11. suddenly being mom

829 98 17
                                        

Sudah seperti menjadi rutinitas baru, drom lantai bawah akan lebih ramai dari hari biasanya saat pagi menjelang.
ada sunghoon yang sudah sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan susu untuk sunoo, ada jungwon yang saat ini tengah mengupas buah-buahan yang juga untuk sunoo. juga jake yang sedang menyiapkan vitamin untuk sunoo konsumsi pagi ini.
bahkan mungkin sebentar lagi akan lebih ramai, karena tiga penghuni lantai atas lainnya belum menampakkan batang hidungnya
-untuk sarapan bersama-sama sebelum melakukan aktivitas, entah sejak kapan rutinitas itu seperti menjadi sebuah kesepakatan.

sebenarnya sunoo sangat bisa melakukan semuanya sendiri, toh sunoo dalam keadaan sehat dan bugar tidak ada keluhan mual muntah seperti kebanyakan omega hamil lainnya alami, hanya kadang-kadang rasa pusing datang ketika menghirup sesuatu yang tidak pas di penciuman nya.

tapi tetap saja mereka tidak membiarkan hal itu terjadi, baru memegang pisau untuk mengupas buah saja dengan cepat pisau itu sudah berpindah tangan. yasudah sunoo bisa apa?

riki yang baru saja datang, langsung menduduki kursi kosong tepat di hadapan sunoo dan juga jungwon yang sedang asik mengobrol.

"hyung bagaimana hasilnya, anak hyung laki-laki atau perempuan?" tanya riki dengan antusias.

jungwon menatap riki cengo,
"rik yang benar saja?" jawab jungwon tak habis pikir.

"memang nya ada yang salah dari pertanyaan ku ya?" tanya riki pada jungwon dengan wajah polosnya.

sejujurnya sunoo ingin sekali tertawa mendengar pertanyaan riki, tapi dari awal alpha itu datang, feromon riki entah kenapa sedikit membuat nya terganggu.

"iki, aegi baru menginjak usia 10 minggu. jadi jenis kelaminnya belum bisa diketahui"

"apa lagi, 10 minggu itu berapa bulan sih hyung? bisa tidak sih omega kalau ditanya seperti itu langsung jawab saja berapa bulan gitu, kan aku sebagai alpha tidak tau hyung" cerocos riki.

"memang nya kamu pernah bertanya pada siapa?" sahut sunoo.

"sepupuku hyung, waktu aku tanya berapa usia kandungannya. eh dia bilang 33 minggu, coba bayangkan! aku harus bekerja keras menggunakan otakku yang tidak seberapa pintar ini untuk menebak berapa bulan kehamilan nya" cerita riki dengan menggebu-gebu.

sontak saja hal itu membuat sunoo tertawa terpingkal-pingkal, meskipun pusing sudah mulai dia rasakan.

"aduh iki kenapa kamu lucu sekali sih" ucap sunoo di sela-sela tawa nya.

riki yang mendengar itu otomatis menampilkan cengiran lebarnya.
"hyung aku tidak suka orang bilang kalau aku lucu, tapi jika itu sunoo hyung yang bilang kenapa aku ketagihan ya?" masih dengan senyum yang menampilkan gigi rapihnya

"rik, sumpah mulut mu robek kalau terus-terusan senyum seperti itu! bikin mual saja" ujar jungwon bergidik geli.

"syirik saja sih, sahabat" jawab riki dengan sinis.

jungwon yang mendengar itu langsung saja terdiam -merasa tersindir, sialan. batin nya kesal.

"riki 10 minggu itu berarti baru menginjak usia 2 bulan, aegi baru saja mengembangkan organ-organ vital pada tubuhnya. jadi untuk sekarang jenis kelaminnya belum terbentuk"

"wah aku tidak sabar untuk melihatnya lahir ke dunia, semoga aegi mirip kamu ya hyung Jangan seperti mereka" ucap riki sembari melirik lewat ekor matanya yang tajam —muak, mengarah pada jake juga jay yang saat ini sedang menghampiri mereka.

yang hanya dibalas dengan senyuman canggung oleh kim sunoo, matanya sedikit melirik untuk melihat ekspresi di wajah jay.

sedangkan jay yang baru saja bergabung dengan mereka hanya diam dan mendecih pelan seraya mendumal dalam hati
ya kalau mirip bapaknya memang kenapa?

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang