Sesuai yang sudah direncanakan, Sunoo akhirnya pulang kerumahnya. Namun, kelegaan yang seharusnya ia rasakan justru terasa hampa. Kata-kata Jake masih saja terngiang di telinganya, membuatnya dihimpit rasa bersalah dan kebingungan yang mendalam. Ia sadar, Ia butuh waktu untuk menenangkan diri, untuk memilah-milah perasaan rumit yang sedang ia hadapi. Tinggal bersama Jake dalam suasana yang tegang hanya akan memperburuk keadaan bagi keduanya.
“Maaf ya, Yah, Bu,” ujar Sunoo, suaranya sedikit teredam oleh rasa bersalah. “Sunoo baru pulang kalau ada masalah saja.” mata bulatnya menatap lantai penuh penyesalan.
Setelah beberapa saat hening, kedua orangtua Sunoo yang duduk di sofa samping kiri dan kanannya, menatap Sunoo dengan tatapan hangat yang penuh pengertian.
“Hush, ngomong apa sih kamu, Nak,” sahut Ibu, sambil mengelus sayang rambut Sunoo. “Bagus dong kalau begitu, berarti kami bisa kamu andalkan saat kamu butuh.”
“Ayah malah akan lebih marah kalau kamu punya masalah tapi malah menyembunyikannya. Ingat, kita ini keluarga, harus saling terbuka.” sang ayah ikut menimpali.
“Jadi bagaimana kabar cucu Ibu, apa dia tumbuh dengan baik?” tanya Ibu Sunoo, tangannya dengan lembut mengelus perut anak bungsunya yang sudah membuncit.
“Sangat baik, Bu,” jawab Sunoo dengan semangat. “Gummy juga sudah mulai menendang-nendang. Rasanya seperti ada ikan kecil yang berenang-renang di dalam sini." ujarnya sambil menusuk-nusuk perutnya dengan gemas.
sang ibu hanya bisa tersenyum geli mendengar perumpamaan Sunoo. dia pikir perutnya itu akuarium?
“Gummy? Ayah baru tahu kamu memberi nama calon cucu Ayah dengan nama Gummy,“ sahut sang ayah sambil menggelengkan kepala dengan dramatis.
Lelaki paruh baya itu kemudian menempelkan telinganya erat-erat di perut sang anak. “Lihat Gummy, bukankah Ibumu jahat sekali pada Kakek, hmm?” tanyanya dengan suara pelan seolah sedang berbisik pada seorang teman, “masa ibumu menyembunyikan hal penting seperti ini dari kakek”. ujarnya lagi dengan nada bercanda.
seakan mengerti maksud dari sang kakek. Dengan lincah Gummy menendang-nendang kecil, menjadikan perut bundar ibunya bergetar pelan.
tentu saja hal itu membuat sang kakek meledakkan tawa bahagia nya. “Wah, wah, lihat itu sayang, Gummy menendang!” adunya pada sang istri,
“Gummy setuju dengan Kakek, ya? Ibumu memang jahat sekali kan!” Ayah Sunoo terkekeh geli, jari-jarinya masih sibuk mengelus perut besar sang anak.
pipi sunoo memerah karena malu. Ia semakin merasa bersalah karena baru menyadari kesalahannya.
“Ayahhhh, Sunoo tidak bermaksud seperti itu,” dengan bibir mengerucut lucu, Sunoo merengek manja membuat kedua orang tuanya tak kuasa menahan tawa.
“Sudah, Yah, jangan digodain terus, nanti Sunoo nangis!” tegur sang ibu.
“habisnya anak kita jadi makin lucu, ayah jadi tidak tahan menggodanya” dengan gemas sang ayah mencubit pipi tembam milik Sunoo.
“ngomong-ngomong, ayah ibu tidak ingin menanyakan sesuatu padaku?” tanya sunoo hati-hati.
“ sesuatu apa? keadaan mu? tapi pipimu semakin bulat, cucu ku juga sehat. sepertinya tidak ada yang aneh” ujar ibu sunoo sedikit menggoda.
“ibuuu, tanpa aku bilang juga kalian pasti sudah tau ada yang berbeda dariku kan” ucap sunoo sedikit merajuk.
“lagian kamu, padahal tinggal beritahu kami apa susahnya sih. walaupun itu sekedar basa-basi” timpal sang ayah.
melihat sang anak yang terlihat murung sang ayah hanya terkekeh pelan. “iya, iya maaf. kami sudah tahu dari kemarin kok”
KAMU SEDANG MEMBACA
suddenly being mom
Fanfictionketika enha hidup di dunia omegaverse, dan sunoo adalah satu-satunya omega di group tersebut. warn! ABO! mpreg! little angst! jaynoojake sunoo omega jay alpha jake alpha #jaynoo #jakenoo slight #yangsun #sunsun
