23. suddenly being mom

718 82 23
                                        

Sunoo terkesima menatap gedung apartemen yang menjulang tinggi di hadapannya. Bangunan megah itu bagaikan raksasa yang mengintimidasi, memancarkan aura kekuasaan dan kemewahan. Rasa takut dan harapan bercampur aduk dalam hatinya, seperti ombak yang saling bertabrakan. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh. keinginan bertemu sang Alpha begitu kuat, namun bayangan akan sosok ibu sang alpha yang selama ini menjadi misteri pun tak luput dari kegugupan nya. ia yakin wanita itu sudah mengetahui tentang kehamilannya.
pikiran-pikiran negatif segera menyergap nya, apa yang akan dipikirkan beliau  tentang dirinya? Seorang omega hamil datang ke rumahnya, pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan dan penilaian.

Kepalanya penuh sesak dengan pikiran yang saling berbenturan. Hingga tanpa sadar, kaki Sunoo sudah melangkah menuju pintu apartemen yang masih tertutup rapat, bayangan pertemuan dengan ibu sang alpha kini menghantuinya. Ingatan akan pertemuan mereka sebelumnya, saat suasana masih tenang, kini terasa begitu jauh. Beban rahasia yang dipikulnya terasa begitu berat,  Pikirannya berkecamuk memikirkan kata-kata yang tepat untuk memulai percakapan nanti. Bayangan kemarahan beliau atau kemungkinan terburuk, yakni ditolak untuk bertemu putranya, membuatnya semakin cemas. Ia sudah membayangkan pertemuan ini berkali-kali, namun tetap saja ia merasa tidak siap. Dengan tangan gemetar, ia menekan bel. Bunyi itu terasa seperti letusan kembang api di dalam hatinya. Ia menutup matanya sejenak, berharap keajaiban menghampiri. Saat mendengar langkah kaki mendekat dari dalam, Sunoo membuka matanya perlahan, bersiap menghadapi apa pun yang akan terjadi nanti.

Sebelum Sunoo sempat mengumpulkan seluruh keberaniannya, pintu sudah terbuka lebar. Sosok anggun yang memancarkan kemewahan itu berdiri di hadapannya, diterangi cahaya lembut dari dalam. Wajahnya yang masih terlihat awet muda memancarkan aura keanggunan yang membuat Sunoo terpana, menciptakan kontras yang mencolok dengan kegugupan yang sempat mendera nya. ia merasa bagai debu yang tertiup angin di hadapan sosok anggun itu. Sunoo tidak berani menatap mata  itu lebih lama. Ia yakin, di balik ekspresi datarnya, wanita itu sedang mengamati dirinya dengan seksama. padahal yang Sunoo tahu  ibu park  adalah sosok yang hangat. Namun, rasa takut dan gugup yang menyelimuti hatinya membuat diri nya kesulitan untuk melihat sisi lembut wanita itu.

“Selamat datang, Sunoo.” Suara lembut itu begitu berbanding terbalik dengan bayangan yang selama ini tertanam di benak Sunoo. Ia tertegun sejenak, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sebelum sempat memproses kata-kata itu, ia sudah lebih dulu ditarik ke dalam pelukan hangat wanita didepannya. Tubuhnya menegang seketika, namun perlahan-lahan ia membalas pelukan itu. Walaupun perasaan bingung dan haru bercampur aduk dalam hatinya.

 
“terimakasih sudah datang sayang” suara itu terdengar sarat akan  kelegaan. yang tentunya semakin membuat sunoo bingung, ada apa sebenarnya?

Perlahan, sang wanita melepaskan pelukan keduanya. Namun, tangannya masih setia menempel lembut di lengan milik Sunoo. “Mama sudah lama menunggumu,” ujarnya dengan senyum manis yang membuat jantung Sunoo seakan berhenti berdetak.

“Ma..mama?” ulang Sunoo dengan suara gemetar. Apa maksudnya? Kenapa beliau menyebut dirinya 'Mama'?

wanita dihadapannya mengangguk semangat, jangan lupakan senyum lebar yang tak luntur di wajah cantiknya itu.
“nanti kita mengobrol lagi ya sayang, sekarang tolong bantu mama.”

“bantu? bantu apa bi.. eh ma?” sunoo buru-buru meralat panggilannya saat melihat orang yang menyebut dirinya 'mama' sedikit melotot karena dirinya memanggil bibi.

“Panggil mama, Sunoo harus selalu ingat itu, ayo sayang ikut mama.” dengan senyum manis, dan mata yang berbinar menatap Sunoo. tangan lembut itu lantas menggenggam tangan Sunoo erat, seolah ingin meyakinkan sang omega  bahwa semuanya akan baik-baik saja.  wanita itu menarik nya memasuki apartemen, langkah mereka terhenti di ambang pintu dapur. Cahaya dari lampu-lampu  yang menggantung di langit-langit atap rumah membiaskan kilauan perabotan mewah di dalamnya, membuat Sunoo menatap penuh  kagum.

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang