reorganize feelings

301 41 3
                                    

Keesokan harinya.

Charlie sedang fokus bekerja memperbaiki mesin mobil pelanggannya, di bantu Roy dan yang lainnya.

"Coba nyalakan"ujarnya

Ngenggg!! Ngengg!!

"Hm bagus"

Di tengah aktivitas nya, tiba-tiba datang sebuah mobil putih berhenti di depan sana,

Dan seseorang keluar darisana dengan pakaian casualnya.
"Permisi, apa disini bisa mencuci mobil, mobilku kotor karena cuaca buruk kemarin "
Ujar orang itu

"Baik tentu saja, kau bisa membawa mobilmu ke sisi lain di sebelah kanan"jawab Roy menghampiri

"Oke"
Orang itu kembali memasuki mobilnya dan pergi ke arah yang sudah di katakan Roy

Charlie lalu menutup cap mobilnya,
"Kita sudah menyelesaikan masalahnya, hubungi pemilik mobil " ujarnya seraya mengelapi leher nya yang berkeringat dengan handuk kecil

Diapun berjalan berniat pergi ke ruang istirahat, sebelum sebuah suara meyambut pendengaran

"Charlie?"

Charlie langsung menengok melihat orang yang memanggilnya , matanya langsung membola
"Way.."
gumamnya dengan suara kecil

Way langsung berlari kecil dan menghampirinya
"Hey .. ini benar-benar kau?"tanyanya

Charlie terdiam sesaat lalu mengangguk.

"Shia... Aku tidak menyangka kau akan kembali ke Bangkok? Ku pikir kau akan menetap di bangsaen?"

Charlie menggaruk kepalanya
"Euhh... Aku buka usaha disini, bagaimana kabarmu? Kau mendapatkan pekerjaan impianmu?"

Way tersenyum senang
"Ya! Tentu saja! Aku bekerja di perusahaan art comparation, ada banyak arsitek berbakat yang bekerja Disana"jawab way

Charlie tersenyum lalu mengganguk mengerti.

Dan beberapa saat way langsung mengubah ekspresi senangnya
"Tunggu! Kau mengingatku?"tanyanya

Charlie terdiam mengerjapkan matanya

"Kau benar-benar mengingatku?!"teriak way hingga semua orang langsung menatap mereka.

Charlie celingukan melihat kesan kemari hingga dia menarik way pergi darisana.

***

 merekapun sudah berada di ruang istirhat
"Sebenarnya aku tidak hilang ingatan, aku sedikit terlambat mengingat setelah sadar dari koma hehe.."
Ujar Charlie

Way menyilangkan tangannya dengan bibir mengecurut
"Kalau begitu kenapa kau tidak menghubungiku?"

"Aku... Hhhhh... Aku harus memerankan peran menjadi seseorang yang hilang ingatan di depan kakekku, dia tidak suka aku kembali , jadi .. yah kau tahu, aku tidak mau membuat dia khawatir"

Way menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi
"Hhhh kau benar! Dia sampai bilang pada kami untuk tidak menghubungi mu atau mencarimu, meskipun bertemu dia bilang kau tetap tidak akan mengingatku, kata-kata terakhirnya cukup menyakitkan. bertemu kalian akan membuat dia merasakan rasa bersalah dan khawatir lagi, dia bilang begitu "

"Hhhhh... Aku rasa dia yang merasa bersalah karena menyuruhmu mencari p'babe , dia cukup menyesalinya "
Ujar Charlie seraya menatap lurus dengan mata sendu

Way mengangguk setuju.
"Ngomong ngomong sejak kapan kau membuka usaha disini?"tanyanya

"Euhh sekitar 6 bulan lalu"

"Oh benarkah? Aku tidak menyadarinya, ku pikir tempat ini d dirikan oleh orang tua yang lanjut usia"

"Yah.. orang itu adalah ayahku"

put your head on my shoulderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang