14. suddenly being mom

766 83 16
                                        

cahaya matahari pagi menerobos  masuk menyinari kamar ber cat putih itu, namun tidak bisa mengusir perasaan lesu yang menyelimuti omega  yang kini terduduk di tepi ranjang, dengan bibir yang sudah tertekuk sempurna.

“Aku kurang berselera dengan masakan hyung hari ini,” ujar Sunoo sambil merajuk pelan. bahkan bau harum masakan yang tercium dari dapur justru membuatnya semakin mual.

“Kamu kan tidak bisa makan makanan luar karena pasti akan mual-mual.  terus sekarang apa yang ingin kamu makan?” tanya Jay dengan lembut.

“atau hyung hubungi bibi kim saja ya?” lanjutnya lagi.


“Aku tidak tahu, hyung. semuanya terasa hambar,” jawab Sunoo lesu. “Kemarin, masakan Ibu juga tidak bisa ku nikmati.”

Jay mengusap wajahnya dengan lelah,  merasa kasihan pada omega didepannya.
“Ya sudah, sekarang tiduran dulu ya, hyung buatkan susu siapa tahu masih bisa kamu telan.”

Sunoo mengangguk lemah dengan mata berkaca-kaca. ia menjatuhkan tubuhnya yang lunglai di atas kasur, wajahnya pun sudah terlihat pucat. “Kenapa aku jadi begini sih,?” batinnya sedih.

dirinya merasa seperti burung yang kelaparan dan tak berdaya.
sejak kemarin, ia belum makan apapun. bahkan perutnya keroncongon terus-menerus, mengingatkannya pada kata-kata dokter Baekhyun tentang bagaimana pentingnya nutrisi bagi perkembangan janinnya di trimester pertama.
sunoo menghela nafas panjang, tidak menyangka bahwa fase morning sickness akan semengerikan ini, “aku kan rindu menikmati makanan lezat” rengeknya dalam hati.


Tak lama kemudian, Jay datang membawa segelas susu hangat. terlihat dari uap tipis  yang mengepul di permukaannya, jay menyodorkan gelas itu kehadapan  sang omega, walaupun tatapan Sunoo tetap menghindar. Perutnya terasa seperti lautan yang diterjang badai. apalagi setiap kali membayangkan makanan, rasa mual langsung menyergap tenggorokannya.

"Sedikit saja, ya? Yang penting jangan sampai kamu mual lagi," bujuknya lembut. alpha itu dengan hati-hati mendekatkan gelas yang dipegangnya  ke bibir Sunoo.

Sunoo memejamkan mata sejenak sebelum meneguk susu. Harapannya, kali ini akan berbeda. Namun, begitu cairan putih itu menyentuh lidahnya, rasa mual yang sangat kuat mendadak menyerangnya. Dengan refleks, ia menepis gelas itu dan berlari tergesa-gesa menuju kamar mandi.

Jay hanya bisa menatap pasrah gelas susu yang masih terisi penuh di tangannya,  meletakannya di atas meja nakas dan segera menyusul sang omega.

Suara sunoo yang tengah berusaha mengeluarkan isi perutnya menggema di seluruh penjuru ruangan, Seolah seluruh isi perutnya ingin keluar sekaligus, meski mungkin tak ada lagi yang tersisa. jay dengan telaten memberi pijatan lembut di tengkuknya, berusaha menenangkan badai mual yang menghantam sang omega.


“Mual sekali, hyung!” tangis Sunoo pecah, tubuhnya yang letih bersandar sepenuhnya pada Jay. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin juga membasahi dahinya. Jay yang melihat kondisi Sunoo yang tersiksa hanya bisa mengusap punggung itu pelan.
“sabar ya, nanti aku tanya dokter baekhyun, semoga ada yang bisa meredakan mualmu”

sunoo mengangguk lemah, sedikit merasa frustasi karena ia tidak tahu bahwa morning sickness dapat membuat nya lemas setengah mati.

mendengar pintu kamar yang terbuka secara tiba-tiba membuat keduanya menoleh ke arah  seorang pemuda
—yang sepertinya baru saja berlari, masuk ke ruangan dengan nafas tersengal-sengal.

suddenly being momTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang