38.

432 22 0
                                        

di Rumah sakit

"Sorry ya , Rin. Aku bener-bener nggak ngeh sama situasi ini. Makanya aku jadi terkesan terlalu exited banget ya pas denger kabar kehamilanmu. Aku sama sekali nggak tahu kalau ternyata lagi ada masalah," ucap Dokter Agni dengan nada menyesal, setelah Karina menceritakan semuanya.

"Iya, nggak apa-apa, Dok. Tapi, kayaknya aku nggak sanggup, deh," jawab Karina dengan suara lirih.

"Nggak sanggup gimana, Karina? Ini anak kamu lho! Kamu nggak bahagia dengan kehadirannya?" tanya Dokter Agni, sambil menunjuk perut Karina dengan tatapan lembut.

"Aku bahagia banget, Dok. Aku bersyukur. Tapi, di kondisi kayak gini, aku bener-bener nggak yakin bisa ngatasinnya," ujar Karina

"Karina, di luar sana banyak banget pasangan yang berjuang mati-matian buat punya anak. Dan kamu, kamu dikasih kesempatan ini sama Tuhan, kesempatan buat jadi orang tua. Kamu mau nyia-nyiain itu gitu aja? Aku yakin seratus persen, Jevano nggak mungkin ninggalin kamu, Karina. Apalagi sekarang kamu lagi hamil. Kalian kan masih saling sayang," kata Dokter Agni, mencoba menyemangati Karina.

Karina terdiam, kata-kata Dokter Agni membuatnya berpikir keras.

________

Jevano tiba di rumah sakit dengan membawa banyak barang, termasuk makanan dari supermarket.

"Karina ada di dalam, dia udah sadar. Tapi, Dokter Agni belum ngasihtau karina kenapa , dia nunggu lo mending lo cepet masuk sekarang" kata Nyx.

Jevano langsung masuk ke ruangan itu.

"Jev, maaf aku baru tau masalah kamu dan Karina.  jujur Aku sedih banget denger nya . aku bukan mau ikut campur Tapi, aku harus bilang ini, Sebaiknya kalian jangan cerai dulu. Karina kan lagi hamil," jelas Dokter Agni.

"Ini lebih penting, Jev. Istrimu hamil, jadi jangan cerai dulu, ya? Sebenernya, aku udah curiga sejak bulan lalu waktu periksa Karina di rumahnya. Kalau gak salah, aku nyuruh karina buat cobain test pack waktu itu," tambah Dokter Agni.

"Ini?" Jevano mengeluarkan test pack dari sakunya.

Karina terkejut. Bagaimana benda itu bisa ada di tangan Jevano?

"iya , ehmm sebaiknya kalian bicara dulu aja ya berdua. Aku siapin ruang USG untuk Karina, ya. Nanti aku ke sini lagi," kata Dokter Agni.

"Ya, terima kasih, Dok," jawab Jevano.

Dokter Agni keluar, memberikan ruang untuk Karina dan Jevano berbicara.

Jevano duduk di samping Karina, memeluknya pelan, dan mengelus kepalanya. "Aku juga baru tahu, Jev," ucap Karina. Dia tahu apa yang akan ditanyakan Jevano.

"Iya," jawab Jevano lembut.

"Waktu aku tes, aku gak langsung  lihat hasilnya. Aku langsung taro aja di laci dan lupa. I'm sorry, Jev," ujar Karina.

Jevano langsung memeluk Karina. "Kenapa kamu yang merasa bersalah? Aku malah seneng banget, we gonna be parents," kata Jevano. dari raut wajahnya Karina tahu bahwa Jevano sedang memikirkan banyak hal dikepalanya.

"Sampai kapan perceraian ini ditunda?" tanya Karina.

"Apa yang ditunda? Perceraian kita batal. I'm so sorry, Karina, but I choose you. Sorry I can't let you, sorry I'm selfish because I love you so ,
dan nggak mungkin akun nggak tanggung jawab untuk anak kita, I won't let you take care of our baby alone. I'll accompany you, but let me fix everything" ujar Jevano.

"What would you fix?" tanya Karina.

"Everything, everything that is wrong will be put back together soon. Myself, the company that I will definitely let go of, and our household that I feel I have to put back together instead of letting go of it ," jawab Jevano sambil mengelus perut Karina, karina langsung memeluk Jevano

" kita bener bener bisa kembali lagi kaya dulu kan? " tanya karina

" kalo kamu bersedia menerima aku lagi "

_____

" hamil ?" tanya eury, saking kagetnya ia sampai berhenti mengunyah makanannya
" iya gue yakin mereka bakal rujuk " ujar Nyx
" ya baguslah, mending gitu sih daripada Jevano nginep mulu dirumah gue " timpal Logan
" emang udah jalannya mereka, berati mereka emang jodoh " ucap Nyx
" yaudah sih gue seneng seneng aja dengernya karena karina hamil berati gue bakal jadi aunty.
mereka justru salah kalau milih tetep cerai, toh karina nya hamil. lagian Jevano juga gue liat liat dia tanggung jawabnya ada banget. mulai dari dia menjarain bokap nyokapnya sendiri sampai dia ngelepas perusahaan dia,itu semua kan nggak mudah.  sebenernya dia suami yang baik " kata Eury
" ayo ah gue mau ketemu karina! " eury beranjak dari duduknya mengajak Logan dan Nyx untuk segera kembali ke ruangan karina.

______

"10 weeks ? Anjir, serius? Udah lama, dong?" seru Eury sambil memegangi perut Karina dengan tatapan tak percaya. "Emang lo nggak ngerasa ada yang aneh di perut lo ?" tanyanya penasaran.

Karina menggelengkan kepala, tanda tak merasakan apapun.

"Ya ampun, Jev! Kalian berdua kok bisa nggak curiga Karina hamil, sih?" Logan menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir dengan keluguan teman-temannya.

Sementara itu, Jevano dengan telaten mengupas buah apel untuk Karina.

Ia hanya tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepala, seolah tak ingin ambil pusing dengan kehebohan di sekitarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia hanya tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepala, seolah tak ingin ambil pusing dengan kehebohan di sekitarnya.

" kayaknya pelakunya juga bingung ini " timpal Nyx disusul gelak tawanya

" jadi kalian back kan? "  tanya eury penuh harap

karina dan Jevano saling menatap kemudian mengangguk

" masa enggak " ujar karina

" ya syukur syukur begitu dah  , asal lu tau rin ni laki tiap malem nginep dirumah gue bawaanya bete mulu, prengat prengut gajelas mana nangis tiap malem " kata Logan

" Logan " protes Jevano langsung memelototi logan

" yang emang lo pikir karina gimana? dia tiap malem galau mampus tuh sampe kita kudu gantian nginep di rumahnya buat nemenin dia nangis " jelas Nyx

"Nyx!!! "

eye to eye Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang