25 . diambang perpisahan

392 32 4
                                        

diambang perpisahan ;
hubungan ini hanya memperpanjang luka seraya menunda perpisahan, pada akhirnya kita akan berpisah juga.

*ੈ✩‧₊˚༺☆༻*ੈ✩‧₊˚

Setelah meeting ini selesai, Karina dan Jevano berpapasan kembali kemudian saling menyapa.

" Pak Jevano, boleh bicara sebentar? " Tanya karina
Jevano mengangguk " Tentu, mari ke ruangan saya"

── .✦

Jevano menutup pintu, memastikan bahwa keadaan akan aman.

" Kenapa? " Tanyanya

" Mama kamu cerita ke aku, kamu lagi kurang sehat ya? " Tanya karina

" Biasa aja kok, cuma radang biasa " Jawab Jevano

" Udah ke dokter? " Tanya karina

" Nggak perlu, cuma radang biasa ini nggak parah
Biasanya karena aku kurang minum " Jelas Jevano

" Iyalah, kurang minum kurang tidur juga gimana nggak sakit coba " Cibir karina
Bibirnya Mengerucut tanda bahwa mood nya memburuk . Jevano yang menyaksikan tingkah sang istri kemudian tersenyum

" Marah? " Tanya Jevano

" Kalo aku sakit kamu pasti obatin aku, dan suka maksa buat ke rumah sakit padahal nggak apa apa juga. Giliran kamu sakit , aku malah jadi orang yang telat buat tau
Nggak adil ini namanya! " Ujar karina

" Terus kamu mau kayak gimana? " Tanya Jevano

" Udah minum obat? " Tanya karina

Jevano mengangguk " Tuhkan! " Gerutu karina membuat Jevano kebingungan

" Lah? Aku harus kayak gimana? " Tanya Jevano

" Aku nggak beliin kamu obat dong kalo kamu udah minum obat " Ujar karina

" Oh gitu! Enggak kok obat nya udah abis, nanti kamu bisa beliin ya " Kata Jevano

" Jev, kita saling terbuka aja dong sekarang
Aku nggak enak sama mama kamu kalau kamu kenapa napa sedangkan aku nggak tahu " Jelas karina meraih tangan Jevano yang terdapat luka kecil disana

" Luka sekecil ini juga.. ceritain aja " Ucapnya sembari mengoleskan salep di luka tersebut

" Ya? " Kata karina seraya menatap Jevano

" Iya " Jevano mengangguk

" Kamu ini pasti radang karna akhir akhir ini kita makan yang pedes pedes terus kan, malem ini gimana kalo kita makan bubur aja? Nanti aku request ke chef nya" Ujar karina

" Boleh aja kalo kamu emang mau bubur juga, kalo kamu lagi mau yang lain , request yang kamu mau aja " Kata Jevano

" Iya aku lagi pengen makan bubur " Timpal karina, ia melihat ke arah jam kemudian beranjak dari duduknya

" Aku pergi dulu ya " Karina menaruh salep miliknya di saku Jevano

" Nanti ketemu dirumah " Ujarnya kemudian bergegas pergi karena Nyx menunggu nya

─── ⋆⋅☆⋅⋆ ──

Karina bergegas memasuki mobilnya, ada tempat yang ia tuju hingga ia mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

" Sial! Macet! " Gerutunya, terjebak di dalam kemacetan.

Disela kemacetan yang menghalau, ia menyempatkan untuk mengangkat panggilan yang tadi sempat tak ia angkat, ternyata dari sang suami.

" Halo" Sahut karina

" Kamu dimana? Makanan dirumah udah siap " Ucap Jevano

" Jevano, maafin aku ya aku nggak bisa temenin kamu makan! Aku minta maaf! Aku sekarang lagi menuju kerumah sakit soalnya Kiernan abis kecelakaan " Jelas karina

eye to eye Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang