32 . kecewa

337 24 0
                                        

── .✦

Karina mendorong troli belanjaannya, matanya sibuk menelusuri deretan rak sambil sesekali melirik layar ponselnya. Jari lentiknya menari-nari di atas layar, menghubungi sang suami.

"jev, aku lagi di supermarket" ucapnya dengan nada riang.

"Iya, Sayang udah aku transfer " sahut Jevano dari seberang telepon.

"Bukan itu maksudnya ih , Kamu mau nitip apa nggak? Atau ada yang pengen dimasakin?" tanya Karina.

"Terserah kamu aja, Sayang. Kamu sama Eury kan? Jangan sendirian ya," pesan Jevano.

"Tenang aja, aku sama Eury kok," jawab Karina sambil menyodorkan ponselnya pada Eury yang berdiri di sebelahnya. "Oy, Jev!" sapa Eury dengan semangat.

"Yaudah, have fun ya, Sayang."

"Iya, Sayang." jawab karina

Karina mematikan panggilan. Eury kemudian ikut membantu Karina memilih bahan-bahan makanan.

"Itu kerang sama salmonnya bagus banget, beli aja, kan lo suka. Terus nugget juga jangan lupa," saran Eury antusias.

"Iya, nanti gue ambil," sahut Karina.

Saat sedang asyik memilih-milih, tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar. Karina menoleh dan matanya membulat sempurna. "Anne?" ucapnya tak percaya.

Wanita yang berdiri di depannya itu adalah kakak perempuannya, Anne. Sudah empat tahun mereka tidak bertemu sejak Anne pindah ke Amsterdam. Anne terlihat sedikit lebih kurus.
"lo udah pulang, Anne?" tanya Karina dengan senyum tipis.
"Iya, ada yang mau gue omongin rin
abis ini ketemuan ya di kafe depan " ujar Anne dengan nada serius.

Karina hanya mengangguk, penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh kakaknya itu.

── .✦

Setelah belanja, Karina menyuruh asistennya datang dan membawakan barang belanjaannya ke mobil . Sementara itu, Karina menemui Anne yang sudah menunggu di kafe dekat dengan supermarket.

"Gue enggak lama di sini, lusa gue pulang," jelas Anne.
Karina mengangguk, "Sehat, kan? Kok kurusan?"

"Honestly, gue lagi sakit. Makanya kurusan. Dan ada yang penting banget yang harus gue omongin. Mumpung lo masih gue masih " Anne terlihat serius.

Karina mengerutkan kening, "apaan sih? Kok tumben serius banget?"
keheranan dengan sikap kakaknya yang tiba-tiba kalem dan sendu.

"Lo masih bahagia  sama Jevano? Atau malah makin bahagia?" tanya Anne.

"Bahagia, bahagia banget," kata Karina dengan lantang.

Anne menyeruput teh chamomile-nya kemudian menghela napas panjang. Jantungnya berdebar kencang. Ia terus menggerakkan jarinya, seakan tak sabar ingin mengungkapkan semuanya. Di tengah obrolan yang tiba-tiba hening itu, Eury menunggu di bangku sebelah, memberikan mereka ruang untuk bicara lebih leluasa. Tapi rasanya Anne semakin sesak.

"Kebahagiaan itu beneran kebahagiaan atau cuma sandiwara yang dibuat Jevano?" tanya Anne.
Mendengar itu, Karina agak tersinggung.
"Ya jelas kita bahagia beneran lah! Kenapa sih lo?" kata Karina.

"Karin, gue sebelumnya mau minta maaf. Gue sadar kok gue rese banget, gue brengsek, sialan, bajingan. Terserah makian apa yang mau lo lemparin ke gue, gue sadar diri. Maaf Rin, dulu gue iri banget sama lo sampai berulang kali nyoba celakain lo, hancurin lo. Gue juga benci sama orang tua kita, gue benci lihat lo bahagia dan semuanya berpihak ke lo. Dan waktu itu gue rasa ini enggak adil," kata Anne menjelaskan.

Karina menatap Anne dengan iba, "Udah, gue maafin kok."

"Enggak mungkin lo bakalan maafin gue Rin," kata Anne, suaranya bergetar. Tangannya terasa dingin. Karina ikut merasakan gelisah yang dialami Anne.
"Ambil alih Rin, perusahaan orang tua kita. Lo sadar enggak sih perusahaan kita itu diambil, dibabat habis sama Chevienety?" kata Anne, suaranya mulai bergetar.
"Chevienety itu udah gue anggap kayak keluarga gue. Kok Anne, gue percaya mereka bermaksud menyelamatkan perusahaan kita dari kebangkrutan," kata Karina.
"Bego Rin! Selama lima tahun ini lo enggak sadar sama sekali? Rin, perusahaan orang tua kita itu dibabat habis sama mereka. Orang tua kita meninggal karena ulah Francesca!" kata Anne menjelaskan kenyataan pahit itu.
Karina merasa dunia seolah runtuh. Semua yang dia yakini selama ini ternyata bohong? selama ini ia dihianati?

────୨ৎ────
haloo
apakabar semuanya ૮₍˃̵֊ ˂̵ ₎ა
tunggu in next part nya yaa dan jangan lupa vote
love UuuU 𖹭

eye to eye Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang