#28

488 38 4
                                        


Halo! Long time no see? Bagaimana kabarnya kalian? Apakah baik? Terimakasih ya, sudah menunggu dengan sabar cerita ini berlanjut.

Enjoy with story! Jangan lupa untuk komen, likes vote nya yaa! 2 chapter lagi menuju ending! <3


---


Dua minggu setelah acara Jackson pulang ke rumahnya, Baekhyun sudah tidak lagi minum obat penenangnya. Biasanya, jika ada hal lain yang menyangkut tentang masa lalunya yang menyakitkan, ia akan minum obat penenangnya hingga ia tertidur sambil menenangkan sesak di dadanya, nyeri rasanya membuat Baekhyun enggan untuk terus mengingat hal - hal yang menyangkut tentang masa lalunya. Tetapi anehnya, semenjak kedatangan Jackson dan terakhir kali ia meminum obat itu saat Chanyeol datang ia tidak merasakan kecemasan itu lagi, bahkan saat Chanyeol datang untuk sekedar menjemput Jackson pun, ia tidak merasa cemasnya datang lagi.

"Pa?" Baekhyun menolehkan kepalanya, lamunan itu buyar kala Jiwon yang menghampirinya di area halaman rumah, dimana saat ini Baekhyun sedang duduk.

"Kenapa nak?"

"Jackson hyung mengajakku untuk bermain, apa boleh?" Pertanyaan Jiwon membuat Baekhyun terdiam sejenak, bukannya ia tidak ingin Jiwon semakin dekat dengan Jackson, hanya saja ia tidak sanggup untuk membayangkan kalau Jiwon akan memiliki harapan besar agar ia dan Chanyeol kembali bersama. Bukan tidak ingin kembali, tetapi jika anak - anak mereka memiliki harapan tesebut, Baekhyun pun juga harus berdamai. Tapi, apakah iya anak - anak mereka memiliki harapan itu?

"Boleh nak, jam berapa?"

"Kata Jackie hyung ia akan menjemputku jam 3 sore, dan..."

Baekhyun tahu tujuannya jika Jackson menjemput adiknya sore hari, "dan ingin menginap disana lagi?" Jiwon mengangguk dengan antusias. "Boleh pa?"

Apakah Baekhyun akan masuk kategori jahat jika tidak mengizinkan kedua anaknya semakin dekat? Apakah Baekhyun terlihat egois untuk kategori tidak mengizinkan anaknya dekat dengan 'Ayah'nya sendiri? Bahkan, Chanyeol yang memiliki sifat yang keras saja masih terus mengizinkan Jackson untuk terus berkunjung kerumahnya, walaupun hanya sebentar.

"Boleh, nak. Siapa yang menjemputmu?"

"Asik! Jackie hyung yang akan menjemputku!"

"Ya sudah kalau begitu, siapkan baju yang mau kamu bawa. Jangan merepotkan hyungmu, Oke?"

"Ayeye Captain! Ji mau beres - beres kalau begitu, terimakasih papa!" Sebelum pamit masuk kedalam rumah, Ji menyempatkan untuk mengecup sayang pipi papanya, membuat Baekhyun terkekeh. Jiwon masih seperti anak 5 tahun yang sangat lugu.

Baekhyun kembali termenung, membawa ia pada masa masa bahagianya dulu. Apakah ia masih bisa untuk merasakan kebahagiaan lagi? Bahkan jika tidak diperbolehkan bersama orang - orang yang Baekhyun sayang, hanya biarkan orang - orang yang Baekhyun sayang merasakan kebahagiaan. Jangan lagi cobaan atau apapun itu kembali menimpa mereka semua dengan takaran yang luar biasa besar sakitnya. Cukuplah ia merasakan sakit yang teramat sakit hingga kemarin.

Hana, ibu nya Baekhyun, berada didalam rumah, melihat Baekhyun seminggu ini banyak berdiam diri dan melamun diluar rumah, Hana yakin banyak sekali yang Baekhyun pikirkan saat ini, terlebih setelah bertemu dengan anak - anaknya, Hana yakin Baekhyun goyah untuk tetap berpisah pada Chanyeol, dan suasana cukup hangat jika mereka berkumpul bersama. Maka, Hana yakin Baekhyun sedang mencoba untuk membuat dirinya tenang dan tidak merasakan sakit yang luar biasa lagi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DESTINY   [chanbaek]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang