Pernikahan adalah hal yang tidak pernah sekalipun terbesit di dalam dalam benak karina.
Namun lelaki itu datang membujuk nya agar mau menjalankan 'pernikahan kontrak'
" Dalam pernikahan kontrak ini lo boleh pilih 5 tahun atau selamanya, artinya ga...
" Ini karina kenapa susah ditelfon sih? " Gerutu Jevano
Melihat keadaan cuaca buruk, hujan disertai petir Bagaimana mungkin jika Jevano tidak khawatir sedangkan karina belum pulang.
Sudah berkali-kali ia menelfon karina tapi ia tak mendapatkan respon apapun. Pesannya pun tak di balas sama sekali.
Tak mungkin jika Jevano menunggu dengan gelisah yang membara, ia cepat cepat menyuruh Logan untuk melacak karina
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jevano buru buru mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke tempat yang diberitahukan oleh Logan.
*ੈ✩‧₊˚༺☆༻*ੈ✩‧₊˚
Karina menangis sesegukan didepan restaurant Tak peduli berapa banyak orang yang melihatnya karena mereka tidak akan mengenali karina dengan wajah yang ditutupi oleh masker.
" Kalo dari kemarin, udah pasti gue terima tapi sekarang keadaan nya nggak cocok " Kata karina terus memukul mukul kursi yang tak salah apa apa
" Dari kemarin dia kemana aja sih? Dasar dongo" Ucapnya
" Karina " Panggil Jevano
Karina menoleh dengan mata sembab nya Membuat Jevano bertanya tanya tanya dan sedikit kesal mungkin kah wanita ini menangis karena ia tidak menjemputnya?
" Ayo pulang " Ajaknya, tidak akan bertanya lebih mengenai tangisan itu Ia akan menanyakan nya dirumah
Karina menyeka air matanya kemudian berdiri Tetapi matanya tidak bisa bohong, dan masih mengeluarkan air mata
Jevano tidak tahu harus apa, satu hal yang terbesit dalam benaknya adalah memeluk karina lantas ia mengikuti apa kata hatinya dan memeluk karina untuk memberikan kehangatan serta ketulusan nya
Karina semakin menangis menjadi jadi
" Jangan jatuh cinta sama gue ya Jevano? Gue belum selesai sama masa lalu gue " Gumam karina Tak sadar itu terdengar jelas di telinga Jevano
Jevano mengelus kepala karina dengan lembut
" Sekarang ayo kita pulang " Ajak Jevano
" Iya, gue bawa mobil kok "
" Tinggalin aja, pulang naik mobil gue Lo bisa nangis lagi dimobil " Ucapnya