25. suddenly being mom

993 79 3
                                        

Momen itu datang bagai petir di siang bolong, atau mungkin lebih tepatnya, di pagi hari yang sudah sangat jelas kesiangan. Sunoo, dengan rambut sedikit acak-acakan dan wajah yang masih terlihat basah, baru saja keluar dari kamar Jay. Dia bahkan belum menyadari kalau matahari sudah cukup tinggi di atas kepala, tanda-tanda bahwa dunia sudah berputar cukup jauh tanpa kehadirannya.
Tapi, ada hal lain yang membuatnya lebih terkejut daripada jam yang sudah menunjukkan hampir tengah hari. Di ruang tamu, berdiri sosok yang sangat familiar, ibu Jay. Senyumnya, ya ampun, senyum itu... mirip sekali dengan milik Jay yang mempesona dan berwibawa. Sunoo merasa seperti sedang di-scan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan  dinilai oleh juri yang sangat teliti.

“Selamat pagi, Sunoo,” sapa ibu Jay dengan suara yang ramah, namun entah kenapa terdengar seperti “Selamat datang di pengadilan, Sunoo.”
Sunoo hanya bisa membalas dengan senyum kikuk dan anggukan kecil, berharap senyum itu tidak terlihat seperti topeng ketakutan yang akan segera runtuh. Dalam hati, dia merutuki dirinya sendiri yang benar-benar tidak peka. Bagaimana bisa dia lupa kalau dia sedang menginap di rumah sang alpha, Jay. Dan sekarang, di saat dia bangun terlalu siang, dia harus berhadapan dengan ibunya pula. Rasanya seperti karakter utama dalam sinetron murahan yang ketahuan selingkuh, lengkap dengan efek suara dramatis jeng jeng jeng dan close-up wajah yang tegang, menampilkan setiap pori-pori yang berkeringat.

“Maaf, ma, saya kesiangan—”
“Tidak apa-apa, Sunoo sayang,” potong ibu Jay dengan senyum yang semakin lebar, “mama tahu, pasti ada banyak hal yang kalian bicarakan kan? Anggap saja ini rumahmu sendiri.”

'Rumahku sendiri?' batin Sunoo, seraya meringis. Kalau saja ini benar-benar rumahnya sendiri, dia pasti sudah lari ke dapur, membuka kulkas, dan mencari sarapan, bukan berdiri di sini seperti patung lilin yang siap meleleh di bawah tatapan menyelidik ibu Jay. Apalagi, perutnya sudah berdemo sejak tadi, di mana sang anak di dalamnya sudah menendang ribut minta diberi asupan. Rasanya seperti membawa pasukan kelaparan yang siap menyerbu meja makan.

“Kamu pasti sudah lapar sekali, apalagi cucu mama, kan? Ayo kita makan bersama,” ajak ibu Jay, sambil menggandeng tangan Sunoo menuju ruang makan.
Sunoo hanya bisa pasrah mengikuti langkah ibu Jay. Dia merasa seperti tahanan yang digiring menuju ruang interogasi, walaupun sebenarnya dia lebih malu karena bangun kesiangan dan makanan sudah tersedia. 'Ini seperti mimpi buruk jadi nyata,' batin Sunoo, 'bagaimana bisa aku bangun jam segini dan langsung disuguhi makanan oleh ibu Jay? sangat tidak tahu diri bukan?

Tapi, setidaknya ada satu hal yang bisa membuatnya sedikit lega, yaitu aroma masakan yang tercium dari dapur. Siapa tahu, sarapan yang lezat bisa sedikit meredakan ketegangan yang sedang melandanya, atau setidaknya memberikan ide sebagai alasan yang masuk akal kenapa dia bangun begitu siang.

“Tidak menunggu Jay hyung dulu, Ma?” tanya Sunoo, namun perutnya justru berbunyi ribut seolah tidak mendukung pertanyaannya.

“Sudah, biarkan saja. anak itu pasti tidur lagi. Dia itu tukang tidur, menunggu Jay sama saja dengan menambah siksaan kelaparanmu,” jawab sang ibu, dengan tawa berderai kecil. “Tunggu apa lagi, Sunoo? Perutmu sudah mengadakan konser sejak tadi loh.”

Sunoo meringis, merasa malu sekaligus kesal. Kenapa juga perutnya harus berkhianat di saat seperti ini? First impression-nya di depan ibu jay pasti hancur sudah.

“Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, mau bagaimana lagi, kan?” batinnya. Sunoo menyendok nasi di mangkuknya sedikit terburu-buru. Sumpah, demi apapun yang ada di dunia ini, perutnya sudah ngilu sejak tadi. Anak di dalam perutnya sudah ribut minta jatah makanan. Sunoo begitu menikmati setiap kunyahan dari perpaduan nasi dan lauk buatan ibu Jay. Rasanya sangat nikmat, bahkan tidak kalah dari masakan ibunya. “Wah, Ibu Jay memang juara masak! Calon mertua idaman!” batin Sunoo sambil mengacungkan jempol (dalam hati, tentunya).

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang