19. Di Bully Lagi

1.8K 91 6
                                        

"Bisa berhenti?"
~Samudra Anka~


•• SAMUDRA BERCERITA ••

    

Kringg kringgg
    
Bel istirahat berbunyi para murid mulai berhamburan keluar kelas, begitupun dengan Samudra yang akhirnya menyelesaikan hukumannya.
    
Samudra berlari ke arah toilet saat merasakan sesuatu yang mengalir dari hidungnya, ia segera menutup pintu bilik toilet.
    
Tes
    
Tes
    
Tes
    
Tetesan demi tetesan darah terus mengalir dari lubang hidungnya tapi tak ada tanda-tanda akan berhenti, Samudra menghela nafasnya lelah, setiap ia mimisan selalu dibarengi dengan rasa sakit di kepalanya, dan tubuhnya yang terasa lemas, hal itu selalu mengganggu aktivitasnya beberapa hari ini.
    
Samudra mengambil beberapa bongkah obat dari saku celana sekolahnya, Samudra menatap 5 kapsul yang sekarang tengah berada di telapak tangannya, dengan sekali tegukan Samudra bisa meminum obat tersebut tanpa menggunakan air, ia sudah terbiasa minum obat dari kecil.
    
Sejak Neneknya meninggal Samudra selalu mengonsumsi obat tidur untuk sekedar menghilangkan rasa paniknya dan agar ia bisa tidur dengan nyenyak.
    
Samudra membersihkan noda darah yang ada di toilet, beruntung hari ini ia menggunakan Hoodie berwarna hitam sehingga darah yang menempel di Hoodienya tidak terlihat.
    
Cklek
    
Samudra membuka pintu bilik toilet kemudian berjalan untuk meninggalkan toilet.
    
Byurrr
    
Samudra terkejut kala sebuah air tiba-tiba saja mengguyurnya saat ia tengah berjalan.
    
"Pftttt, sorry gue sengaja tadi"ucap seorang siswi bernama Amel.
    
"Uh baunya, huekk"ucap Sindi sambil menutupi hidungnya kala mencium bau dari tubuh Samudra.
    
"Sialan bau bangke anjir"tambah Sindi.
     
"Dahlah yuk pergi aja, bau banget di sini"ucap Amel kemudian pergi meninggalkan Samudra diikuti oleh Sindi.
    
Samudra hanya bisa diam menunduk, tubuhnya sekarang benar-benar berbau busuk, ia sekarang harus pergi untuk mengambil baju di loker.

Iyuh bau banget
    
Najis
    
Sialan si bisu
    
WOY BISU, MANDI KEK BAU TAU GAK
    
hahahaha anjir baunya kek tai Cok
    
Bau bangke sialan
    
Sepanjang perjalanan samudra hanya bisa menunduk berusaha menuliskan telinganya berharap ia tak akan mendengar semua caci makian yang mereka lontarkan sedari tadi.
    
Brukkk
    
"Sukurin Lo bisu, nyebar-nyebarin kuman aja"ucap Kevin yang menjegal kaki Samudra.
    
Dughh
    
Sebuah tempat sampah dilemparkan kepada Samudra, Samudra semakin menunduk meremat dadanya kala rasa sesak menyeruak dari rongga dadanya.
    
Brakk
    
Samudra terlempar kala sebuah tendangan menghantam tubuhnya.
    
Uhukk
    
Uhukkk
    
Samudra menatap seseorang di depannya dengan tatapan mengendu, di depannya Skala saat ini tengah berdiri dengan menatap mengejek ke arah Samudra.
    
"Kenapa Abang lakuin ini ke Sam?"tanya Samudra menatap sang Abang yang masih menatap mengejek ke arahnya.
     
"Karena Lo pantes, dengan adanya Lo di bumi ini cuma menuh-menuhin bumi aja"sarkas Skala santai.
    
"Sam minta maaf Abang hiks"air mata Samudra meluruh kala merasakan tubuhnya yang seakan-akan remuk dibuatnya.
    
Skala menatap tajam ke arah Samudra, tangannya ia gunakan untuk mencengkram dagu Samudra kuat, sedangkan Samudra hanya bisa diam menangis, rasanya tulangnya seperti akan patah.
    
"Sakit Abang hiks sakit"lirih Samudra menatap sang Abang.
    
Sedangkan para murid-murid yang lain hanya menonton saja sesekali tertawa puas melihat wajah menyedihkan milik Samudra.
    
"Gue bakal lepasin Lo kalo Lo mau ngrangkak dari sini Sampek ke kelas Lo gimana?"ucap Skala.
    
"Abang hikss jangan, Samudra gak mau Abang, maafin Sam"ucap Samudra dengan menggeleng ribut.
    
Bughh
    
"Gue gak Nerima penolakan sialan"ucap Skala dengan memukul wajah Samudra beberapa kali.
    
"Ska stop Lo udah keterlaluan"ucap Reno menatap kasihan ke arah Samudra yang sudah terlihat tak berdaya.
    
"Emang gue pikirin?"ucap Skala dengan nada tak peduli.
    
"Lo mau ngelakuin apa yang tadi gue suruh atau gue seret Lo ke gudang, JAWAB BISU"tubuh Samudra semakin bergetar ketakutan kala mendengar bentakan sang Abang.
    
"JAWAB ANJING"Samudra dengan cepat menganggukkan kepalanya ribut kala melihat wajah menyeramkan sang Abang.
    
Samudra mulai menuruti perkataan sang Abang, tubuhnya ia gerakan merangkak dengan airmata yang sesekali keluar ditemani tawa dari para murid yang terlihat puas.
    
Hahahahaha
    
Ayo dong cepatan dikit kek
    
Persiapan kek anjing
    
Kasihan sih tapi bodo amat
    
"Sakit tuhan, kenapa harus Samudra"kadang samudra berpikir kenapa saat menjadikannya bisu tuhan juga tak menjadikan ia tuli sekalian agar ia tidak mendengar  caci makian dari orang lain.
     
"Nenek Samudra mau pulang"ucap Samudra dalam hati dengan tubuh yang terus merangkak, tawa para murid seakan membuat rasa sakit Samudra semakin terasa.
    
Skala tertawa puas ketika melihat pemandangan di depannya, tubuhnya ia bawa mendekat ke arah Samudra.
    
"Ini akibatnya kalo Lo bisu"ucap Skala tepat pada telinga Samudra
    
Deg
    
Samudra terdiam mendengar ucapan sang Abang keduanya, benar, ini salahnya karena ia bisu, ini salahnya karena ia tak sempurna kan?.




~notqueen_1~






SAMUDRA BERCERITA || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang