu kek, kesel kek?"
Jaehyuk mengibaskan tangannya, "Ngapain? Buang-buang tenaga"
Jeongwoo cemberut, "Tapi kan kita lagi pdkt pak, harusnya ada adegan cemburu-cemburu gitu"
Jaehyuk menggelengkan kepalanya. Lucu sekali mahasiswa berandalnya ini.
"Tapi kan kasusnya kamu yang suka saya. Kalo saya?"
Jleb!
Jeongwoo memegang dadanya dan menampakan raut wajah dramatisnya, "Gini amat naksir sama dosen sendiri"
Jaehyuk lagi-lagi tertawa pelan melihat petingkah Jeongwoo yang tidak ada habisnya. Kok bisa?
"Pak, harusnya nih-"
"Ini coklatnya buat saya boleh ngga?" potong Jaehyuk yang sekarang sudah memegang kotak coklatnya.
Jeongwoo sontak langsung melirik kotak coklat itu dan beralih menatap Pak Jaehyuk kemudian mengangguk dengan semangat, "Ambil aja pak"
Jaehyuk tersenyum, "Makasih ya"
"Hehe, iya pak"
Sampai,
"Bapak suka coklat kah?" tanya Jeongwoo.
Jaehyuk menggeleng, "Engga begitu, ayah saya suka. Jadi kepikiran aja pengin ngasih ini. Nanti saya kasih kredit deh, 'Yah ini ada coklat dari Jeongwoo' gitu" kata Jaehyuk dengan bercanda.
Namun bukan itu yang membuat perhatian Jeongwoo teralihkan.
Jeongwoo kemudian mengambil kembali kotak coklat itu, "Nanti ke ayah bapak sama saya. Saya ikut"
Respon Jaehyuk?
Hanya mengangguk. Tidak menolak?
Memangnya mahasiswa tantrum itu akan mempan jika ditolak?
"Tapi saya mau nanya"
Jaehyuk mengangguk. Ia balas menatap mata Jeongwoo. Yang ternyata setajam itu ya.
"Ayah bapak suka coklat, buku, dan kue vanilla"
"Kalau bapak suka apa?" tanya Jeongwoo.
Manik mata Jeongwoo benar-benar mempesona. Bahkan perhatian Jaehyuk sempat terdistrak untuk fokus menatap mata tajam itu dibandingkan mendengarkan mulut Jeongwoo yang bertanya.
Sampai, Jaehyuk tersenyum. Pandangannya turun dan kembali lurus pada makanannya yang ada diatas meja.
Keduanya berada di salah satu kafe yang tidak jauh dari rumah Jaehyuk.
