Pernikahan adalah hal yang tidak pernah sekalipun terbesit di dalam dalam benak karina.
Namun lelaki itu datang membujuk nya agar mau menjalankan 'pernikahan kontrak'
" Dalam pernikahan kontrak ini lo boleh pilih 5 tahun atau selamanya, artinya ga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jevano dan karina menikmati liburan di Jepang berdua sembari merayakan Natal disana.
Seutas nada dering memecah keheningan. Karina meraih ponselnya Tatapannya jatuh pada ID penelepon. Senyum tipisnya merekah saat melihat nama mertua tersayangnya tertera di sana. Dengan lembut, ia mengangkat panggilan itu
" halooo karinn " ujar mami, ibunda jevano
" iya mami " sahut karina
" mami sekarang lebih rajin telponan sama karina ya daripada sama aku " protes jevano
" yaelah jev biasanya kalo mami telpon juga kamu jawabannya singkat singkat kayak yang gak seneng " ujar mami
" kalian gimana liburannya? " tanya mami
" seneng mi , karin happy " jawab karina
" tapi karina lagi gak enak badan hari ini soalnya cuaca makin dingin juga " timpal jevano
" yaampun kalau gak enak badan langsung periksa aja ke dokter ya! harus loh! " ujar mami
" tapi mi kita niatnya mau pulang lusa, soalnya karina kurang terbiasa sama cuaca dingin.. jadi gampang kedinginan " jelas jevano
" ah jev itumah kamu harusnya banyakin peluk peluk karin biar dia gak kedinginan! jangan pulang cepet cepet lah waktu kalian disana kan ada sampai tahun baru " usul mami
" nanti kita bicarain lagi ya mi " kata karina
" atau kalian mau explore gitu ke negara lain? kayak Thailand, malay, Singapore? " tanya mami
" haha next time aja mi kalau ke negara negara lainnya, karina masih banyak job " ucapnya
" mami udah ya, kita mau makan " kata jevano , kemudian segera mengakhiri telepon
.☘︎ ܁˖
Dengan perut kenyang dan hati riang, Karina dan Jevano menikmati pemandangan salju yang turun perlahan. Mereka berpelukan di sofa sembari menonton film favorit jevano , bisikan-bisikan lucu dan tawa renyah mengisi ruang kecil mereka
" jev, kalo nanti aku udah jadi seorang ibu aku bakalan berhenti dari dunia Entertainment " ujar karina " apapun yang kamu mau, aku tetep dukung kamu i'll be there sayang " ucap jevano seraya mengecup kening istrinya
ִֶָ࣪☾.
Udara dingin malam di Jepang seakan membekukan waktu. Karina dan Jevano, berselimut hangat, saling menatap Salju yang turun deras di luar jendela menjadi latar belakang romantis saat mereka membayangkan masa depan bersama.
Dalam kedalaman jiwa, kita menyimpan harapan dan tujuan yang bagai bintang di langit malam yang menawan . namun jika kita menumpu pada kenyataan, tidak ada kebahagiaan dan kesedihan yang abadi.
setitik hamparan kebahagiaan pun harus dilalui dengan jalan berduri yang ditutupi oleh salju tebal dan diterjang badai yang terus menusuk, menghalau asa .
..
handphone karina berdering terus menerus entah berasal dari siapakah panggilan tersebut
" siapa? " tanya jevano yang ikut terbangun
" ini ada apaan sih? Nyx, eury, kak jade, mami kamu nelfonin aku.. " ujar karina kebingungan karena panggilan tersebut bersautan sampai karina bahkan bingung harus mengangkat panggilan yang mana dulu.
tak lama handphone jevano juga berdering
" mami nih " kata jevano kemudian mengangkat panggilan dari ibunya
sedangkan karina menghubungi kembali panggilan dari Nyx .
" perasaan aku gak enak " ucap karina baru saja karina berucap begitu, wajah jevano langsung berubah pucat
karina rasa firasatnya benar.
jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban dari Nyx, meskipun ia rasa jevano sudah mengetahui sesuatu
" halo " kata karina, cemas " halo " sahut Nyx terengah engah " kenap-" " cepetan pulang karinn" rintihnya " bokap nyokap lo meninggal, kecelakaan.. "
panggilan itu diakhiri begitu saja
jevano dan karina saling menatap sejenak tanpa pikir panjang, jevano memeluk karina erat
jadi.. ini badainya?
" Kita pulang sekarang "
keduanya mengemasi barang barang untuk segera kembali .. Pikiran Karina kacau balau, hatinya bagai ombak di lautan badai. Ia merapal doa dalam hati, berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang segera sirna. Air matanya mengalir deras membasahi pipi, namun Jevano tetap setia menemaninya, menjadi sandaran di tengah badai kesedihan .
" sayang, ada aku disini kalau kamu mau nangis silahkan nangis aku bakalan peluk kamu" kata jevano
Air mata Karina membasahi bahu Jevano. Ia menangis sejadi-jadinya, seolah ingin mencurahkan seluruh kesedihannya. Jevano membiarkan istrinya meluapkan emosi dalam pelukannya, ia juga mengelus punggung istrinya dengan berharap bahwa pelukan hangatnya ini dapat membuat rasa sakitnya berkurang setidaknya sedikit.
" it's okay sayang.. ada aku, jangan dipendem sendirian .. kita lewatin sama sama "
ּ ֶָ֢.。𖦹°‧
haii .૮꒰ ˶• ༝ •˶꒱ა ♡ aku minta maaf banget karena baru update lagi sekarang pokonya maaaf yaaa:(
jangan lupaa di vote ya, love uuu ૮₍'˶• . • ⑅ ₎ა
bonus ִ࣪𖤐 spoiler ; _________________
" ada apa anda kemari? " tanya wanita itu dengan arogan
" anda seharusnya menyambut saya " timpal wanita dengan biru selutut , duduk. di sofa tanpa dipersilahkan
" rasanya tidak perlu, karena kita tidak Cukup dekat
" begitukah? namun tujuan anda yang sebenarnya sudah terungkap oleh saya "
Sorot mata wanita itu berubah drastis. usai gadis itu membisikan sebuah fakta. " bener kan? hmm? kenapa tiba tiba bisu?" tanyanya, suaranya meninggi satu oktaf. " anda mau apa? " wanita itu bertanya, nada suaranya berubah waspada Gadis itu tersenyum misterius. 'Kita bisa saling menguntungkan,' jawab gadis itu singkat, matanya berkilat penuh makna