Jay melangkah keluar dari kamar mandi, sedikit bersenandung. handuknya masih bertengger santai di pinggang. ia menyisir rambutnya yang basah dengan jari sambil tersenyum, siap untuk sesi ciuman sore dengan makhluk tergemas di dunia. Namun, mendadak senyumnya layu.
"Loh, Sayang?!"
Mata Jay langsung membulat, menatap ngeri ke kasur bayi di samping tempat tidur—kosong. Detak jantungnya langsung melompat ke tenggorokan. Tanpa berpikir, ia membungkuk, menoleh ke kiri dan kanan dengan gerakan panik, seolah si bayi bisa saja menggelinding di bawah ranjang.
"Di mana anakku? Di mana si Gumpalan Mochi kita?! Aku cuma pergi 10 menit, lho! Jangan bilang dia di culik!" Jay melompat berdiri, menatap pasangannya dengan wajah panik.
Sunoo, yang masih sibuk menyemprotkan pewangi pakaian aroma bunga ke selimut tebal, hanya menoleh sekilas dengan wajah tenangnya. "Janoo dibawa Jake hyung," jawabnya santai.
"Katanya mau diajak jalan-jalan ke taman. Tadi Jake Hyung bilang, 'mochi-ku harus menghirup udara segar dan melihat betapa tampan pamannya.' Begitu," imbuhnya, kembali fokus pada pekerjaannya
Jay langsung menjatuhkan dirinya ke sofa, dengan wajah yang ditekuk habis. Dia menatap Sunoo dengan tatapan pengkhianatan Alpha-ke-Omega yang paling menyedihkan.
"KENAPA kamu biarkan Alpha lain membawa bayiku?! Sayang," rengek Jay, suaranya benar-benar dibuat-buat seperti lolongan serigala kecil yang kesepian. "Aku kan baru lima menit ketemu Janoo setelah latihan dance menyebalkan hari ini! Tubuhku pegal semua, dan aku butuh healing!"
Jay bangkit, berjalan dramatis mendekati Sunoo dan memeluk pinggangnya erat-erat dan menyandarkan dagu di bahu lembut Sunoo.
"Aku bahkan belum sempat cium bau asam manis khas di lipatan lehernya yang paling enak itu! dasar Jake pencuri!" protes Jay, dengan mata memelas. "Aku Ayahnya! Aku protes! Ini melanggar HAK ASASI PER-AYAH-AN! Tolong kembalikan Mochiku, sekarang juga!"
Sunoo tertawa terbahak-bahak, tawanya renyah memenuhi segala sudut ruangan. Ia kemudian berbalik sepenuhnya, menghadap suaminya. Alih-alih merespon protes Jay, Sunoo meraih handuk kecil yang dipegang Jay dan mulai mengeringkan rambut sang suami dengan gerakan lembut dan telaten.
"Astaga, Alpha macam apa ini yang merengek karena kalah cepat dengan sahabatnya sendiri?" goda Sunoo.
"Apa kamu lupa kalau feromon babymu tidak akan tertukar hanya karena dipeluk Jake Hyung?"
Ia membenamkan jari-jarinya ke sela-sela rambut Jay dan memijatnya ringan. "Dia cuma di taman depan, Sayang. Dan Jake Hyung itu bukan Alpha sembarangan, dia adalah Paman yang paling bisa dipercaya."
Sunoo menangkup kedua pipi Jay. "Daripada merengek tidak jelas, cepat pakai baju. Aku tahu kamu kesal karena kamu mau memeluk bayi gembul kita,kan ?"
Jay mengangguk cepat, walaupun wajahnya masih merengut.
"Makanya, lain kali jangan kelamaan di kamar mandi. Sudah, sana. Nanti aku akan berikan pelukan spesial sebagai gantinya. Mau?" tawar Sunoo dengan senyum menggoda.
Senyum Jay langsung merekah, seolah semua kesal dan cemburu tadi ditarik kembali dalam sekejap. Matanya kembali cerah, mengunci pandangannya pada Sunoo. Drama bayi gembulnya sirna tak berbekas.
"Kalau itu tawaran dari Omegaku..." Jay menarik napas dalam, membiarkan aroma manis Sunoo menenangkan sisa-sisa kegelisahannya.
"...Aku SETUJU! Tidak ada penawaran yang lebih baik!"
"Tapi ada satu syarat," bisik Jay, suaranya berubah rendah dan sedikit serak. Jemari nakalnya mengelus lembut pinggang Sunoo yang tertutup kaus.
"Tidak perlu pakai baju, Sayang," bisiknya lagi, napas hangatnya menyapu telinga Sunoo, hingga membuat bulu kuduk Sunoo meremang. "Aku tidak hanya ingin sebuah pelukan... Aku mau kompensasi penuh atas waktu ku dengan Mochi yang dicuri Jake. Dan itu butuh waktu lama"
KAMU SEDANG MEMBACA
suddenly being mom
Fiksi Penggemarketika enha hidup di dunia omegaverse, dan sunoo adalah satu-satunya omega di group tersebut. warn! ABO! mpreg! little angst! jaynoojake sunoo omega jay alpha jake alpha #jaynoo #jakenoo slight #yangsun #sunsun
