10. suddenly being mom

888 93 6
                                        


Semilir angin menyapu wajah sejuk milik kim sunoo, mata nya memejam menikmati setiap sentuhan lembut di wajah ayu nya. tak peduli puluhan pasang mata menatap aneh kearahnya karena semenjak ia keluar dari ruang pemeriksaan, tak sedetikpun ia lunturkan senyumnya yang merekah ruah.

semuanya bagaikan sihir yang muncul begitu saja di dada nya.
masih terngiang jelas di telinga
—perasaan haru, ketika pertama kali mendengar detak jantung sang buah hati. sunoo bersumpah, alunan nada yang bayi nya ciptakan adalah melodi paling indah yang pernah sunoo dengar.

sunoo bersyukur saat kemarin ia masih punya kewarasan untuk tetap pertahankan bakal bayi yang sunoo tidak tahu akan dengan mudah
—hanya dengan mendengar detak jantungnya, mampu melenyapkan seluruh kekhawatirannya.
alunannya begitu menguatkan, meneguhkan hatinya, juga memberinya bocoran-bocoran tentang masa depan penuh cita.
sunoo tidak pernah merasa seberdebar ini hanya karena  mendengar detak jantung seseorang, atmosfer yang tercipta begitu menakjubkan.

rasa penyesalan yang sebelumnya ia rasakan tergantikan dengan rasa bersalah karena sempat tidak menginginkan kehadiran sang buah hati pada awalnya. namun sunoo akan mencoba mengubur dan menggantinya dengan limpahan kasih sayang hanya untuk bayinya seorang.
dengan ataupun tanpa seseorang lainnya, sunoo  akan terus memperjuangkan kehidupan bayi nya.
karena sejujurnya sunoo sudah menyerah akan bagaimana perasaannya, nyatanya semua terlalu rumit untuk diperjuangkan



pemandangan sunoo yang tak melunturkan senyumnya yang lebar  itu tak luput dari pandangan milik jay dan jake, mereka dapat merasakan pancaran kebahagiaan menguar dari diri sunoo. yang tentunya membuat senyum kedua nya ikut mengembang, sebab mereka pun merasakan hal yang sama.

mereka bahagia tentu saja, menyapa sang calon buah hati untuk pertamakali, mendengar detak jantungnya pertama kali, rasanya seperti mimpi tapi nyata.

“sunoo, aku akan memberikan resep ini dulu pada manager hyung. kamu bisa pulang dulu bersama jake, jika sudah lelah oke?”

“kita tunggu saja jay” ucap jake cepat. seperti mencoba menghindar, karena sebenarnya pria itu bingung jika harus berada di situasi hanya berdua saja dengan kim sunoo.

“lama jake, aku juga masih harus menunggu manager hyung menebus vitamin nya di apotik kan, kasihan sunoo sudah lelah”

“baiklah..” ujar jake pasrah.

“sunoo, aku pergi dulu. kalau butuh sesuatu nanti hubungi saja aku, oke?” ucap jay lantas berlalu dari hadapan jake dan sunoo, ketika melihat sang omega mengangguk mengiyakan.

•••


jujur saja situasi keduanya tidak bisa dikatakan nyaman untuk seukuran  orang-orang yang dulunya bahkan tak terpisahkan, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan  —karena semua orang mungkin juga akan merasakan canggung yang sama setelah apa yang sudah mereka lakukan.

“sunoo, terimakasih” ucap jake memecah keheningan 

sang omega menoleh kearah jake yang kini duduk disampingnya
—mereka sudah  didalam mobil untuk perjalanan pulang.
sunoo memiringkan kepalanya,
kerutan di dahi menandakan  bahwa omega itu tengah dilanda bingung.

terimakasih untuk apa?

jake hanya dapat terkekeh kecil, ketika melihat wajah bingung sunoo yang menurutnya lucu itu —menahan gemas, kalau dulu mungkin alpha itu tak akan segan menunjukkan bagaimana dia memuja kelucuan omega disampingnya ini.

“terimakasih karena kamu mau mempertahankan  aegi ” lanjut sang alpha.

“hyung.. aku  memang bukan orang baik tapi bukan berarti aku penjahat” ujar sunoo sedikit kesal dengan ucapan jake.
tentu saja sunoo tidak pernah terpikir untuk melenyapkan bayi nya, bagaimana mungkin sunoo  dengan  sengaja terjerembap pada dosa yang sama?

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang