Malam ini, Lian mengajak Salira untuk menghabiskan waktu berdua di sebuah tempat yang sudah Lian siapkan dengan berbagai makanan lezat serta pernak pernik indah yang menjadi kesegaran mata untuk memandangnya. Tidak lupa, ada alunan musik yang sangat menenagkan indra pendengaran. Di atas sana, banyak bintang bertaburan yang seolah tersenyum menyaksikan dua insan yang tengah merayakan kebahagiaan.
Lian menarik kursi Salira, "Silakan duduk, sayang."
"Siapa yang ngizinin manggil sayang ke aku?"
"Emang kenapa?"
"Nggak ada hubungan kok manggil sayang," cibir Salira, lalu duduk di kursinya.
Lian berbisik tepat di telinga Salira, "Nggak ada hubungan tapi kangen sama aku, emang boleh?"
"Mas," panggil Salira pelan dengan memutar sedikit kepalanya hingga kini jarak bibir Salira dan Lian hanya sesenti saja.
"Kenapa sayang?" suara serak milik Lian yang khas, membuat darah Salira berdesir.
Deruan napas keduanya saling beradu. Tatapan Lian tertuju pada bibir ranum itu, "Sepertinya aku punya makanan pembuka yang lezat."
Lian semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling menyapa. Detak jantung Salira semakin tak beraturan. Aroma tubuh Lian menusuk indra penciumannya, membuat Salira ingin sekali memeluk laki-laki itu.
Salira tidak berkutik, ia terus membalas tatapan Lian meski rasanya sudah lemas sekali mendapat tatapan itu. "Mas, aku laper."
"Aku juga laper sayang," balas Lian dengan gerakan menggesekan hidungnya pada hidung Salira.
Salira memejamkan matanya. Tangan dengan jemari lentik itu bertengger pada dada Lian. Salira mendorong pelan tubuh Lian, "Mas, aku susah napas."
Bukannya mundur, Lian justru semakin merapatkan wajahnya hingga bibirnya dapat menyentuh bibir Salira.
"Kalau susah napas, ada aku yang kasih napas."
Salira mulai kewalahan mengatur degupan jantungnya. Ia mencoba untuk memalingkan wajah, namun Lian menahan dengan memegang dagu Salira. Ibu jari Lian mengusap lembut benda kenyal itu,
"Aku lagi pengin makanan yang kenyal," ucapnya.
"Nanti kita beli mochi," jawab Salira cepat.
Lian menggeleng dengan kepalanya sedikit ia miringkan, "Ada yang lebih nikmat dari mochi."
****
Mau baca kelanjutannya? Ada di Karya Karsa, ya. Klik link di bio atau cari aja "teaajuss".
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAA!!!
KOMEN DI KK ATAU DI SINI DEH SAMA AJAAA YANG PENTINGGG KOMENNNNNN!!!!
Thanks a bunch🫶
