15. suddenly being mom

739 97 12
                                        

Mungkin para member harus terbiasa melihat pemandangan Sunoo yang tengah menikmati hidangan hasil karya tangan ajaib Jake. Dengan mata terpejam dan juga senyum mengembang, sunoo melahap setiap suapan seolah sedang menyantap hidangan bintang lima. Padahal, jika dilihat sekilas, masakan Jake lebih mirip eksperimen sains yang gagal daripada disebut makanan. Tapi bagi Sunoo, setiap gigitan adalah petualangan kuliner yang tak terlupakan.

Semua berawal dari ramyeon buatan Jake tempo lalu, yang kalau sekali lihat saja sangat tidak menggugah selera, dengan topping cumi sebesar kepalan tangan juga sayur brokoli sebagai pelengkap. Saat Sunoo melahapnya waktu itu, suasana menjadi hening. Semua mata tertuju padanya, seakan-akan sedang menyaksikan keajaiban dunia. Sunoo melahap ramyeon itu dengan begitu nikmat, hingga terdengar suara slurp yang menggema di ruangan. sejujurnya jay lah yang paling berani mencicipi ramyeon itu sampai dahi nya mengernyit —heran.
“Mungkin saja, Sunoo adalah keturunan naga laut yang sangat menyukai rasa asin,” batinnya ngawur.

Sebenarnya mereka sudah berniat untuk membuat ulang, tapi teriakan Sunoo yang kelaparan membuat mereka urung melakukannya, dan buru-buru menghidangkan ramyeon pada sang omega seadanya. Saking laparnya, Sunoo bahkan menjilati mangkuk sampai bersih, seolah-olah itu adalah mangkuk paling berharga di dunia. membuat anggota lain yang menyaksikan hal itu hanya bisa menggeleng-geleng kepala heran dengan perubahan selera makan kim sunoo.

“sunoo, kok nafsu sih makan itu.” tanya heeseung dengan mata yang membulat heran menatap isi piring sunoo. tangannya menusuk-nusuk makanan itu menggunakan garpu “ini nasi goreng kimchi apa bubur bayi sih? lembek banget!”

sunoo hanya nyengir sambil terus melahap makanannya “enak kok hyung, hyung mau coba?” tawarnya pada yang lebih tua.

heeseung mendelik kaget, “tidak, buat mu saja.” ringisnya, membayangkan tekstur nasi goreng itu di lidahnya saja sudah membuatnya bergidik geli.

Jake yang berdiri di samping sunoo hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya. “Ya, begitulah hasilnya kalau aku yang masak,” akunya. “Tapi katanya enak, kan?”

Sunoo mengangguk semangat. “iya enak kok! terimakasih, Jake hyung.” ujarnya sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.

“sama-sama sunny.” balas jake dengan senyum tampannya.

terlihat aneh tapi para member tetap mencoba memakluminya. memang akhir-akhir ini Sunoo mengalami perubahan preferensi kuliner yang signifikan. Masakan Jake, yang sebelumnya mungkin dianggap sangat biasa saja, kini menjadi satu-satunya hidangan yang dapat dinikmati oleh Sunoo.
Sunoo pun secara tegas meminta agar anggota lain tidak terlibat dalam persiapan makanannya. Akibatnya, seluruh tanggung jawab memasak untuknya pun jatuh ke tangan Jake.

jelas kekhawatiran anggota lain
—terutama Jay, terhadap asupan nutrisi Sunoo semakin bertambah. Mereka tahu betul bahwa pengalaman memasak Jake masih sangat terbatas. Suatu hari, mereka sepakat untuk sedikit 'menipu' Sunoo. Mereka menyajikan masakan buatan Jay, dan mengakuinya sebagai hasil karya Jake. Namun, lidah Sunoo yang tajam seketika membongkar kebohongan mereka. Dengan santainya, omega itu berkata, “Ini kan jelas masakan Jay hyung. ini terlalu enak, aku tidak suka.” katanya.
Sedangkan Jay sang pelaku tertuduh hanya bisa pasrah akan kekalahannya. “asal sunoo mau makan saja lah, itu sudah cukup.” pikirnya waktu itu.
meskipun morning sickness masih sering melanda, tapi kondisi sunoo sudah lebih baik daripada sebelumnya, itu yang patut jay syukuri.

Perubahan sunoo tidak hanya sampai disitu. saat itu sunoo terlihat menatap lekat-lekat camilan yang sedang dimainkan Jungwon di tangannya. Tatapannya begitu intens, seakan memohon sesuatu. Namun, Jungwon yang fokus pada layar ponselnya sama sekali tidak menyadari tatapan penuh harap Sunoo.
Semua terjadi begitu cepat, Sunoo tiba-tiba sudah membenamkan wajahnya di pundak sunghoon yang duduk disebelahnya dan menangis sejadi-jadinya.
Sontak membuat member lain menatap penuh tanya pada Jungwon yang belum sempat mengunyah makanannya. “Aku diam loh,” ucap Jungwon membela diri.

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang