inget ya best!!!! ini bacaan tidak senonoh jadi sepakat ya dosa ditanggung masing-masing 😁 buat anak kecil pliss jauh-jauh 🙏🙏
Jay mendekat, mengambil tempat di samping Sunoo yang sedang menyusui putra kecil mereka. Jemarinya menyisir lembut rambut Sunoo. "Nggak ada yang perlu disesali, Sayang."
Sunoo mendongak, dengan mata berkaca-kaca. "Aku cuma takut, Hyung. Takut perkataanku kemarin malah memperkeruh suasana."
Jay menggeleng pelan. "Hey, perasaanmu itu valid. Apa yang kamu rasakan nyata, bukan mengada-ada. Kalau ada orang yang masih memelintir kalimatmu, itu justru menunjukkan betapa jahatnya mereka."
Bibir Sunoo melengkung sedih. "Aku cuma takut dianggap berlebihan."
"Enggak," Jay menekan, suaranya lembut tapi tegas. "Rasa sakit mu jelas tanggung jawab mereka. Mereka yang jahat, yang perlahan mengikis kepercayaan dirimu." Jay mengusap pipi Sunoo, memintanya menatap ke dalam matanya. "Tapi ingat, Sayang... jangan biarkan itu jadi alasanmu untuk kalah, ya?"
"Dan aku... sungguh minta maaf, sayang." Jay berbisik, pria itu lantas membenamkan wajahnya di pundak Sunoo. Aroma manis khas Omega-nya adalah satu-satunya hal yang bisa menenangkannya saat ini.
"Maaf, karena suamimu ini payah sekali." Suaranya serak. "Bahkan memelukmu pun rasanya enggak cukup. Aku hancur melihat mu, orang yang paling aku jaga, harus menangis di atas panggung seperti itu."
Sunoo meletakkan tangannya di atas tangan Jay, yang terasa dingin. "Hyung, jangan menyalahkan diri. Aku cuma butuh melepaskan semuanya. Aku tahu kamu selalu di sini kok."
Jay membalas genggaman tangan Sunoo erat, seolah mencari pegangan. "Tapi seharusnya enggak seperti itu, Sunoo. Kamu tidak sepantasnya menanggung semua ini sendirian."
Sunoo mengusap ibu jari Jay dengan lembut. "Aku tahu, Hyung. Tapi aku yang mengendalikan bagaimana rasa sakit ini bekerja. Aku yang memilih kapan harus mengeluarkannya. Ini murni... pilihanku."
"Murni karena kamu?" Jay menatap Sunoo, tidak percaya. "Setelah apa yang kamu alami, kamu masih bilang ini salahmu?"
Sunoo menggeleng, sorot matanya yang berkaca-kaca dipaksakan terlihat tegas. "Bukan salahku, Hyung," bisiknya, mencoba menjelaskan dengan kehati-hatian.
"Hanya... ini adalah tanggung jawabku Hyung, dan aku tidak mau melibatkan siapa pun, apalagi kamu. Aku tahu kamu akan sangat hancur, dan kamu sudah lebih dari cukup sempurna sebagai suamiku."
Tepat saat Jay hendak membantah, sebuah interupsi datang.
"Emp! Bububu... Yaya!" Panggilan celoteh Janoo memecah ketegangan.
"Iya, sayangnya Ibu," sahut Sunoo lembut, perhatiannya kini langsung teralih.
"Kenapa, ganteng?"
"Nyo... Nyo..." Celoteh balita itu lagi, seolah ikut merasakan aura kesedihan yang menyelimuti kedua orang tuanya.
Sunoo dengan cepat mengancingkan kemejanya yang masih terbuka, lalu dengan gerakan sigap, ia menjunjung tubuh kecil Janoo tinggi-tinggi.
"Ya ampun, gemas sekali anak Ibu!" Sunoo merengek pelan, suaranya tertahan di leher Janoo. Ia menghujani leher si Balita dengan ciuman bertubi-tubi, membuat Janoo tertawa terbahak-bahak kegirangan.
Sambil memeluk Janoo erat, Sunoo menatap Alpha-nya.
"Lihat, 'kan, Hyung? Walaupun aku sempat sedih, aku punya obatku sendiri. Ada kamu, dan si kecil ini." Ia lalu tersenyum lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
suddenly being mom
Fanfictionketika enha hidup di dunia omegaverse, dan sunoo adalah satu-satunya omega di group tersebut. warn! ABO! mpreg! little angst! jaynoojake sunoo omega jay alpha jake alpha #jaynoo #jakenoo slight #yangsun #sunsun
