ketika enha hidup di dunia omegaverse, dan sunoo adalah satu-satunya omega di group tersebut.
warn! ABO! mpreg! little angst!
jaynoojake
sunoo omega
jay alpha
jake alpha
#jaynoo #jakenoo slight #yangsun #sunsun
"Kalian pasti tidak punya Paman-Paman tampan, kaya raya, dan se-terkenal Paman Janoo, kan? Hmm, payah. Haha!"
Park Janoo. Balita empat belas bulan itu adalah perwujudan keberuntungan sejati. Bukan hanya terlahir dari sepasang idol legendaris, Park Jongseong dan Kim Sunoo, yang grupnya menguasai tangga lagu domestik hingga internasional. Ia juga dikelilingi oleh koleksi paman yang ketampanannya di atas rata-rata dan rekeningnya tak perlu dipertanyakan lagi. Meskipun, jelas, di kamus Janoo, ketampanan sang Ayah dan kecantikan sang Ibu tetaplah tak tertandingi. Hehehe.
Disayangi Ayah dan Ibu jelas sebuah kepastian, namun Janoo juga adalah "Rajanya" para Paman Tampan. Kekuasaannya mutlak. Ibaratnya, Janoo hanya perlu berkedip sekali, dan segala permintaannya akan dikabulkan—dari mobil-mobilan edisi terbatas hingga camilan impor dari berbagai benua, semuanya bisa terwujud dalam sekejap mata. Balita itu memang belum banyak tahu soal keinginan, tapi para Paman Tampan justru menjadikannya tantangan manis. Manifestasi cinta berlebihan mereka begitu nyata: selalu mencari celah, bahkan menciptakan alasan, untuk menghujani Janoo dengan kemewahan dan kasih sayang yang tak terukur. Dedikasi mereka untuk keponakan kesayangan mereka benar-benar tidak dapat diragukan lagi.
Meskipun orang tua Janoo jelas bukan orang kekurangan, sepertinya hal itu tidak pernah menjadi halangan bagi para paman. Segala hal yang mungkin Janoo butuhkan—bahkan yang tidak ia sadari—sudah siap mereka sediakan. Enak sih, tapi Janoo jadi balita paling sibuk sedunia! Setiap hari, Janoo punya jadwal meeting-nya sendiri-sendiri dengan Paman Tampan. Balita itu tak pernah dibiarkan menganggur. Selalu ada saja kegiatan aneh-aneh yang dirancang para paman, mulai dari photoshoot dadakan, fashion show di ruang tamu, sampai tur keliling taman dengan mobil mainan baru. Mau bilang lelah, Janoo juga tidak bisa. Bagaimana mau lelah? Balita itu tidak pernah diizinkan berjalan kaki sendiri; ia digendong ke mana pun dan di mana pun. Mungkin memang ini impian hakiki para orang dewasa: tidak melakukan apa-apa, tapi kemewahan terus mengalir.
lihat kan,siapa bilang jadi chaebol baby itu gampang? Hehehe.
Janoo, si kecil yang memancarkan daya tarik tak tertahankan, memang sudah terbiasa memiliki waktu yang terbagi. Keberadaannya bak permata langka yang diperebutkan oleh cinta—bukan dalam artian diabaikan, melainkan disayangi berlipat ganda.
Saat ia dewasa nanti, Janoo pasti akan memahami dan sangat bangga pada Ayah dan Ibunya. Mereka adalah pribadi berhati lapang yang berani mendefinisikan tanggung jawab bukan sebagai kepemilikan tunggal, melainkan sebagai perluasan cinta. Di tengah jadwal mereka yang padat, alih-alih memanfaatkan sisa waktu yang terbatas itu untuk diri mereka sendiri, mereka dengan tulus rela membaginya. Mereka mengizinkan Janoo menghabiskan waktu bersama para pamannya. Bukan hanya agar Janoo mendapat banyak cinta, tetapi juga demi melihat binar kebahagiaan dan rasa memiliki yang terpancar jelas di mata para paman. Faktanya mengizinkan orang lain berbagi peran dalam pengasuhan bukanlah hal yang mudah, itu adalah pengorbanan yang menuntut ego untuk diredam dan kepercayaan penuh. Tapi mereka mampu. Mereka membuktikan bahwa cinta sejati Janoo adalah untuk dibagi.
Tak hanya rajin membelikan baju, para paman juga punya kesenangan tersendiri: mendandani Janoo dengan berbagai outfit sesuai dengan cita rasa fashion masing-masing.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.